icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mencintai Monster yang Kupanggil Suami

Bab 4 tanggung jawab

Jumlah Kata:1444    |    Dirilis Pada: 22/12/2025

adi benar-benar sebuah bencana. Ayah Elara, pria tua sombong itu, terus-terusan menyindir soal "tanggung jawab" dan "keseti

ohong, bilang kalau Elara mendadak migrain parah dan tidak bisa ikut. Dia pikir Elar

gkah menaiki tangga. "Kau puas sekarang? Kau pu

nai langkah kaki Elara yang terburu-buru menghampirinya. Julian masuk ke kamar utama dengan langkah kasar. Di

mar itu

haya hangat yang terasa kontras dengan dinginnya suasana hati Julian

ulian berjalan menuju pintu kamar mandi dan membukanya dengan sekali sentak. Ko

enangkap sesuatu di atas bantalnya. Sebuah benda kecil yang berkila

pernikahan mereka. Cincin yang dulu dipaksakan Elara untuk dia pakai, cincin yang selama tig

ulisan tangan Elara yang rapi namun tampak terburu-b

ketika, tawa kering yang penuh ejekan. "Kebebasan? Drama apalagi ini, E

tel mewah atau bersembunyi di salah satu rumah temannya, menunggu Julian datang menjemput sambil membawa bunga dan kata

dia dambakan. Tapi entah kenapa, matanya sulit terpejam. Dia terbiasa mendengar suara napas halus Elara di sisi lain tempat t

perawatan kulit dan alat rias yang berserakan. Julian membuka laci meja tersebut. Kosong. Dia beralih ke lemari pakaian. Saat membukanya,

neh. Kalau ini cuma gertakan,

dapat dihubungi. Dia mencoba lagi. Tetap sama. Julian mengumpat pelan. Dia lalu menelpon s

," desi

mberitahunya dengan riang, seolah-olah semua miliknya adalah milik Julian juga. Saat dibuka, perhiasan emas dan berli

pergi tanpa membawa harta keluarg

ng tadi di kantor. Dia ingat bagaimana dia membuang kotak makan siang dari Elara ke tempat sampah. Dia i

enciku? Suara Elara se

a kesunyian, tapi kali ini suaranya tidak terdengar

ara. Julian merasa heroik saat membela Clara dan menghina Elara tadi. Tapi sekarang, saat musuhnya sudah benar-benar menye

lau dia menelpon sekarang, itu sama saja mengakui bahwa dia tidak becus menjag

perti dia tidak akan bertahan hidup sendirian tanpa kartu kredit dan

berlalu, dan t

n tanpa kopi yang sudah disiapkan di meja makan. Dia mulai terbiasa pulang ke rumah yang

dak ada lagi yang mengatur jadwal makannya. Tapi anehnya, Julian justru merasa kehilangan arah. Dia mendapati dirinya sering mel

al bagaimana mereka bisa bersama sekarang karena Elara sudah tidak ada. Tapi Julian tidak mendengarkan. Matanya terp

aku tidak?" Clara me

enarik tangannya dengan

nita itu? Julian, dia pergi karena dia ingin membuatmu merasa bers

ertian sedunia. Tapi sekarang, entah kenapa, suara Clara terdengar sangat cempren

alau aku bertanya-tanya di m

benci, kan?" Cla

membencinya. Tapi kenapa saat ini, dia merasa ingin

yah Elara. Pria tua itu berdiri di ruang tamu dengan wajah m

Julian?" suara pri

Dia... dia pergi, Yah.

padaku! Aku sudah mengecek semua bandara, semua stasiun, semua pelabuhan atas na

pergi sendiri!" balas Julian, me

ampai seujung rambut Elara terluka karena kau, atau kalau dia tidak ketemu dalam waktu tiga hari, aku

ari skala masalah yang dia hadapi. Elara tidak sedang bermain drama. Ela

rsadar akan satu kenyataan pahit: selama tiga tahun menikah, dia tidak tahu siapa teman dekat Elara. Dia tidak tahu ke mana Elara s

ulian pada dirinya sendiri

elah membutakannya. Dia terlalu sibuk membangun dinding pertahanan sampai dia tidak sadar bahwa oran

Dan Julian mulai merasa ketakutan-ketakutan bahwa "jangan cari aku" yang ditulis E

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
“Sejak kecil, bagi Elara, dunia hanya berputar pada satu poros: Julian. Terobsesi untuk memiliki pria yang menjadi cinta pertamanya itu, Elara menggunakan pengaruh besar keluarganya yang konglomerat untuk memutus hubungan Julian dengan kekasih masa mudanya. Dengan licin dan tanpa ampun, Elara "membeli" restu keluarga Julian, memaksa pria itu masuk ke dalam sangkar emas pernikahan. Elara adalah wanita yang tinggi hati dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Baginya, penolakan Julian hanyalah sebuah tantangan, bukan tanda untuk berhenti. Namun, ia meremehkan satu hal: kebencian seorang pria yang merasa terampas kebebasannya. Selama tiga tahun, rumah megah mereka hanyalah sebuah makam bagi kebahagiaan. Julian memperlakukan Elara dengan dingin yang membekukan, bahkan terang-terangan menunjukkan rasa muak setiap kali mereka berada di ruangan yang sama. Elara yang keras kepala akhirnya mulai hancur; ia menyadari bahwa meski ia memiliki tubuh Julian, ia tak akan pernah bisa menyentuh jiwanya. Berada di titik nadir dan menyadari bahwa cintanya telah menjadi racun bagi dirinya sendiri, Elara akhirnya melakukan hal yang tak pernah dibayangkan siapa pun: ia mengibarkan bendera putih. Elara memutuskan untuk melepaskan segalanya dan menghilang dari hidup Julian. Kini, saat Elara benar-benar pergi dan tak lagi mengejarnya, akankah Julian merasakan kebebasan yang ia dambakan, atau justru baru menyadari bahwa benci dan cinta hanya terpisah sekat yang sangat tipis? Mampukah sisa-sisa perasaan Elara meluluhkan dinding kebencian Julian sebelum semuanya terlambat?”
1 Bab 1 mengejek kesunyian di rumah2 Bab 2 mata Elara yang bengkak3 Bab 3 Elara sang Putri Konglomerat4 Bab 4 tanggung jawab5 Bab 5 hanya ada deretan ruko tua6 Bab 6 tidak berani mengeluh7 Bab 7 hampir dua jam8 Bab 8 sigap mengganti kompres9 Bab 9 Dia merasa sangat asing10 Bab 10 taman yang temaram11 Bab 11 suasana di meja makan12 Bab 12 tidak berangkat ke kantor13 Bab 13 guratan stres14 Bab 14 mobil di depan lobi15 Bab 15 satpam yang biasanya cuek16 Bab 16 sibuk di halaman belakang17 Bab 17 sesuatu yang dulu haram18 Bab 18 sepertinya sedang tidak kompromi19 Bab 19 selembar kertas undangan20 Bab 20 setelah keriuhan21 Bab 21 sudah mulai bisa lari-larian22 Bab 22 Bocah itu tumbuh dengan kaki yang lincah23 Bab 23 sekitar rumah