icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Bab 3 Elara sang Putri Konglomerat

Jumlah Kata:1274    |    Dirilis Pada: 22/12/2025

n rancangan desainer ternama atau tas kulit buaya yang berderet di rak kaca. Semua itu adalah simbol "Elara sang Putri Konglomerat," identitas yang selama ini dia gunakan untuk menutu

habis. Selama berbulan-bulan, kepalanya terus berdenyut karena kurang tidur dan tekanan batin, tapi Ju

ria itu biasanya tidak pulang secepat ini. Dengan gerakan panik, Elara mendorong kopernya ke bawah kolong tempat tidur

ai kemeja yang sama dengan yang dia pakai saat membuang makan siang E

elabuhan?" tanya Julian tanpa basa-basi. S

at. "Ada di brankas ruang kerja bawah. Ke

erakhir. Dia bilang, dia hanya akan menandatanganinya kalau aku membawamu makan malam ke rumahn

melakukannya sejak tahun pertama kita menikah. Aku tidak perlu menunggu

telunjuknya. "Aku tahu taktikmu. Kau pura-pura jadi korban, lalu lari ke pelukan ayahmu agar dia bisa

ingin menangis, tapi rasa lelah yang luar biasa. Dia berdiri, menatap tepat ke mata

jangan pergi,"

tegun seje

iarkan perusahaanmu goyah. Bukankah itu yang kau mau? Kebebasan? Ambil saja kebebasanmu, Julian. Ja

akan memohon maaf atau mencoba menjelaskan dengan suara yang gemetar. Tapi kali ini, mata Elara terlih

?" desis Julian, mencoba menutup

Julian. Aku mau istirahat," Elara berbalik, membelakangi Julia

hingga terjatuh, lalu keluar dari kamar sambil membanting pintu

anyak waktu. Julian mungkin akan pergi ke rumah ayahnya sendirian atau

ai pria itu sejak mereka masih bermain di taman belakang rumah belasan tahun lalu. Dia ingin menulis bagaimana dia se

, kata-katanya adalah sampah.

endek di atas kertas putih bersih: "Aku m

nikahannya. Dia merasa seperti sedang melepaskan bagian dari nyawanya, tapi di

pernikahan mereka-foto-foto yang semuanya terasa seperti kebohongan besar. Dia turun melalui tangga pela

amping, tempat dia sudah memesan taksi online dengan akun baru yang tidak terhubung dengan kartu kredit keluarganya. Dia menggunakan sisa uang t

belakang untuk terakhir kalinya. Lampu di kamar utama masih menyala. Di sana, ada se

jatuh, satu tetes yang panas, namun kali ini rasanya berbeda.

a membuang potongan plastik kecil itu ke luar jendela. Dia tahu ayahnya bisa melacaknya

Dia tahu Julian dan ayahnya akan mengecek manifestasi penerbangan terlebih dahulu. Di terminal yang

tahu hanyalah dia harus pergi sejauh mungkin dari nama besar keluar

rkan sebotol air mineral. "Mau ke mana, Nak? Ma

sangat asing di wajahnya. "Ke tempat yang jauh, B

arikan diri dari hidupnya di terminal ini. "Kadang, menjadi orang asing it

al sebagai istri Julian, sebagai putri konglomerat, sebagai wanita sombong yang

enaga yang tersisa. Dia melangkah masuk ke dalam bus tua yang kursinya sudah sobek di sana-s

ru saja kembali ke rumah dan menemukan cincin itu di atas bantal. Apakah Julian akan merasa senang? Apakah di

ya. "Berhenti berharap, Elara. Dia

dia, kopernya, dan hati yang hancur berkeping-keping yang harus dia rekat kembali sendirian. Dia tidak tahu ap

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
“Sejak kecil, bagi Elara, dunia hanya berputar pada satu poros: Julian. Terobsesi untuk memiliki pria yang menjadi cinta pertamanya itu, Elara menggunakan pengaruh besar keluarganya yang konglomerat untuk memutus hubungan Julian dengan kekasih masa mudanya. Dengan licin dan tanpa ampun, Elara "membeli" restu keluarga Julian, memaksa pria itu masuk ke dalam sangkar emas pernikahan. Elara adalah wanita yang tinggi hati dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Baginya, penolakan Julian hanyalah sebuah tantangan, bukan tanda untuk berhenti. Namun, ia meremehkan satu hal: kebencian seorang pria yang merasa terampas kebebasannya. Selama tiga tahun, rumah megah mereka hanyalah sebuah makam bagi kebahagiaan. Julian memperlakukan Elara dengan dingin yang membekukan, bahkan terang-terangan menunjukkan rasa muak setiap kali mereka berada di ruangan yang sama. Elara yang keras kepala akhirnya mulai hancur; ia menyadari bahwa meski ia memiliki tubuh Julian, ia tak akan pernah bisa menyentuh jiwanya. Berada di titik nadir dan menyadari bahwa cintanya telah menjadi racun bagi dirinya sendiri, Elara akhirnya melakukan hal yang tak pernah dibayangkan siapa pun: ia mengibarkan bendera putih. Elara memutuskan untuk melepaskan segalanya dan menghilang dari hidup Julian. Kini, saat Elara benar-benar pergi dan tak lagi mengejarnya, akankah Julian merasakan kebebasan yang ia dambakan, atau justru baru menyadari bahwa benci dan cinta hanya terpisah sekat yang sangat tipis? Mampukah sisa-sisa perasaan Elara meluluhkan dinding kebencian Julian sebelum semuanya terlambat?”
1 Bab 1 mengejek kesunyian di rumah2 Bab 2 mata Elara yang bengkak3 Bab 3 Elara sang Putri Konglomerat4 Bab 4 tanggung jawab5 Bab 5 hanya ada deretan ruko tua6 Bab 6 tidak berani mengeluh7 Bab 7 hampir dua jam8 Bab 8 sigap mengganti kompres9 Bab 9 Dia merasa sangat asing10 Bab 10 taman yang temaram11 Bab 11 suasana di meja makan12 Bab 12 tidak berangkat ke kantor13 Bab 13 guratan stres14 Bab 14 mobil di depan lobi15 Bab 15 satpam yang biasanya cuek16 Bab 16 sibuk di halaman belakang17 Bab 17 sesuatu yang dulu haram18 Bab 18 sepertinya sedang tidak kompromi19 Bab 19 selembar kertas undangan20 Bab 20 setelah keriuhan21 Bab 21 sudah mulai bisa lari-larian22 Bab 22 Bocah itu tumbuh dengan kaki yang lincah23 Bab 23 sekitar rumah