icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Penulis: Darmini
icon

Bab 1 mengejek kesunyian di rumah

Jumlah Kata:907    |    Dirilis Pada: 22/12/2025

ngin. Elara duduk mematung. Di hadapannya, sebuah kue tart kecil dengan lilin angka tiga yang sudah meleleh hingga mengenai lapi

mereka yang ketiga. Dan seperti dua tahu

gar tidak perlu pulang dan melihat wajahnya. Elara menarik napas panjang, mencoba mengusir rasa sesak yang mulai merayap di dadanya. Ia sudah terbiasa, buk

au ia harus menelan semu

sebuah reaksi tubuh yang masih saja bodoh setelah tiga tahun disakiti. Ia segera berdiri, merapika

nya tersampir di lengan, dasinya sudah dilonggarkan. Wajahnya yang tampan terlihat

suara Julian re

gatan pernikahan kita," jawab Elara lembut,

dengan gerakan kasar. "Peringatan? Maksudmu peringatan tiga tahun sejak kau menjebakku dal

Aku memasak makanan kesukaanmu. Hanya sebentar saja,

ai ujung kaki. Tatapannya penuh penghinaan. "Kau dandan seperti ini hanya untuk memamerkan betapa ka

ku hanya ingin kita mencoba lagi. Tiga tahun sud

reka sampai Elara bisa mencium aroma alkohol tipis dan parfum pria yang mahal dari tubuh suaminya. Julian menarik kotak

ian mengangkat kotak itu dengan uju

suka mengoleksi jam tangan," kata

n saja uangmu, Elara. Aku tidak butuh barang-barang yang dibeli dengan rasa bersalah. Kau tahu apa yang

ali mendengar kata cerai keluar dari mulut Julian, setiap kali pria itu me

gan suara bergetar. "Aku mencintaimu sejak kita

si gila. Kau menghancurkan hubunganku dengan wanita yang kucintai, kau mengancam masa depan keluargaku, dan kau menyeretku ke sini hany

lalu membuangnya ke lantai. "Kuenya hambar. Sama seperti pernikahan ini

i. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah juga. Ia melihat kue yang berantakan di

a yang sesak. Selama tiga tahun ini, ia selalu percaya bahwa dengan kesabaran, Julian akan luluh. Ia percaya bahwa jik

hwa ia telah membohongi dirinya sendiri. Ia terlalu percaya diri dengan kekua

tidak sedang membangun rumah tangga. Aku sedang membangun p

nita di sana terlihat cantik, namun matanya kosong. Tak ada lagi sisa-sisa kesombongan putri konglomerat yang biasanya ia bangg

ntai dapur yang dingin, bersama sisa-sisa perayaan yang hancur, men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
“Sejak kecil, bagi Elara, dunia hanya berputar pada satu poros: Julian. Terobsesi untuk memiliki pria yang menjadi cinta pertamanya itu, Elara menggunakan pengaruh besar keluarganya yang konglomerat untuk memutus hubungan Julian dengan kekasih masa mudanya. Dengan licin dan tanpa ampun, Elara "membeli" restu keluarga Julian, memaksa pria itu masuk ke dalam sangkar emas pernikahan. Elara adalah wanita yang tinggi hati dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Baginya, penolakan Julian hanyalah sebuah tantangan, bukan tanda untuk berhenti. Namun, ia meremehkan satu hal: kebencian seorang pria yang merasa terampas kebebasannya. Selama tiga tahun, rumah megah mereka hanyalah sebuah makam bagi kebahagiaan. Julian memperlakukan Elara dengan dingin yang membekukan, bahkan terang-terangan menunjukkan rasa muak setiap kali mereka berada di ruangan yang sama. Elara yang keras kepala akhirnya mulai hancur; ia menyadari bahwa meski ia memiliki tubuh Julian, ia tak akan pernah bisa menyentuh jiwanya. Berada di titik nadir dan menyadari bahwa cintanya telah menjadi racun bagi dirinya sendiri, Elara akhirnya melakukan hal yang tak pernah dibayangkan siapa pun: ia mengibarkan bendera putih. Elara memutuskan untuk melepaskan segalanya dan menghilang dari hidup Julian. Kini, saat Elara benar-benar pergi dan tak lagi mengejarnya, akankah Julian merasakan kebebasan yang ia dambakan, atau justru baru menyadari bahwa benci dan cinta hanya terpisah sekat yang sangat tipis? Mampukah sisa-sisa perasaan Elara meluluhkan dinding kebencian Julian sebelum semuanya terlambat?”
1 Bab 1 mengejek kesunyian di rumah2 Bab 2 mata Elara yang bengkak3 Bab 3 Elara sang Putri Konglomerat4 Bab 4 tanggung jawab5 Bab 5 hanya ada deretan ruko tua6 Bab 6 tidak berani mengeluh7 Bab 7 hampir dua jam8 Bab 8 sigap mengganti kompres9 Bab 9 Dia merasa sangat asing10 Bab 10 taman yang temaram11 Bab 11 suasana di meja makan12 Bab 12 tidak berangkat ke kantor13 Bab 13 guratan stres14 Bab 14 mobil di depan lobi15 Bab 15 satpam yang biasanya cuek16 Bab 16 sibuk di halaman belakang17 Bab 17 sesuatu yang dulu haram18 Bab 18 sepertinya sedang tidak kompromi19 Bab 19 selembar kertas undangan20 Bab 20 setelah keriuhan21 Bab 21 sudah mulai bisa lari-larian22 Bab 22 Bocah itu tumbuh dengan kaki yang lincah23 Bab 23 sekitar rumah