icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah

Bab 4 

Jumlah Kata:459    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

ara

dari luar menerobos masuk, menyinari tubuhku yang tergeletak tak berdaya

digigit anjing berdarah-darah, dan perutku yang membesa

, sisa tenaga terakhir

yaris tak

tanyanya, suaranya gemetar. "Kenapa kau di sini? Apa

.. istri Ardy..." Gumamku,

gkar di jari manisku. Cincin itu berlumuran darah, hampir tak terlihat dalam ca

encoba melihat cincin itu. D

n konsekuensi jika membantuku. Lalu, d

ang kebun. Saya menemukan Nyonya Zahara di gudang. Dia...

rdy dari telepon, ada

strid bilang dia

nnya digigit anjing, dan ada banyak darah d

u punya cara untuk menarik perhatian. Aku tahu dia licik. Jangan pe

Pak Ujang menco

lang jangan ikut campur! Biarkan dia di s

lan te

ewati ku, mengambil sesuatu dari tumpukan kardus. Aku mengir

li. Matanya yang

katanya, suaranya mantap. "Aku ti

mil. Aku tidak bisa membayangkan jika dia dalam bahaya

tak tertahankan, tapi ada kelegaan kecil menyelimu

katanya. Dia berteriak, meminta

ega. Setidaknya, bay

t, yang kami temukan adalah kekosongan. Rumah sakit itu sepi. Se

anya untuk memastikan Kamila mendapatkan perawatan terbaik. Bahkan untukku, istrinya sendiri, dia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
Mantan Suamiku, Penyesalanmu Terlambat Sudah
“Di gudang tua yang dingin, aku akan melahirkan. Namun, suamiku, Ardy, justru mengurungku di sini atas hasutan selingkuhannya, Kamila. "Jangan pernah berpikir aku akan membiarkanmu berhasil," desis adik iparku, Astrid, dari balik pintu yang terkunci. Dia berbohong pada Ardy di telepon, mengatakan aku hanya berpura-pura sakit untuk menarik perhatian. "Biarkan dia di sana. Kalau dia memang akan melahirkan, biarkan dia melahirkan di sana," perintah Ardy dengan dingin. Astrid bahkan melepaskan anjing Doberman untuk menyerangku. Aku kehilangan bayiku dan nyawaku sendiri dalam genangan darah dan keputusasaan. Aku tidak mengerti, mengapa cinta yang begitu tulus dibalas dengan pengkhianatan yang begitu kejam? Mengapa dia dan keluarganya ingin aku dan anakku mati? Saat membuka mata lagi, aku terlahir kembali sebagai Zahara Widoretno, putri tunggal dari keluarga konglomerat yang kutinggalkan demi cinta. Kali ini, aku akan mengambil kembali semua yang menjadi milikku dan membuat mereka membayar dengan darah.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10