icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU

Bab 4 TAMPAN TAPI DINGIN

Jumlah Kata:1064    |    Dirilis Pada: 10/12/2021

yang tampaknya risih terhad

amas?" t

dua alis. Seolah ingin ak

las dari kemarin. Argh, bikin penasaran saja bekas cakaran siapa itu? Setelah nanti kami mulai ak

enarnya kamu perbuat di bilik itu Mas? Bermain dengan wanita lain? Atau k

k memahami maksudku. Aku jadi bingung sendiri mau bert

hkan seluruh harga diriku semalam. Padahal aku sudah mau cuek dan tak peduli soal dia masuk bilik itu

usuf em keramas?" Kan a

rambut di depan cermin. Bicaranya sangat santai. Pantul

itu? Apa dia tak tahu aktifitas keramas buat suami istri berarti mereka

mempelajari kitab Qurrotul Uyun dan Fathul I

tu aku tidur, ada di tempat lain dan m

yang memang sangat sulit kuucapkan. Karena jika kalimat ini terlontar, bu

m?

g mengharuskan mandi?" tanyaku rag

aham tapi tak mau jujur? Atau memang menertawakan pertanyaanku yang membuatnya geli?

nya dengan mengalihkan perhatian. Tubuhnya kembali berbalik

di dalam bilik, tapi juga sikap Mas Yusuf yang misterius. Apa aku salah, menganggapn

aan yang lain benar, d

____

t ke arah tangga, sam

di kamar, katanya ada file yang harus d

ikiranku terus melayang ke sana. Aku menggeleng. Menepis p

k-banyak ingat Allah b

lkas. Kalau memperhatikan sekeliling, banyak perabot mahal, letaknya r

nda yang telah menyala tersebut, agar lebih mudah saat memasukkannya ke dalam wajan. Semuan

epat ke lantai. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak menimbulkan

Mas Yusuf masih sibuk dengan laptop dengan pak

menyangkut bilik di ujung koridor itu. Mataku kini menatap ke

ahang kokoh yang ditumbuhi jambang halus. Belum lagi mata elangnya yang sepad

f, seperti nama seorang Nabi yang Allah

dan aku sangat yakin ini ada kaitannya dengan sesuatu di dalam bi

ap," ucapku yang membu

ria itu ters

inya seorang bucin, karena kalau hal itu sampai terjadi, dia akan memanfaatkan perasaanku untuk berbuat semaunya sendiri, termasuk t

hkan tanpa dia bicara, aku bisa ta

masakanku dengan gaya centil menggodanya. Namun, kejadian di kamar

enapa?" tanyaku memberani

alah hal aneh buatku. Itu kenapa aku mencari-cari topik untuk bicara. Kurasa tepat men

natap ke arahku. Lagi, pria itu tersenyum. Manis, meski mulutnya sed

t tangan ke depan, memperl

menopang dagu dengan

ya bekas cak

ip cakaran tangan manusia. Apa karena bilik itu aku

in aku menyentuhnya," sambu

el pria itu berbunyi. Pr

tny?" tanya Mas Yusuf pad

ini aku melihat Mas Yusuf sehat-sehat saja. Dan lagi bukankah

-janga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka