icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Biru Affa

Bab 8 Tangan Penggenggam Negeri

Jumlah Kata:1249    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

elebihannya dan kek

ditutup rapat. Biarkan saja sejarah logo itu tenggelam, dan menjadi sebuah mitos yang t

ech. Keberadaan orang-orang baru yang berkuasa dan memainkan kehidupan seperti pio

khidmat. Namun, rasanya seperti

ng ditutupi cahaya ke negeri ini. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan kedua seniorku itu.

lah selesai. Sepertinya minggu depan aku bisa mulai berfokus sepenuhny

amu sudah kont

uat pek

ekan kemarin! Y

: Be

in aku coba hubungi untuk jadwal mingg

ot

beliau. Kalau nggak ada relasi secara

sih caranya

Maks

Dosen-dosen banyak y

usuh kalang

gan dibaha

adalah gak ad

GAK GIT

Maaf so

erlu. Aku hub

dan segera menghu

wa skripsi bapak. Saya mohon izin bertanya mewakili teman-teman yang skripsi ke bapak, untuk ko

at ini seluruh data telah selesai diproses. Saya h

m 7 pagi. Sebuah notifikasi lain masuk ke ponselku. Nam

masih belum dapat satupun

biasanya lamban di FTEI

a koordin

liau sangat selekti

ik. Terkadang sistem tidak berguna d

tar dan menutup chat itu. Mas Arrow

ikenal sebagai penghulu hari. Aku bersiap untuk berangkat dari tempat tinggal ke kampus. Ra

n saat aku berjalan ke lab. Aku tidak menjawab. Mungkin, a

ejaku. Aku segera membuka tugas akhirku dan melanjutkan pembukuan yang aku harapkan selesai dala

ntar Yusuf kesal.

f. Oke. Dia mulai menggangg

erpotong oleh ketukan pin

knya kamu yang buka," komentarku balik. Yusuf

anak lab, maupun Zihan Azizah. Kenapa Zihan Azizah? Dia adalah satu

, namun tidak pernah kosong. Aku melihat ke jadwal jaga, dan

uf. Aku bisa mendengar perc

tuk sesaat, sementara ketikanku terus berlanjut. Mutia melanjutka

an bahwasanya aku sibuk, dan aku tidak ingin diganggu. Biasanya anak itu juga

u tidak mendengar suara balasan dar

Yusuf. Biasanya ini anak berisik, tapi gak pernah h

Mutia tampak terkejut,

membela Mutia. Ini jadi drama, dan aku tidak s

dengar memasuki telingaku. Aku juga

ulu. Aku layani," ucapku kesal, tapi mengala

ut. Mutia dan Karim

n?" tanyaku. Mutia tampak dia

ya bahagia. Aku tidak sedikitpun merasa puas. Lagipula, bantuanku tidak banya

osi. Karim tampak tidak suka,

mua ini berkat k

komentarku. Karim mulai memasuki mode agamisnya dan sebelum

otongku sebelum Karim memulai ceramahnya. Karim pun menganggukkan k

itu tampak ragu, dan hanya memutar dua jari telunjukn

la. Dia meletakkan tasnya di meja sampingku, yang seh

erbau jaringan, dan itu menyebalkan. Aku lumayan paham jaringan, tapi tetap saja mal

p skripsi dia. Banyak masalah dari ujung ke ujung, entah bagaimana Mut

saat kami selesai membenahi skripsi

u selesaikan milikku sebelum jum'at," komentarku dingin

, yang aku acuhkan. Saat perempuan itu sudah k

ama ciwi tercantik," komentar Yu

ciwi tiga jam," komentar Siegfr

idak langsung menyelamatkanku dari peluru para

Mas Affa demi Mba Mutia?" tanya Ni

a mungkin dia memang suka Mutia? Tidak penting. Aku ingin kembal

ke kantor? Saya in

enyeb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Biru Affa
Hati Biru Affa
“"Kenapa Kakak justru mengkhianatiku!" Air itu jatuh dari mata perempuan berusia 17 tahun itu. Kakak yang dia percayai tentang semua isi hatinya, justru pergi jalan-jalan bersama laki-laki yang dia sukai. "Ini tidak seperti yang kamu lihat!" bantah perempuan berusia 21 tahun itu. Laki-laki berusia 21 tahun yang menyaksikan keributan yang menyaksikan dua temannya ribut itu hanya bisa menepuk kepalanya. Dia tidak berpikir masalah ini akan sampai pada tahap ribut seperti sekarang. "Kenapa!? Aku kira Kakak tulus!" bentak perempuan 17 tahun itu kepada figur yang telah dia anggap sebagai kakaknya sendiri. Seorang perempuan 18 tahun menahan temannya sebelum sebuah pukulan lepas dari tangan temannya itu mendarat pada figur kakaknya sendiri.”
1 Bab 1 Legend2 Bab 2 Perisai3 Bab 3 Kerja Sama4 Bab 4 Kesempatan5 Bab 5 Sakral6 Bab 6 Terlupakan7 Bab 7 Logo8 Bab 8 Tangan Penggenggam Negeri9 Bab 9 Disalahkan10 Bab 10 Seandainya Dia Masih Di Sini11 Bab 11 Cemburu12 Bab 12 Perasaan tanpa Arti13 Bab 13 Memancing Takdir14 Bab 14 Doa15 Bab 15 Waktu16 Bab 16 Sahabat dan Cinta17 Bab 17 Kepercayaan18 Bab 18 Hati19 Bab 19 Harapan20 Bab 20 Kepala Dingin21 Bab 21 Poker Face22 Bab 22 Konsekuensi23 Bab 23 Tanpa Hati24 Bab 24 Silver Suite25 Bab 25 Luka26 Bab 26 Tidak Ditemukan