icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menjadikanmu milikku

Bab 4 3. Kembali

Jumlah Kata:1402    |    Dirilis Pada: 24/01/2022

Kem

*

ik Rasya. Kuda besi itu melaju di jalanan yang lengang.

aling berkecamuk. Bagaimana Ava tengah khawat

saja. Akan tetapi, kenyataan di mana ia juga akan bertemu ibu mertua menjadikan perasaan resah itu

Ava tidak menyadari jika mobil yang

am tangan sang istri. Cukup berhasil mem

rsenyum. Tangan Rasya terangkat

an itu malah mengedarkan pandangan keluar kaca mobil, menatap seke

ereka. Katakanlah ia menantu durhaka. Hanya saja sakit hati karena berbagai ucapan-

napas perlahan. Hanya untuk mencari kekuatan sebelum berperang. Ya, berper

a. Dengan sigap, Rasya menggenggam tan

mobil untuk turun bersama suaminya. Dengan tangan yang berkeringat, perem

mencoba memberi ketenangan dengan

n rumah. Suara perempuan menyapa. Desi—mama

a. Mama sudah kangen sama kamu." Setelah pelukan kedu

eneliti tubuh Ava dari atas hingga bawah. Tida

rbeda dengan Rasya yang memang memiliki sifat kurang peka. "M

raut wajah sang istri yang sudah te

buat Rasya tersadar. Perempuan paruh baya i

anis dari perempuan cantik itu. Sungguh tidak menyangka.

erucap dengan penuh penyesalannya.

kit. Apalagi saat sang suami mengucapkan maaf dengan

pa," jawab

istrinya, rasya menggandeng tangan A

ak, bibir tua itu tersenyum saat melihat kedatangan mereka. Meletakkan ke

meski sikap Desi telah berubah. Papa mertua tetap menyayanginya

anya dengan sayang. Menumpahka

a man

suara berat terdengar dari arah tangga. Seorang

elangkah mendekati sang kakak. Memeluknya erat untuk men

lah adik Rasya. Razali Kafka Yarendra. Ad

nya setelah ia melep

akaknya. Siapa lagi jika bukan Ava istri sang kakak. Ah wanita ini

ri sang kakak. Memeluk wanita yang ia cintai. Yang ia

ia menunjukkan sikap manja. Kafka pun tanpa risi selalu me

buat semua yang di sana ter

da terus kakak iparm

menjahilinya. Bukan begitu, Kak?" Kafka bert

ahili Ava? Benarkah? Tapi kenapa kamu tidak memin

" Rasya menjawabnya mudah dengan mengibaskan tang

un perasaanku yang masih sama.” Ucapan i

h siap untuk bergabun

kan tangan, memperlihatkan bahwa ia telah siap dalam segala ha

mengajaknya ke sini?" Raut wajah bahagia yang sebelumnya

at bisa menjawab pertanyaan dari Kafka yang membuat Ava gelisa

Ava. Ingin melawan pun, ia tidak ingin keadaan menjadi lebih

ndul. Ava itu seh

Semua karena papa mertuanya. Seseorang yang tidak pernah me

h punya anak." Ava semakin mencengkeram ujung dressnya

B

entikan Papanya sebelum berucap. Tidak

a mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Tidak ingin wan

yang lain," jawab Desi dengan tanpa meng

, Ma?” Kafka mena

dipangku. Beralih menatap penuh pada Kafka. "Mereka punya putri yang juga

ud dari mamanya. "Mama mau menjodohkan aku?" Tunju

pa en

dengan cara Mama yang seperti ini." Tidak, Kafka tidak akan membiarkan hal ini. I

terbaik untuk kamu. Terutama yang sehat. Biar Mama bisa punya cucu." Desi sengaja me

pat Kafka membalas, sebuah s

ng berdiri untuk menyambut sang tamu. Terlihat dua orang paruh

a," puji Desi pada gadis itu. Me

ucap perempuan it

alih pada Kafka. "Gim

i memasang wajah dingin. Begitulah ia jika pada seseorang

"Maafkan sikap Kafka, ya, Sayang. Dia memang begitu kalau

dinya, ada teman Zizi yang menginap di rumah. Jadin

k papa, Sayang. Terus,

nte. Sebentar lagi

at semua orang mengalihkan pandangan. Sosok gadis de

as

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 1. After 3 Bab 3 2. Siap Kembali4 Bab 4 3. Kembali5 Bab 5 4. Teman Lama6 Bab 6 5. Tangisan Ava7 Bab 7 6. Rencana Desi8 Bab 8 7. Menemani9 Bab 9 8. Kemarahan Yarendra10 Bab 10 9. Benak Kafka11 Bab 11 10. Membuntuti12 Bab 12 11. Kebetulan13 Bab 13 12. Kesalahan14 Bab 14 13. Peringatan15 Bab 15 14. Gelisah16 Bab 16 15. Konsultasi17 Bab 17 16. Kesempatan18 Bab 18 17. Ternyata19 Bab 19 18. Salah Minum20 Bab 20 19. Panas21 Bab 21 20. Sesal22 Bab 22 21. Amarah Rasya23 Bab 23 22. Kedatangan Kafka24 Bab 24 23. Memaksa25 Bab 25 24. Pelukan Kafka26 Bab 26 25. Pertengkaran27 Bab 27 26. Nostalgia28 Bab 28 27. Curhat29 Bab 29 28. Flashback Rasya30 Bab 30 29. Bimbang31 Bab 31 30. Permintaan Desi32 Bab 32 31. Penyiksaan33 Bab 33 32. Maaf34 Bab 34 33. Kekesalan Kafka35 Bab 35 34. Rencana Liburan36 Bab 36 35. Ajakan Desi37 Bab 37 36. Puncak38 Bab 38 37. Kebun Teh39 Bab 39 38. Pengakuan40 Bab 40 39. Takut41 Bab 41 40. Tersesat42 Bab 42 Menemukanmu43 Bab 43 Keputusan44 Bab 44 Menyerah45 Bab 45 Galau46 Bab 46 Acuh47 Bab 47 Mabuk48 Bab 48 Menginap49 Bab 49 Selingkuh50 Bab 50 Sentuhan51 Bab 51 Kepulangan Ava52 Bab 52 Kebahagiaan Kafka53 Bab 53 Curiga54 Bab 54 Ketahuan55 Bab 55 Murka56 Bab 56 Kabar Bahagia57 Bab 57 Kebenaran58 Bab 58 Permintaan Ava59 Bab 59 Marah60 Bab 60 Pengadilan61 Bab 61 Pembatalan62 Bab 62 Lamaran63 Bab 63 Kecelakaan64 Bab 64 Kehilangan65 Bab 65 Pilu66 Bab 66 Pelajaran67 Bab 67 Pergi68 Bab 68 Penyatuan69 Bab 69 Berangkat70 Bab 70 Tiba71 Bab 71 Kehilangan72 Bab 72 Memulai73 Bab 73 Mengejutkan74 Bab 74 Sulit dipercaya75 Bab 75 Morning Sickness76 Bab 76 Frustrasi77 Bab 77 Pilu78 Bab 78 Kabar mengejutkan79 Bab 79 Permintaan Kafka80 Bab 80 Mencoba81 Bab 81 Membujuk82 Bab 82 Kembalinya Ava83 Bab 83 Menjenguk84 Bab 84 Pinangan85 Bab 85 Rencana Pernikahan86 Bab 86 Pernikahan87 Bab 87 Tidak Masuk Akal88 Bab 88 Permintaan Tengah Malam89 Bab 89 Sabar90 Bab 90 Rujak91 Bab 91 Terima kasih, Sayang92 Bab 92 Kedatangan Ava93 Bab 93 Welcome Darendra94 Bab 94 Kembali Utuh95 Bab 95 Menjadi Orang Tua96 Bab 96 Ending