icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hati Biru Affa

Bab 2 Perisai

Jumlah Kata:1062    |    Dirilis Pada: 30/03/2022

nya diperlukan, lalu ka

g dari laboratorium. Rahima sudah mengirimkan pesan dia akan lembur di kant

ersih, dan tentunya karena tidak sering dihuni. Biarpun aku dan Rahima punya rumah ini seka

gunjungi suatu tempat yang harusnya aku kunjungi lagi. 1 Maret adalah senin d

i. Ribuan gundukan tanah menandakan tempat akhir persemayaman manusia. Aku berjalan di setapak kecil menuju sat

rhembus. Sebuah salam untuk para penghuni yang telah beristir

pi legacy yang dia ciptakan akan terus berlanjut. Entah, apakah dia bangga, atau sedih k

buku kecil dari tas slempang yang ku bawa. Tulisan-

nya sering ke sini, baik sendiri maupun berdua. Tapi, 1 Maret berarti berbeda. Hari kelahiran kami. Masih ingat aku hadiah terakhir Kak Hamid kepada kami, dua buah jam tangan

ara itu. Rasanya sedih, tapi tetap harus kuat dan tabah. Aku dan Rahima telah mencapai leb

pan kenangan suram itu. Selama belum ada yang melindungi Rahima secara menyeluruh, sel

ngangkatan nyaris kacau karena dirinya seorang. Melihat adiknya dibuat menangis oleh senior-senior yang dimatanya tidak bertanggung jawab. Ha

ayasa. Dan fakta bahwa kami dipaksa angkatan sendiri untuk hadir pada hari itu membuat sebuah garis sekat pasca hari itu. Air y

astikan dia selalu tersenyum. Bahkan, banyak yang harus aku lakukan untuk merawat senyuman itu.

lum menghitam, selama itu kami berharga," gumamku kala aku tiba di rumah. Ya

lu." Aku memutuskan un

aikan. Dosen-dosen suka menelpon diriku jika aku tidak menjawab dalam lima menit dari pesan

Kak

Affa! Ba

ak Affa kok g

ak Affa

ali berangkat ke kampus. Semoga Dekker bersedia membantu dengan pekerjaan dari

m. Langkahku untuk berangkat terhenti,

! Giman

nta si May ya yang ngu

baru selesai saya desai

a buat kek sem

nanya apa saja. Lab kan semester ini cum

r: Iy

a bannernya. Mingg

rti Yusuf tahun l

ANGAN DI

sih sok san

Aku tunggu laporannya di rapat koordinasi

apat dadakan k

ak bisa mulai karena belum fix siapa aja mahasiswanya. Jadi terpaksa Jum'at

gat kok Fa. Tak

imeline bisa kena tegur

Sia

kemarin sudah sele

aja. Nanti

an mengirimkan pesan pribadi ke De

ekker.

ya mas. A

ng buat proyeka

a mas? Kalau apli

olishing aja kok, gak dari nol. Ini suda

UX atau f

: UI

uh, aku selesai dengan fungsionalnya. Namu

mas. Bisa kalau

Aku ke kamp

belum mas? Seingat saya ma

Bias

ku masih bisa membawa motor tanpa oleng. Aku pun menutu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hati Biru Affa
Hati Biru Affa
“"Kenapa Kakak justru mengkhianatiku!" Air itu jatuh dari mata perempuan berusia 17 tahun itu. Kakak yang dia percayai tentang semua isi hatinya, justru pergi jalan-jalan bersama laki-laki yang dia sukai. "Ini tidak seperti yang kamu lihat!" bantah perempuan berusia 21 tahun itu. Laki-laki berusia 21 tahun yang menyaksikan keributan yang menyaksikan dua temannya ribut itu hanya bisa menepuk kepalanya. Dia tidak berpikir masalah ini akan sampai pada tahap ribut seperti sekarang. "Kenapa!? Aku kira Kakak tulus!" bentak perempuan 17 tahun itu kepada figur yang telah dia anggap sebagai kakaknya sendiri. Seorang perempuan 18 tahun menahan temannya sebelum sebuah pukulan lepas dari tangan temannya itu mendarat pada figur kakaknya sendiri.”
1 Bab 1 Legend2 Bab 2 Perisai3 Bab 3 Kerja Sama4 Bab 4 Kesempatan5 Bab 5 Sakral6 Bab 6 Terlupakan7 Bab 7 Logo8 Bab 8 Tangan Penggenggam Negeri9 Bab 9 Disalahkan10 Bab 10 Seandainya Dia Masih Di Sini11 Bab 11 Cemburu12 Bab 12 Perasaan tanpa Arti13 Bab 13 Memancing Takdir14 Bab 14 Doa15 Bab 15 Waktu16 Bab 16 Sahabat dan Cinta17 Bab 17 Kepercayaan18 Bab 18 Hati19 Bab 19 Harapan20 Bab 20 Kepala Dingin21 Bab 21 Poker Face22 Bab 22 Konsekuensi23 Bab 23 Tanpa Hati24 Bab 24 Silver Suite25 Bab 25 Luka26 Bab 26 Tidak Ditemukan