icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Putri Liar Sang CEO

Bab 5 

Jumlah Kata:596    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

sha

hu berapa lama aku pingsan. Saat aku terbangun, aku merasakan sa

erikan pada Elok. Elok yang melemparkannya seperti sampah pada anjingny

Aku mengingat janji-janji cintanya. Semua itu adalah kebohonga

ya putih terang menyilaukan mataku. Aku mendengar suara

e sana." Suaranya lembut dan penuh perhatian.

eza, kau akan melindungiku, kan

kan melindungimu," jawab F

tidak pernah berarti apa-apa baginya.

an Fahreza masuk. Waja

?" tanyanya, suarany

mataku kosong.

istirahat. Aku sudah mengatur

pa-apa darimu," ka

isha," katanya, dengan nada meren

tikan padamu bahwa kau salah. Aku aka

an bingung. "Apa y

denganmu lagi, Fahreza," kataku, s

a segera menyembunyikannya. "Kau hanya sedang emo

alas. "Aku tidak akan

ang lama, lalu menghela nap

ahu ini akan terjadi. Aku sudah tah

bekerja di laptopnya. Ia tidak berbicara, hanya duduk di sana, seolah ia adalah penjaga

kau marah. Tapi apa yang kulakukan adalah yang terba

kau hanya ingin menyingkirkanku dari pand

ukkan sedikit rasa sakit, t

pada Elok. Kau tahu itu," k

bisa menghadapi kebohongan?" aku membalas. "Kau tahu, El

an mata lebar. "Ap

aku, suaraku dipenuhi kepahitan. "Kau

nselnya berde

ku merasa tidak enak badan

ponselnya. Ia ragu sejenak. Ak

sayang," katanya pada El

ku. "Aku h

selalu menjadi prioritasnya. Aku hanyalah p

anya, suaranya terdenga

yang mati. Aku tidak akan menunggu. Aku tidak akan lagi menjadi Alis

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Putri Liar Sang CEO
Dendam Putri Liar Sang CEO
“Ayah menjualku kepada Fahreza Murni, berharap CEO dingin itu bisa "memperbaiki" putrinya yang liar. Aku naif, mengira aku adalah kekasih istimewanya, sampai malam terkutuk itu tiba. Di sebuah acara amal, Fahreza memenangkan lelang bros zamrud peninggalan ibuku. Namun, ia tidak memberikannya padaku. Ia memberikannya pada Elok, wanita manipulatif yang ia anggap sebagai penyelamat hidupnya. Dengan senyum mengejek, Elok melemparkan warisan ibuku itu ke lantai, menjadikannya mainan gigitan anjingnya. Darahku mendidih. Aku menampar Elok di depan umum. Tapi Fahreza justru membela wanita itu, menatapku dengan jijik, dan memerintahkan pengawal menyeretku paksa ke pusat rehabilitasi. Di tempat terkutuk itu, cintaku padanya mati, digantikan dendam yang membara. Saat ia akhirnya sadar telah ditipu Elok dan datang memohon kembali padaku, aku menyambutnya dengan tangan terbuka. Bukan untuk memaafkan, tapi untuk menghancurkannya dari dalam. Malam itu, saat ia tertidur lelap dalam pelukanku karena merasa dimaafkan, aku menguras habis data rahasia Murni Group dan mengirimnya ke pesaing terbesarnya. "Selamat tinggal, Fahreza. Ini harga yang harus kau bayar."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 1819 Bab 1920 Bab 2021 Bab 2122 Bab 22