icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Biru Affa

Bab 9 Disalahkan

Jumlah Kata:801    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

keluh salah satu rekan kelompokku. Aku

dosen tekno," keluh rekan kelompok yang lain. Aku juga tidak terlalu te

tu anggota. Aku langsung berdiri dari tempat

suhiku setelah ini. Keterlaluan saja sekarang menyalahkanku. Kemarin-kemarin kalian pada nongki gak jelas abai s

kali!" balas anggota itu. Ketua

kno. Mending kita mulai lakukan apa yang kita bisa aja dulu," sarannya seraya menengahi keribut

sudah siap secara penuh. Lagipula, semua sistem layanannya

ua pengaturan buat aplikasinya, lengkap. Masalahnya, kita gak ada ya

inya," usul salah satu anggota. Ogah. Aku tidak berniat berurusan denga

s berat, aku terima

i pun mencukupkan pertemuan pad

fa. Bisa k

di tempat aku tinggal ini. Pesan dari grup yang berisi keributan teru

ku bing

Soal a

akak tau ba

gak bahas itu kal

eh Kak ☹ Ma

: Kena

ingung

: Bing

Aini gak sih? ☹ Dia

skan untuk tidak mengatakan demikian. Mengingat kita bic

ang sibuk

o sibuk masih bisa

lain yang aku kenal. Dia tipikal simpel. Kek kemarin w

bisa nih biki

. Kasih de

mengir

ty:

. Aku per

bu. Diskon d

y: Se

0 ribu a

sih. Anak mana yang

akak harus tau ih.

ot

pi, Aini masih saja memaksakan diri me

a diganggu. Emang o

dikit intensitasnya. Sekalig

h. Tapi g

jut nanti. Mau l

ahlah. Ada pesan lain di daftar chatku, sa

bisa bantu

ek kimia. Coba

ada yang bisa. Kak Affa yang katanya

sama gambaran, sama aku

ah, Kak

y: Ma

p kak. Ma

aku akan mematikan layar pons

: Ke

chat itu dan menu

ada yang jago sama sistemnya, jadi kesulitan ma

isa kasih orang buat ketemu plus bantu kelompok

amanya

kk

ku kasih kont

ketua kelompokku

h. [Kontak: M

y: Ma

yang aku tidak kenal. Lebih baik menyelesaikan tugas Studio yang harus segera kelar. Memang waktunya seminggu, tapi ini bukan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Biru Affa
Hati Biru Affa
“"Kenapa Kakak justru mengkhianatiku!" Air itu jatuh dari mata perempuan berusia 17 tahun itu. Kakak yang dia percayai tentang semua isi hatinya, justru pergi jalan-jalan bersama laki-laki yang dia sukai. "Ini tidak seperti yang kamu lihat!" bantah perempuan berusia 21 tahun itu. Laki-laki berusia 21 tahun yang menyaksikan keributan yang menyaksikan dua temannya ribut itu hanya bisa menepuk kepalanya. Dia tidak berpikir masalah ini akan sampai pada tahap ribut seperti sekarang. "Kenapa!? Aku kira Kakak tulus!" bentak perempuan 17 tahun itu kepada figur yang telah dia anggap sebagai kakaknya sendiri. Seorang perempuan 18 tahun menahan temannya sebelum sebuah pukulan lepas dari tangan temannya itu mendarat pada figur kakaknya sendiri.”
1 Bab 1 Legend2 Bab 2 Perisai3 Bab 3 Kerja Sama4 Bab 4 Kesempatan5 Bab 5 Sakral6 Bab 6 Terlupakan7 Bab 7 Logo8 Bab 8 Tangan Penggenggam Negeri9 Bab 9 Disalahkan10 Bab 10 Seandainya Dia Masih Di Sini11 Bab 11 Cemburu12 Bab 12 Perasaan tanpa Arti13 Bab 13 Memancing Takdir14 Bab 14 Doa15 Bab 15 Waktu16 Bab 16 Sahabat dan Cinta17 Bab 17 Kepercayaan18 Bab 18 Hati19 Bab 19 Harapan20 Bab 20 Kepala Dingin21 Bab 21 Poker Face22 Bab 22 Konsekuensi23 Bab 23 Tanpa Hati24 Bab 24 Silver Suite25 Bab 25 Luka26 Bab 26 Tidak Ditemukan