icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pendekar Pedang Patah

Bab 9 Tulang Naga Langit

Jumlah Kata:1052    |    Dirilis Pada: 08/02/2022

lik itu bergerak zig-zag dengan cepat dan henda

un tidak tinggal diam, ia meraih tangan kiri Panca yang hendak

ET

rg

seketika karena di henta

an

kirinya yang berputar ke arah sebaliknya. Ke

kat pedang patah dibuat tak berdaya oleh seorang

erteriak, Bocah." Penculik itu merendah

u masih kes

rh

es keluar. Ia benar-benar marah dan kesal saat ini. Namun, tubuhnya saat ini tidak bisa berbuat banyak.

sini selagi sempat!"

nunduk dengan dua ta

aja, Bodoh! Lari dar

hidup mewah sepertinya mana punya keberanian untuk me

k akan tahu siapa sebenarnya dia s

limat dari Panca. Air mata membanjiri wajahnya. Kedua

rah itu, tapi konsentrasinya saat ini t

i sini! Jangan membuang waktu ata

jualmu di pasar gelap. Dan anak itu, dia lain cerita. Kami akan membuat penawaran dengan pemimpin sek

a maksud tad

t sebelum tinjunya mengenai wajah Panca, sesuatu terjadi. Asih berlari kencang dan mem

elah Asih memukulnya. Jasad tanpa kepala i

di. Di depannya saat ini, Asih dengan kedua mata yang tertutup o

." Panca kehab

apa saat mengetahui bahwa Asih memiliki kualitas tulang tingkat tingg

nya Asih bersimpuh di sebelah Panc

jadi? Bagaima

kan kepalanya t

ayo kita cepat perg

, bai

gan tangannya sendiri. Ia pasti sangat terguncang mentalnya saat ini. Dan Panca tidak ingin mendeba

berjalan

h bisa berjalan meski napasku terasa sesak

a kau kesal?!" sungut Asih yan

dipatahkan oleh orang asing?" tanya

saja

harus secepatnya pergi dari sini

ih menaikan kedua alisnya

dua kali mengatakan kata 'kami'. Be

bisa bocah berumur lima tahun sepertimu bisa tet

ti kutu karena

udah bakatku untuk b

ap Panca cukup lama seolah sedang menca

dak bisakah kau berjalan lebih cepat? K

erpegangan

ong Panca di punggungnya dan

ekik Panca masih terkejut dengan ke

tu ringan dan aku bisa bergerak sangat bebas. Rasanya seperti terl

lang seorang pendekar. Namun, bagaimana bis

ik menjadi kualitas tulang naga langit kalau tida tidak salah mengira. Kualitas tulang naga langit adalah kualita

an Asih di masa depan? Karena dia sudah tewas sebab tidak a

ma perjalanan. Ia benar-benar dibuat be

mbat. Wajah gadis berusia lima tahun itu mem

li. Dunia terasa berputar dan aku sangat

a kelebiha

tah Panca begitu mengetahui

bab ia merasa letih sekali. Sesaat setelah Panca mengi

h! Jangan tum

n ke pipi kiri Asih agar gadis kecil

doh!" Panca menggeram panik. Ia t

. Bukan karena hujan, tapi karena sesoso

Panca mendongak dengan wajah panik melihat sosok ba

ala

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pendekar Pedang Patah
Pendekar Pedang Patah
“Pancaka adalah musuh bagi seluruh sekte aliran putih, netral, dan hitam. Dia membuat onar dan meratakan semua sekte tanpa sebab. Namun, siapa sangka jika Panca sang pemegang pedang tanpa bilah yang sanggup menepis semua serangan itu berhasil dikalahkan. Ia dikalahkan dan dikirim kembali ke masa lalu. Akankah ia merubah sifatnya menjadi lebih baik setelah dikirim ke masa lalu, atau ia malah semakin menjadi jahat, siapa yang tahu?”
1 Bab 1 Takdir Sang Pendekar2 Bab 2 Perjalanan Baru Pancaka3 Bab 3 Sekte Pedang Suci4 Bab 4 Erlangga Kusuma5 Bab 5 Murid Baru6 Bab 6 Unjuk Kebolehan7 Bab 7 Penculikan Asih8 Bab 8 Sekte Awan Merah9 Bab 9 Tulang Naga Langit10 Bab 10 Bantuan11 Bab 11 Tumbang12 Bab 12 Racun Adamantis13 Bab 13 Misi Penyelamatan14 Bab 14 Bukit Kabut15 Bab 15 Takdir yang Berbeda16 Bab 16 Chimera17 Bab 17 Kembali Pulih18 Bab 18 Efek Samping19 Bab 19 Kedatangan Surawisesa20 Bab 20 Rencana Pemulihan21 Bab 21 Pendekar Berbakat22 Bab 22 Penyergapan23 Bab 23 Ibukota Mekarsari24 Bab 24 Aura Pembunuh25 Bab 25 Pertempuran di Malam Hari26 Bab 26 Rawa Rontek27 Bab 27 Situasi Genting28 Bab 28 Bencana29 Bab 29 Bayangan yang Merayap30 Bab 30 Kemelut Pertempuran31 Bab 31 Kematian Jaka32 Bab 32 Musuh Lain33 Bab 33 Tiga Lawan Satu34 Bab 34 Terpojok35 Bab 35 Jalan Buntu36 Bab 36 Jaya Drata37 Bab 37 Berlalunya Badai38 Bab 38 Berkabung39 Bab 39 Asih di Ambang Kematian40 Bab 40 Menjadi Mata-Mata41 Bab 41 Wanita Berambut Ular42 Bab 42 Siluman Hutan Lindung43 Bab 43 Desa Rondo44 Bab 44 Medusa45 Bab 45 Pertanyaan Maut46 Bab 46 Lembah Kematian Bagian Dalam47 Bab 47 Memancing Keributan48 Bab 48 Interogasi49 Bab 49 Informasi Besar50 Bab 50 Tesudut51 Bab 51 Teror Sekte Awan Merah52 Bab 52 Penyerangan ke Sekte Golok Putih53 Bab 53 Kehancuran Sekte Golok Putih54 Bab 54 Teror yang Menghantui