icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Iceberg

Bab 4 Lepaskan ...!

Jumlah Kata:1328    |    Dirilis Pada: 20/04/2022

rdiri menunggu dipersilahkan duduk. Wajah cantiknya

mempersilahkannya

ngan Prana yang tidak melepa

ja di sini?

ini. "Anda lihat sendiri sekarang." jawabnya ketus. Ganis

atuh, mengatakan 'ya' dan selalu meng

nghilang. Pribadinya yang manis, tenggelam di balik matanya yang cukup menusuk jantungny

hangnya yang terlihat kokoh. "Seharusnya

t dibencinya ini. "Seandainya saya tahu bahwa perusahaan ini milik and

enang hati, resigh dari perusahaan ini." Ia akan beranjak dari ruangan itu. Me

ngan Ganis yang sudah berjalan menuju pintu. "Kamu kira mudah me

n keinginan anda. Jadi, mudah saja untuk kembali menendang saya

h Prana. "Lepaskan!" pintanya marah. Raut muka

rnyata. Prana semakin mence

ar dari perusahaan ini, ingat! Kontrak kerja itu

enyah dari hadapan anda? Saya akan dengan senang hati melakukannya." Ada tawa

dulu, seolah telah kehilangan jati dirinya di depan mata Prana. San

an kasar, sehingga tubuh Ganis menubruk dadany

h

puran dari Woody dan Citrus, yang merupakan aroma parfum kesayanga

ik telinganya. Lalu ... "Baiklah! Teruslah bekerja di sini, aku tertantang untuk melihat seja

sakit di lengannya. Namun, segera berdiri

angsung menuju ke sisi jendela. Matanya yang menyala, men

an kembali bertemu dengan perempuan yang sud

erirnya. Ia hanya memiliki satu hati dan sudah dim

elihat tubuh istrinya berpelukan dengan lelaki yang sama sekali tidak dikenal. Dan

ita semanis Ganis, mampu berse

ia tidak akan mampu menahan emosinya, bila melihat istrinya itu lebih

gi sekarang, luka itu seperti terbuka kembali. Mengapa wanita ini harus dilihat

imakan hiu buas, agar tak bisa di lihatnya lagi. Atau, mungkin mendoron

jahatnya sendiri. Ia bergidik ngeri jadin

njutkan lagi memeriksa berkas-berkas yang

snya masih terasa berdenyut sakit. Cekalan Prana, memang sangat ker

bungannya dengan Prana. Mereka sama-sama telah te

eka bertemu lagi? seperti di mall waktu itu. Kemungkinannya bisa saja terjadi

. Bukankah dia sudah menuduhnya berselingkuh? tentu akan mengi

i Ganis tak akan pernah merelakannya. Anak setampan dan selucu Gagah, bila disangs

n itu sangat kejam. Sementara ia

suk keruangan kerjanya. Membasuh wajahn

h seperti itu, lelaki itu sangat memuja kecantikan alaminya. Sangat suka menyentuh kehalusan dari k

inginnya telah kembali lagi pada pribadinya. Ya, Gunung Esnya, telah k

esakkan dada. Seandainya bisa menjerit, pasti ia sudah dengan lantang mengeluarkan suara terti

an itu terjadi. "Mengapa kamu menginjakan kakimu dirumah ini?!" hardik Prana, begi

, jadi mengatupkan kembali bibirnya de

mberi tahu khabar gembira, bahwa ia sudah dinyatak

h bertanya pada ibunya lewat telepon, ibunya menyarankannya

sangat mengguncang jiwanya. Suami yang sangat di puja dan dicintainya itu

erti kamu, memang pantas tempatmu di jalanan." bentak Prana lagi. Kata-kata makiannya, sang

ata merah membara, kem

unya harga diri juga. Tanpa berkata lagi, ia meninggalkan rumah yang sud

uh cinta padanya, ia menunjukan perasaanya tidak setengah-t

a ia akan membencinya setengah mati. Akan sangat

is belum menemukan jawabannya. I

elenguh, m

an itu, harus dilindunginya, tidak akan dibiarkan Prana

ng sendirian melaw

Prana lontarkan tanpa mencari dulu kebenarannya. lelaki itu harus

a yang tidak bijaksana itu, telah m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Iceberg
My Iceberg
“Pribadinya yang sangat kuat; tampan, kaku, tegas, dan tidak ada kompromi. Itulah suaminya, Prana Guntara. Tidak ada kesalahan, tetapi saat dia menyatakan itu salah, siapapun tidak bisa mengelak akan kena hukuman. Sekali pun itu istrinya sendiri. Ganistra Yunata terusir, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Sementara di perutnya sudah terbentuk janin yang belum sempat diberitahukannya. Ditakdirkan empat tahun kemudian, ia harus berhadapan kembali dengan laki-laki gunung es itu. Namun, kali ini laki-laki itu tampaknya berbeda ... "Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku untuk kedua kalinya." "You are mine."”
1 Bab 1 Bola Plastik dan Ice Cream2 Bab 2 Hari Pertama Bekerja3 Bab 3 Direktur Utama Itu ....4 Bab 4 Lepaskan ...!5 Bab 5 Rapat6 Bab 6 Meletakkan Bara di Atas Kepalanya.7 Bab 7 Masih Disembunyikan8 Bab 8 Wanita Penggoda9 Bab 9 Perut Kotak-kotaknya10 Bab 10 Ke Puncak11 Bab 11 Lebih Kejam12 Bab 12 Kekesalan Felix13 Bab 13 Makan 14 Bab 14 Di Kafe15 Bab 15 Flashback Gunung Es16 Bab 16 Flashback Bingung17 Bab 17 Flashback Lamaran18 Bab 18 Flashback Menikah19 Bab 19 Flashback Malam Pertama20 Bab 20 Flashback Off21 Bab 21 Tertidur di Pangkuannya22 Bab 22 Bertemu Sahabat Lama23 Bab 23 Mila Tahu Gagah24 Bab 24 Di kantor Prana25 Bab 25 Ganis Wanita Tangguh26 Bab 26 Perjalanan27 Bab 27 Di Timika28 Bab 28 Candaan yang Jadi Serius29 Bab 29 Sungai Mayon30 Bab 30 Kembalilah Padaku31 Bab 31 Mutiara South Sea Pearl32 Bab 32 Obrolan di Warung Nasi33 Bab 33 Aku Istrinya34 Bab 34 Bogem Mentah35 Bab 35 Gagah Sakit36 Bab 36 Mami, Ciapa Papi 37 Bab 37 Ada Apa, Ini 38 Bab 38 Lelaki Bodoh Sejagat Raya39 Bab 39 Aku sangat Merindukanmu40 Bab 40 Di Apartemen Prana41 Bab 41 Serasa Pengantin Baru42 Bab 42 Aku Cinta Pertamanya43 Bab 43 Susah Makan44 Bab 44 I love You45 Bab 45 Foto Syur46 Bab 46 Kepedulian Prana47 Bab 47 Uji Kesetiaan48 Bab 48 Kebersamaan49 Bab 49 Uji Kesabaran50 Bab 50 Kepedulian Ganis51 Bab 51 Melahirkan52 Bab 52 Adik Gagah53 Bab 53 Dua Tubuh Satu Hati