icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelabuhan Terakhir

Bab 4 Gerbang Hati

Jumlah Kata:1003    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

natap pemandangan di luar. Sesekali aku menarik nafasku, entah kenapa dadaku sesak sekali. Ada banya

mu sudah berjanji akan menjalankan wa

Purwokerto aku seg

lah satu supir t

a M

ke

Hikam Purwo

mpleks p

a mengan

i Mb

erjalanan dari stasiun menuju Al H

si. Setelah membayar dan menurunkan barangku yang hanya berupa tas punggung

an bentuk gapura yang simpel namun indah dan artistik. Belum lagi tulisan arabnya ya

a area putra dan putri. Lalu aku harus kemana ini? Kebetulan suasana juga begitu

getkanku. Sontak aku terlonjak dan menjauh kepinggir kanan. Tampak seorang

diem disitu? Ada

sedikit berjambang tapi justru menjadikannya sangat tampan dan memp

at mondok disini. Saya

pandangannya lagi. Ckkckck. Sombong pake gak mau m

dia tanya tapi sama

arin tepat

yum tipis namun ke

ilnya. Astaga aku gak ditawarin

h, sombong, demi apa coba ternyata jarak antara gerbang dengan ruma

*

ke ruang tamu membawakan minuman dan camilan dengan cara nge

m," ucap seorang

umsalam,"

tu seperti kaget melihatku.

.. Kamu an

Cahaya Mustika biasa d

k sekali seperti ibumu,"

Saya itu nyari kabar kamu setelah i

i saya balik ke Kebumen terus saya tak sengaja membaca surat dari Tante ya sudah saya memutuskan kesini. Soalnya Ibu

ni saja. Oh iya berapa

ahun

il Umi

ik

wa. Ternyata Umi Aisyah ini kocak sekali, seb

ti koridor penghubung nah, itu tempatnya. Ada empat kamar disana. Nanti kamu sendiri saja kamarnya. Soalnya kebanyakan itu usia anak sekolah. Kal

mudian aku i

anggil Umi pada sa

ke kamarnya. Yang

bernama Syarifah lalu d

t ngesot gak ya. Mungkin Umi

juga Syarifah. Bantu Caca bawa ta

ih U

pami

hat ya. Anggap

ih U

i Syarifah menuj

*

k gelisah. Karena pena

apa

u ... Ehmm .

omong aj

ar aja yuk," wajahny

yu

na katanya ada penunggunya. Kebanyakan yang tidur disana pasti diganggu makanya tak ada yang mau tinggal di kamar pojok. Oh iya, empat khadamah rata-rata masih sekolah tingkat SMA. Se

tidur. Kedua teman baruku ini khawatir dan menyuruhku tidur di salah satu kama

asakan ada makhluk tak kasat mata berusaha menggoda

rbau ghaib. Kemampuan kami berasal dari Eyang Kakung dan bersifat menurun. Eyang Kakung

wen yang tidak bertentangan dengan ajaran islam. Sayang keahliannya tak bisa ditur

aku gak bakalan ganggu kamu. Kita hidup di

dan akhirnya terlela

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelabuhan Terakhir
Pelabuhan Terakhir
“Cahaya Mustika atau dipanggil Caca adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama Liliknya (Om), adik dari mendiang sang Ayah. Sejak kecil dia merasa asing di keluarganya sendiri. Sebuah lamaran tak terduga datang dari Awan, anak mantan lurah di desanya. Sayang, Ibu Awan tak menyukainya bahkan menghina statusnya yang yatim piatu.Caca kembali ke Kebumen setelah kematian Eyang putrinya. Tanpa sengaja Caca menemukan surat sang ibu serta foto sang Ibu dengan sahabatnya, seorang Bu Nyai dari sebuah pondok pesantren di daerah Purwokerto. Caca pun memutuskan berkunjung kesana demi memenuhi wasiat sang Ibu agar dirinya mondok di pesantren. Hidup di pesantren, Caca bisa menjadi dirinya sendiri yang ceria dan sedikit ... tomboy. Bahkan di sana pula, dia menemukan musuh abadi yang membawanya pada sebuah hubungan rumit yang bernama hati. Lalu seperti apakah kisah Caca selanjutnya?”