Gavin
18 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Gavin
Rapat Penting Itu Hanya Dusta
Romantis Mobilku hancur menabrak pembatas jalan, kakiku terjepit, dan darah mengucur deras di tengah hujan lebat.
Dalam kepanikan antara hidup dan mati, aku menelepon suamiku, Roni, memohon pertolongan.
Tapi dia malah mematikan teleponku dengan kasar.
"Aku sedang rapat penting! Jangan ganggu aku!" bentaknya sebelum sambungan terputus.
Aku pingsan menahan sakit, mengira dia benar-benar sibuk menyelamatkan perusahaan.
Namun, kebenaran yang kutemukan kemudian jauh lebih menyakitkan daripada luka fisikku.
Di fitur 'Close Friend' Instagram sekretarisnya, Chika, terpampang foto tangan Roni sedang memegang obat kucing.
Caption-nya menusuk hati: "Makasih Pak Bos selalu ada di saat genting."
Ternyata, 'rapat penting' itu hanyalah menemani selingkuhannya ke dokter hewan.
Nyawaku ternyata lebih murah daripada seekor kucing peliharaan pelakor.
Saat aku menuntut penjelasan, Roni malah menuduhku egois dan drama.
"Kamu selamat kan? Bersyukurlah, jangan lebay," katanya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Hingga akhirnya, di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-10, dia malah memberikan proyek impianku pada Chika di depan umum.
Cukup sudah.
Aku meletakkan surat cerai dan pengunduran diri di atas meja.
"Tanda tangani ini, Roni. Aku pergi."
Dia tertawa meremehkan, yakin aku tak bisa hidup tanpanya dan akan kembali mengemis.
Dia tidak tahu, kali ini aku tidak akan pernah menoleh ke belakang lagi. Obat Posesif Untuk Ratu Es
Romantis Di kantor, aku dikenal sebagai "Ratu Es" yang sempurna dan tak tersentuh.
Namun di balik topeng itu, aku menyembunyikan neraka bernama PGAD-kelainan yang membuat tubuhku terus-menerus berada dalam gairah seksual yang menyiksa tanpa obat penekan hormon.
Bencana terjadi saat gathering kantor di Puncak: aku lupa membawa obat penyelamatku, dan parahnya, aku dipaksa berbagi kamar sempit dengan Dhimas Pakpahan, atasan kaku yang paling kutakuti.
Malam itu, pertahananku runtuh.
Dhimas tidak hanya menyaksikan tubuhku menggeliat liar di luar kendali, dia juga yang turun tangan "menjinakkan" gairahku dengan sentuhan intim yang menghancurkan batas profesionalisme kami.
Keesokan harinya, saat seorang rekan kerja mesum mencoba memperkosaku karena melihat kondisiku yang kacau, Dhimas mengamuk dan menghajarnya hingga babak belur.
Namun, ketakutan sejatiku justru muncul setelahnya.
Bukan karena darah yang tumpah, melainkan saat Dhimas mendekapku erat di depan semua orang, menatapku dengan obsesi gelap, dan menyatakan klaimnya:
"Mulai sekarang, kamu adalah tanggung jawabku. Hanya aku yang boleh menjadi 'obat' bagi tubuhmu." Bukan Takdirku Mati Dalam Api
Romantis "Kita akan mencampakkannya setelah koleksi musim panas selesai!"
Tawa Dzaki, kekasihku selama tiga tahun, terdengar jelas dari balik pilar kapal pesiar, menghancurkan duniaku dalam sekejap.
Ternyata, hubungan manis kami hanyalah skenario balas dendam demi Rosa, wanita yang memfitnahku mencuri desainnya.
Tidak cukup hanya memanfaatkanku sebagai desainer bayangan, mereka memberiku obat yang merusak organ secara perlahan.
Bahkan, mereka merencanakan kebakaran di sebuah villa untuk melenyapkan jejakku selamanya, seolah-olah itu kecelakaan tragis.
Aku mendengar Dzaki setuju untuk "memberiku pelajaran" terakhir itu dengan dingin.
Hatiku hancur berkeping-keping menyadari pria yang kucintai ternyata adalah monster yang ingin membunuhku.
Tapi aku tidak akan mati semudah itu.
Aku memalsukan kematianku di dalam kobaran api villa itu, meninggalkan cincin tunangan kami di samping mayat palsu, dan terbang ke Milan.
Tiga tahun kemudian, aku kembali ke Jakarta sebagai Gia, desainer kelas dunia yang dingin dan tak tersentuh.
Saat Dzaki menatapku di runway dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu, aku tersenyum miring.
"Maaf, Tuan. Anda salah orang. Gita yang bodoh itu sudah Anda bunuh tiga tahun lalu."
Permainan baru saja dimulai, Sayang. Kembalinya Arsitek Hebat Bernama Diah
Romantis Di ulang tahun pernikahan kami yang kelima, aku berdiri gemetar memegang test pack positif, siap memberikan kejutan terindah untuk suamiku.
Namun, kejutan itu berbalik menamparku saat aku melihat Bara justru sedang memeluk mesra sepupuku sendiri, Fathia, di ruang kerjanya.
"Diah itu membosankan, sayang. Dia cuma pajangan rumah yang patuh, tidak ada gairah," kata Bara dengan nada meremehkan yang belum pernah kudengar sebelumnya.
Saat Fathia khawatir aku akan hamil, Bara tertawa dan berkata, "Tenang saja, dia tidak hamil. Lagipula, dia terlalu sibuk dengan hal tidak penting."
Darahku mendidih, tapi aku menahan diri untuk tidak melabrak mereka saat itu juga.
Aku menyimpan kembali alat tes kehamilan itu ke dalam kotak beludru. Bara tidak pantas tahu bahwa dia akan menjadi ayah.
Aku menghapus air mataku dan memasang topeng senyum terbaikku.
Aku akan bersandiwara menjadi istri sempurna selama tiga hari terakhir ini, lalu menghilang selamanya dari hidup mereka dengan membawa serta anakku. Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
Romantis Delapan tahun menanti buah hati lewat siksaan IVF, akhirnya garis dua itu muncul.
Berniat memberi kejutan, aku justru memergoki suamiku, Aditya, sedang tertawa bahagia memilih baju bayi bersama wanita lain yang perutnya membuncit.
Saat aku menuntut penjelasan, wanita itu berpura-pura kesakitan.
Tanpa ragu, Aditya mendorongku hingga tersungkur demi melindungi wanita itu.
"Jangan sentuh Nasywa! Dia sedang mengandung anakku!" bentaknya, lalu pergi meninggalkanku yang kesakitan di lantai mal yang dingin.
Hari itu, sementara dia menyambut kelahiran anak dari selingkuhannya dengan sukacita, aku terbaring dingin di ruang operasi.
Aku harus merelakan janin yang paling kunanti untuk pergi selamanya, karena hatiku sudah lebih dulu mati.
Lima tahun berlalu, aku kembali sebagai wanita sukses yang berdiri tegak di atas panggung.
Aditya, yang kini hidup berantakan, kurus, dan penuh penyesalan, datang mengemis di kakiku meminta kesempatan kedua.
Aku hanya tersenyum tipis, menatap matanya yang sembab, lalu berkata dengan dingin:
"Anda siapa? Amelia yang mencintaimu sudah mati lima tahun lalu." Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
Romantis Demi menyelamatkan seorang influencer muda yang terkena skandal, suamiku memintaku untuk bercerai dan menjadi kambing hitam.
Meisya, anak angkat dari mendiang sopirnya, tertangkap kamera masuk hotel dengan pria beristri.
Namun, Galvin justru menyuruhku mengorbankan diri.
"Indri, reputasimu bisa menyelamatkan Meisya. Kita cerai dulu, biarkan publik mengira kau istri yang jahat dan gila harta."
Di kehidupan sebelumnya, aku menangis dan menolak ide gila itu.
Akibatnya, Galvin merekam amukanku diam-diam, mengeditnya, dan menyebarkannya ke internet.
Aku dihujat satu Indonesia sebagai wanita kasar dan tidak tahu diri, sementara Meisya dipuja sebagai korban yang polos.
Depresi dan hancur, aku tewas dalam kecelakaan mobil saat dikejar wartawan.
Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke momen saat Galvin menyodorkan surat cerai itu di ruang kerja kami yang dingin.
Dia menatapku, menunggu reaksiku yang biasanya histeris.
Tapi kali ini, aku tidak menangis.
Aku mengambil pena dengan tenang, menatap matanya, dan tersenyum tipis.
"Baik, aku setuju kita bercerai."
"Tapi ada syaratnya. Semua aset, saham perusahaan, dan rumah ini... harus dipindahnamakan atasku sekarang juga." Istri Kontrak Kembali Bersinar
Romantis Kaki kiriku patah dan terjepit di balik kemudi, darah segar mengalir membasahi gaunku.
Namun suamiku, Rayan, berlari melewatiku tanpa menoleh sedikit pun.
Ia langsung memeluk Eliza, cinta pertamanya yang duduk di kursi belakang, padahal wanita itu hanya mengalami lecet kecil di lengan.
"Sayang, kau baik-baik saja? Jangan takut, aku di sini," ucapnya lembut pada Eliza.
Lalu ia berbalik menatapku dengan tatapan penuh kebencian.
"Amalia! Kalau kau tidak becus menyetir, jangan membahayakan nyawa Eliza!"
Diiringi sirene ambulans, aku tersenyum pahit.
Delapan tahun aku mengabdi sebagai istri kontrak yang patuh demi biaya pengobatan ibu, menelan semua hinaan dan melihatnya bermesraan dengan wanita lain.
Hari ini, di ambang kematian, aku akhirnya sadar.
Cintaku padanya sudah mati bersamaan dengan tabrakan ini.
Tiga hari kemudian, tepat saat kontrak pernikahan kami berakhir, aku meninggalkan surat cerai di atas meja dan menghilang ke Norwegia.
Aku kembali menjadi peneliti bioteknologi yang bersinar, bukan lagi istri pajangan yang membosankan.
Hingga suatu hari, Rayan yang hancur karena skandal perselingkuhan menemukanku di tengah badai salju, berlutut memohon agar aku kembali.
Aku hanya menatapnya datar, lalu berkata pada asistenku:
"Abaikan saja. Dia hanya mantan suami yang hobi berselingkuh." Penyesalan Suami Setelah Kematianku
Romantis Tentu, saya akan menambahkan POV (Point of View) ke setiap bab sesuai dengan permintaan Anda, tanpa mengubah format atau konten lainnya.
Di meja operasi yang dingin, napas saya berhenti selamanya.
Suami saya, Handi, bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arah jasad saya.
Dia sibuk memeluk cinta pertamanya, Chika, merayakan keberhasilan transplantasi ginjal yang dia rampas paksa dari tubuh saya yang sekarat.
Bagi Handi, kematian saya hanyalah harga murah demi keselamatan "bidadari" palsunya.
Namun, karma datang lebih cepat dari dugaannya.
Seorang perawat dengan sinis memberitahunya:
"Selamat, Tuan. Anda baru saja membunuh istri Anda sendiri demi seorang penipu."
Kebenaran terbongkar. Chika ternyata hanya mengincar uang asuransi kematian saya.
Handi hancur. Dia meraung, mengemis untuk melihat makam saya.
Tapi sahabat saya, Feri, sudah menyembunyikan jasad saya jauh-jauh.
Yang Handi temukan hanyalah nisan bertuliskan "Istri Feri".
Gila karena penyesalan, Handi menggali tanah dengan tangan kosong di samping nisan itu.
Dia mengiris nadinya sendiri, berharap darahnya bisa menebus dosa.
Sayangnya, bahkan kematiannya pun tidak lagi berarti bagi saya. Roh Istri yang Terikat Abadi
Romantis Aku diculik saat sedang hamil dua bulan, dengan bom waktu terikat erat di perutku.
Dengan gemetar, aku menelepon suamiku, Rizal, untuk meminta pertolongan terakhir.
"Jangan drama, Dian! Bella sedang ketakutan karena mati lampu, aku tidak punya waktu untuk leluconmu!"
Itu kata-kata terakhirnya sebelum ia mematikan telepon demi menemani sahabat wanitanya.
Bom itu meledak. Tubuhku hancur bersama janin kami yang belum sempat melihat dunia.
Sebagai roh, aku menyaksikan Rizal-sang ahli forensik-berdiri dingin di depan meja autopsi.
Ia membedah sisa-sisa tubuhku, menyebutku sebagai "Jane Doe", dan bahkan mencemooh betapa menyedihkannya wanita yang mati ini.
Ia tidak sadar, pisau bedahnya sedang mengiris daging istrinya sendiri.
Hingga asistennya menemukan kancing baju yang dulu ia jahitkan untukku di antara serpihan daging yang hangus.
Detik itu, dunia Rizal runtuh. Cincin Kawin Berukir Nama Lain
Romantis Di ulang tahun pernikahan ke-7, suamiku membatalkan nominasi penghargaan musikku demi adik angkatku yang 'hamil'.
Saat aku memeriksa cincin kawin kami, terukir nama wanita lain di bagian dalamnya: Zara.
Malam itu, aku memutuskan untuk 'mati' dalam kecelakaan pesawat agar bisa menghancurkan mereka semua.
Selama tujuh tahun, aku hidup dalam kebohongan, menjadi penulis bayangan bagi Zara, membiarkannya mencuri jiwaku di bawah sorotan lampu panggung.
Aku mengira Permadi adalah pelindungku, namun ternyata dia hanyalah sipir penjara yang manis.
Tugasnya hanya satu: memastikan aku tetap diam dan terus berkarya untuk kekasih sejatinya, adik angkatku sendiri.
Dia bahkan memberikan lagu cinta yang kuciptakan khusus untuknya kepada Zara, membiarkan wanita itu memainkannya sebagai miliknya sendiri.
Ketika dia meninggalkanku sendirian di puncak gunung yang dingin demi panggilan telepon Zara, hatiku akhirnya membeku.
Cintanya adalah palsu, pernikahanku adalah rekayasa, dan aku hanyalah alat.
Jadi, aku merancang panggung terakhirku.
Berita kecelakaan pesawat itu mengguncang dunia, bersamaan dengan video bukti plagiarisme Zara yang terunggah otomatis tepat setelah 'kematianku'.
Sekarang, saat Permadi menjadi gila mencari jasadku di antara puing-puing dan Zara hancur dihujat publik, aku tersenyum melihat kehancuran mereka dari jauh dengan identitas baruku. Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak
Romantis Cinta tak bersyarat kadang berubah menjadi rantai yang menjebak, terutama ketika dilandasi kontrak tanpa hati.
Aruna Larasati menyerahkan segalanya—impian, masa muda, dan kasih sayang—untuk menyelamatkan keluarganya, berharap cinta bisa mengubah segalanya.
Namun, dunia itu kejam. Gavin Nugraha, pria yang dia "nikahi", hanya melihatnya sebagai bayangan.
Elvira Suprianto, cinta pertama yang kembali, mengambil segala yang dia miliki, bahkan perhatian anak yang dia besarkan dengan sepenuh hati.
Lima tahun di dalam perjanjian yang dingin, di mana setiap pengorbanan diabaikan, setiap harapan hancur.
Sampai pada hari dia memutuskan untuk bebas—tetapi apakah kebebasan itu datang dengan harga yang dia mampu bayar?
Di tengah cinta, pengkhianatan, dan impian yang tercuri, Aruna harus memilih: tetap bertahan dalam bayangan, atau bangkit dan merebut hidupnya kembali. Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
Romantis Di hari ulang tahunku, tunanganku, Vano, merencanakan kejutan di tepi kolam renang.
Namun, bukannya pelukan hangat, ia justru mendorongku ke dalam air yang dingin.
Padahal ia tahu persis aku memiliki trauma mendalam dan tidak bisa berenang.
Saat aku berjuang mencari napas, ia malah tertawa puas sambil merangkul Melodi, mahasiswa magang yang ternyata selingkuhannya.
"Sialan, jangan sampai dia mati," gumamnya panik saat aku ditarik keluar, bukan karena mengkhawatirkanku, tapi takut akan reputasinya sendiri.
Ketika aku sadar di rumah sakit, ia dengan wajah tanpa dosa berbohong kepada semua orang bahwa aku terpeleset karena ceroboh.
Melihat wajah munafiknya, rasa cintaku seketika berubah menjadi kebencian yang membara.
Pria ini baru saja mencoba membunuhku demi wanita lain, dan aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja.
Maka, saat ia mencoba memegang tanganku dengan sok peduli, aku menepisnya kasar dan menatapnya dengan tatapan kosong.
"Maaf, Anda siapa?" tanyaku dingin.
"Aku tidak mengenalmu. Aku hanya ingat kekasihku, Bahar Adijaya."
Mendengar nama musuh bebuyutannya disebut sebagai kekasihku, wajah Vano seketika pucat pasi.
Permainan balas dendamku baru saja dimulai. Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak
Romantis Suamiku memelukku erat di ruang tunggu rumah sakit, berjanji akan melindungiku dari hukum setelah aku memukul kepala ayahnya sendiri hingga koma.
Malam itu, Tjahjo, ayah mertuaku yang bejat, menerobos masuk ke kamarku dan mencoba memperkosaku saat suamiku sedang "dinas luar kota".
Dalam kepanikan dan upaya membela diri, aku menghantamnya dengan patung keramik berat.
Rangga, suamiku, terus membisikkan kata-kata penenang, bersikap layaknya pahlawan yang siap menanggung segalanya demi istri tercinta.
Namun, saat ia lengah, sebuah notifikasi pesan menyala di layar ponselnya yang tergeletak di sampingku.
"Rencana B Berhasil."
Darahku seketika membeku.
Potongan teka-teki itu akhirnya menyatu: kepergiannya yang terlalu sering, desakannya agar ayahnya menginap di rumah kami, hingga senyum tipisnya saat dokter memvonis ayahnya mungkin takkan bangun lagi.
Ternyata, aku hanyalah umpan.
Dia sengaja menyerahkanku ke mulut singa, membiarkan ayahnya melecehkanku, hanya untuk meminjam tanganku menyingkirkan orang tua itu demi warisan asuransi.
Air mataku kering seketika, digantikan oleh nyala api dendam yang dingin dan membara.
Rangga Agustina, kamu pikir kamu menang?
Aku akan merebut segalanya darimu, dan memastikan kamu yang akan membusuk di penjara, bukan aku. Racun Dokter Hancurkan Hidupku
Romantis Demi menyelamatkan pernikahanku dari rasa nyeri misterius, aku diam-diam mendatangi Dr. Victor, spesialis kesuburan terkenal di kota.
Namun, bukannya sembuh, aku justru dijebak dalam "terapi" menjijikkan di mana dia membiusku, melecehkanku, dan merekam aibku sebagai bahan pemerasan.
Dia mengancam akan menyebarkan video saat aku "mengemis" sentuhannya-efek dari obat yang dia sebut pereda nyeri-jika aku tidak terus melayaninya.
Aku merasa kotor, rusak, dan hampir gila karena ketergantungan aneh yang kurasakan pada tubuhnya.
Sampai akhirnya, hasil pemeriksaan dari rumah sakit lain menampar kesadaranku.
Dokter itu bertanya dengan wajah serius:
"Nyonya, sejak kapan Anda mengonsumsi stimulan dan halusinogen dosis tinggi?"
Ternyata aku tidak sakit.
Bajingan itu sengaja meracuniku agar aku kecanduan padanya.
Rasa takutku seketika lenyap, berganti dengan api kemarahan yang dingin.
Aku akan kembali ke klinik itu, bukan sebagai pasien, tapi sebagai mimpi buruknya. Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
Romantis "Aku tak pernah menyangka, setelah empat puluh tahun, kebenaran bisa terungkap dari tablet cucuku."
Niat hati ingin mengunduh lagu anak-anak di tablet baru cucu, jari saya malah tak sengaja membuka folder bernama "Proyek Riset".
Isinya bukan dokumen kerja, melainkan ribuan foto mesra suami saya dengan sahabat karib saya sendiri, Wulandari, di berbagai negara selama empat puluh tahun terakhir.
Ternyata, "perjalanan dinas" suami saya selama ini hanyalah kedok untuk bulan madu abadi mereka, sementara saya di rumah menjadi babu gratisan.
Yang lebih menghancurkan hati, saya menemukan video anak kandung saya, Rizal, sedang tertawa lepas membantu Wulandari mengangkat lukisan berat.
Padahal seminggu lalu, dia menolak membantu saya menggeser lemari dengan alasan "saraf kejepit".
Di video itu, Rizal mencium pipi pelakor itu dan berbisik, "Mama yang seharusnya."
Dunia saya runtuh seketika.
Rupanya, karena Wulandari mandul, mereka bersekongkol menjadikan saya "inkubator" hidup untuk melahirkan keturunan bagi keluarga terpandang suami saya.
Saya hanyalah wanita desa polos yang dimanfaatkan, tidak dicintai, dan diam-diam dihina oleh suami dan anak sendiri.
Mereka pikir saya akan diam demi reputasi dan takut hidup miskin?
Salah besar.
Hari itu juga, saya mengemasi barang, menuntut cerai, dan menguras harta gono-gini yang menjadi hak saya.
Saya pergi ke Bali, menjadi penenun sukses yang dipuja ribuan orang.
Dan ketika mereka datang mengemis di kaki saya setelah hancur lebur dan kehilangan segalanya, saya hanya tersenyum dingin dan menutup pintu selamanya. Dendam Putri Liar Sang CEO
Romantis Ayah menjualku kepada Fahreza Murni, berharap CEO dingin itu bisa "memperbaiki" putrinya yang liar.
Aku naif, mengira aku adalah kekasih istimewanya, sampai malam terkutuk itu tiba.
Di sebuah acara amal, Fahreza memenangkan lelang bros zamrud peninggalan ibuku.
Namun, ia tidak memberikannya padaku.
Ia memberikannya pada Elok, wanita manipulatif yang ia anggap sebagai penyelamat hidupnya.
Dengan senyum mengejek, Elok melemparkan warisan ibuku itu ke lantai, menjadikannya mainan gigitan anjingnya.
Darahku mendidih. Aku menampar Elok di depan umum.
Tapi Fahreza justru membela wanita itu, menatapku dengan jijik, dan memerintahkan pengawal menyeretku paksa ke pusat rehabilitasi.
Di tempat terkutuk itu, cintaku padanya mati, digantikan dendam yang membara.
Saat ia akhirnya sadar telah ditipu Elok dan datang memohon kembali padaku, aku menyambutnya dengan tangan terbuka.
Bukan untuk memaafkan, tapi untuk menghancurkannya dari dalam.
Malam itu, saat ia tertidur lelap dalam pelukanku karena merasa dimaafkan, aku menguras habis data rahasia Murni Group dan mengirimnya ke pesaing terbesarnya.
"Selamat tinggal, Fahreza. Ini harga yang harus kau bayar." Cinta Rahasia Berakhir Api Dendam
Romantis Aku adalah "Gadisku" milik Raja, seorang CEO dingin yang hanya menunjukkan kehangatannya di penthouse mewah kami. Aku percaya cinta rahasia kami adalah segalanya.
Hingga aku menemukan pesan di ponselnya dari wanita lain: "Sayang, rencana balas dendam kita akan berhasil."
Ternyata, aku hanyalah pion. Dia merekam video intim kami, membiarkan kekasihnya menghancurkan satu-satunya peninggalan ayahku, dan menjebakku hingga masuk penjara.
Di dalam sel yang dingin, aku disiksa tanpa ampun atas perintahnya.
Pria yang dulu kuanggap belahan jiwa, ternyata adalah iblis yang menghancurkanku hingga tak bersisa.
Keluar dari neraka itu, aku tidak lagi menangis. Aku kembali ke penthouse-nya, bukan untuk memohon, tapi untuk membakarnya hingga menjadi abu. Balas Dendam Sang Komposer Hebat
Romantis Selama lima tahun, aku percaya pernikahanku dengan Sagara sempurna. Namun, aku menemukan semua itu bohong. Aku hanyalah pion untuk melindungi adik tirinya, Fiona.
Di pesta perayaannya, Fiona memainkan lagu ciptaanku-lagu yang hanya pernah kudengar oleh Sagara.
Saat aku marah, dia pura-pura terjatuh, menuduhku mendorongnya saat dia sedang "hamil".
Seketika, Sagara berlari memeluk Fiona, lalu berbalik dan memakiku dengan tatapan benci yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Bukan hanya lagu dan mimpiku yang dicuri. Di belakang jam tangan Sagara, terukir inisial 'F & S' di dalam sebuah hati. Saat itu, duniaku runtuh.
Malam itu, dia meninggalkanku sendirian di puncak bukit demi Fiona.
Aku pun menjadwalkan sebuah video untuk mengungkap semua kebohongan mereka, lalu membuang ponselku. Aku akan memalsukan kematianku, dan kali ini, aku akan menghancurkan mereka sepenuhnya. Anda mungkin suka
Dalam Dekapan Dosen Tama
an_febizha "Jangan memberontak, Run," suara Tama terdengar berat, serak, menahan gemuruh di dadanya. Dia tidak memberi jeda. Wajahnya kembali turun, ke garis leher Runa yang berkeringat, menghirup aroma tubuh gadis itu dalam-dalam, lalu kembali mencecapnya.
"Aku suamimu," bisiknya lagi, tepat di telinga Runa, "Dan kamu istriku. Apa yang kita lakukan ini benar."
__
Oleh : anfebizha
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian.....