icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Jebakan Sang Mantan Istri

Jebakan Sang Mantan Istri

icon

Bab 1 Bau Gosong di Tengah Malam

Jumlah Kata:1631    |    Dirilis Pada: 25/11/2025

elalu

g aseptik. Ini bau yang panas, menusuk, dan memuakkan: campuran besi yang meleleh,

melarikan diri. Napasnya terengah, dingin menempel di dahi dan punggungnya yang basah oleh keringat. Di luar jendel

nuh dengan bunyi yang sudah enam tahun t

kkkkkk

g diikuti derit panjang rem yang gagal-Tinnnnnnnn....!-jer

pemandangan yang sama. Ia melihatnya lagi. Mobilnya, BMW seri-7 hitam mengilap yang dulu ia angga

a, sang pemilik mobil..." bisikan samar dari berita koran tempo dulu mendengung. Ya,

n diri. Ia harus k

ata. Ruangan ini, kamar sederhana dengan dinding krem yang catnya mulai mengelupas, ad

kul 03:15 dini hari. Sudah waktunya

oba menenangkan sistem sarafnya. Yan

et usang menuju pintu kamar sebelah. Pin

g kini berusia lima tahun, dengan rambut hitam lurusnya yang tergerai. Wajahnya polos, bibirnya s

kai kacamata hitam yang selalu ia kenakan. Ya, bahkan saat tidur. Calista tahu, kacamata itu bukan sekadar g

ar terkuat bagi racun trauma yang menjalar di dad

isik Calista pada angin malam. "Ibu janj

a ganti. Layar ponsel itu menampilkan satu foto: wajah tampan Prad

r kebahagiaan. Sekarang? Su

layar. "Enam tahun aku mengurus sendiri dua anak kita, enam tahun aku hidup dalam k

engkaran hebat. Tentang pengkhianatan, tentang bisnis kotor yang ia

a terngiang, dingin dan tanpa ampun, beberapa jam sebelum ia menerima panggil

a karena benturan yang sangat keras. Dengan sisa tenaga, ia merangkak keluar, terbakar sebagian, tapi berhasil. Ia bersembunyi di balik semak-se

Dia bahkan mendengar Pradipta, suaminya, datang ke lokas

isa ditunda. Tapi ia harus hidup. Ia harus

m dingin yang redup. Rumah kecil itu s

tegur Calista, sibuk memasukkan beberapa berkas

menatap mangkuknya. "Ibu, kenapa kita ha

lelakinya yang tirus. "Kita tidak pindah, Sayang.

ya di sini?" tanya Alara pol

ang sangat indah, banyak laut. Kita akan memulai hidup baru di sana. Hidup yang lebih bai

ah anak yang sensitif. Ia

menanyakan hal itu dengan suara datar, membuat Calista langsung ter

ya... sibuk," Calista mencoba ters

kenapa kita harus pakai nama 'Calista' dan bukan 'Akira'," Zion mend

an itu selalu m

adalah nama yang Ibu pakai untuk melindungi kita. Itu saja. Kita sedang main mata-mata. Kita ak

ujuran yang bisa ia berikan tanpa membahayakan mereka. Anak-anak ha

khirnya, ia mengangguk pasrah. "Baiklah. Tapi k

... Ayah ada urusan yang sangat penting, sangat jauh. Kita akan urus urusan kita sendiri.

di Bandara

blus hitam sederhana, terlihat tegar. Di sisi kirinya Alara, yang cerewet bertanya tentang

esuatu yang aneh. Seperti ada tatapan yang terlalu l

sibuk dengan ponselnya. Tapi saat Calista menoleh, pria

. Paranoid? Atau benar-b

n Calista satu hal: i

Jangan bicara pada siapapun," bisik Calista

antrean keamanan, Calista melihat ada poster berita lama di tempat sampah, hanya headlinen

embuat tangan Calista dingin. Ia harus ce

ner X-ray, petugas keamanan mem

lista sopan, tapi nada s

m tajam, Bu. Mo

ngacak isi tasnya, dan menemukan sebuah gantungan kunci kun

petugas keamanan itu menatapnya dengan tat

saya yang memberikan," jawab C

aga di sini. Ini ukiran khas Indonesia

menanyakan hal yang sangat spesifik, yang hanya diketahui

rus meyakinkan. Ini adalah uji

rga negara Inggris. Bisakah kita cepat? Penerbangan saya sebentar lagi," Calista menjawab tegas, menatap balik mata pe

api akhirnya menyerah. "Ba

ir berlari menuju pintu gerbang. Ia tahu, ini bukan kebetulan. Sese

hat ke luar jendela. Hujan di London sudah berhenti. Di sana, di l

an indah, tapi juga seorang suami yang telah berubah menjadi mon

ng sudah terlelap di sampingnya,

in dan keras, "Ibu kembali. Dan kali ini, Ibu tidak akan lari. Ibu akan memastikan

dulu fragile sudah mati di balik puing-puing mobil itu. Yang tersisa adalah Calista An

nya ada di Jakarta. Terbalas ata

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jebakan Sang Mantan Istri
Jebakan Sang Mantan Istri
“Seorang wanita bernama Calista Anindya nyaris kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan mobil tragis yang ternyata adalah percobaan pembunuhan terencana. Terpaksa menghilang dari kehidupan lamanya, Calista bersembunyi demi keselamatan dirinya dan janin yang tengah dikandungnya. Namun, setiap malam, kenangan mengerikan itu menghantuinya. Bruuakkk! Tiiin! Raungan rem darurat yang tak berdaya, disusul dentuman mematikan. Hanya sepuluh detik kemudian, api membumbung tinggi, melahap segalanya. Semua saksi terpaku, mengasihani nasib sang korban. Enam tahun berlalu. Calista akhirnya kembali ke tanah air, bukan sebagai korban, melainkan sebagai sosok baru yang dipenuhi bara dendam. Terlihat ia melangkah tegap di bandara, menggandeng dua anaknya-seorang gadis kecil yang lincah dan anak lelaki berkacamata hitam yang tenang. Mereka telah kembali. Tujuan Calista kini jelas: membalas pengkhianatan dan kejahatan suaminya yang merencanakan segalanya. Akankah dendam ini terbalaskan, ataukah masa lalu yang kelam akan kembali menelan mereka?”
1 Bab 1 Bau Gosong di Tengah Malam2 Bab 2 keindahan Jakarta3 Bab 3 di rumah sewa yang tersembunyi4 Bab 4 Tamu dari Masa Depan5 Bab 5 Yumna kembali ke meja6 Bab 6 rumah kontrakan7 Bab 7 Kalian harus makan yang banyak8 Bab 8 kepanikan9 Bab 9 Semakin mereka menganggapku bodoh10 Bab 10 Ibu sayang kalian11 Bab 11 Rasa sakit menjalar cepat12 Bab 12 Stasiun Gambir terasa dingin13 Bab 13 Teriakan itu menusuk telinga14 Bab 14 Dinginnya Bandung15 Bab 15 Peristirahatan Terakhir16 Bab 16 Pengejaran17 Bab 17 Setelah kekacauan penangkapan18 Bab 18 lebih banyak tersenyum daripada mengawasi19 Bab 19 tumbuh jadi gadis kecil yang ceria20 Bab 20 perannya sudah berubah total21 Bab 21 Warisan22 Bab 22 Hidupnya stabil23 Bab 23 perpisahan