icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

icon

Bab 1 Penculik

Jumlah Kata:1077    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

umur yang masih duduk di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Baik dari dalam

anak kecil berumur kurang lebih lima tahun sedang berjongkok di

nya, yakni kandang koala. Tetapi, ketika mereka mencoba menenangkan, anak kecil itu malah menangis histeris dan bersembunyi di balik tiang papan. Mereka pun bingung

ang perempuan yang memakai pakaian olahraga dan tengah

mpuan itu. Ia langsung memeluk kakinya dan mu

et bukan main ketika ada anak kecil

an itu berjongkok dan

ak itu tangisannya

-baik, kalau ilang baru tahu rasa. Syukur-syukur anaknya nggak diculik." Seorang ibu-ibu

malah memanggil perempua

anak duluan mending pakai program keluarga berencana aja, biar punya persiapan buat jadi orang tua. Atau jangan-jangan Mbak k

belum diservis, makanya filter r

u pasti akan kegerahan seketika. Daripada menyiram api dengan bensin, lebih baik

ng lucu." Perempuan itu menggendong anak kecil tersebut sam

warin main sinetron kayaknya ibu itu gak perlu di-casting dulu. Begitu lihat wajahnya sutradara langsung rekrut." Seorang perempuan yang umurnya tidak jauh beda dari perempuan yang tadi dim

es," timpal perempuan itu. "Saya permisi

di kursi panjang dekat dengan kandang kel

kecil itu malah menunjuk permen kapa

en kapas ini kalau kamu j

..bi...m

? Nggak k

"Nama aku Abimanyu Nandana. Tapi or

erikan satu bungkus permen kapasn

ng Kakak

dibilang begitu. Kamu juga boleh k

, Bu

ka Nanda menyebut nama

kenapa nang

nggak dan aku tersesat. Aku takut sama jerapah yang mau makan rambut aku. Aku lari terus de

i. Kalau Nanda mau, Nanda boleh, kok, gabung sama

cap dengan manja sambil

, tiba-tiba ada seorang pria yang m

? Mau culik a

udian ia tersadar. "Oh... j

gan makan yang manis-manis, nanti gigi k

irnya bergetar menahan suara

an dimarahi seperti itu. Kasihan

ma kamu sama orang asing! Dia itu penculik, tahu! Kamu jangan sembarangan makan pemberian dari or

h sembarang, dong. Lagip

k anak saya karena butuh uang? Emang ka

melihat ayahnya Nanda menyodorkan

dengkul! Kalau lihat orang itu jangan pake uang, pake mata biar kelihatan. Kalau kurang jelas pake tetes ma

gis membuat orang-orang yang ada di sana menat

mukul-mukul bahu ayahnya supaya ia

ok kok nangis. Kamu nggak malu

jaha

bun binatang itu. Untung saja ayahnya Nanda mengunakan masker, jadi ia tidak te

erpura-pura sebagai pengunjung. Selain itu, karena sebenarnya ia malu pada para petugas kebun binatang. Kalau mereka berdua pergi mengunjungi ke sana lagi, pa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka