icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelabuhan Terakhir

Bab 3 Sayap Yang Terentang

Jumlah Kata:1003    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

n tetangga. Bahkan beberapa sanak keluarga

aku kurang begitu antusias dan hanya men

ah dimandikan ketika di rumah sakit. Aku, Hasan dan Lik Marwan

ucap salah satu kerabat,

gg

at untuk membantu memakamkan Eyang. Terakhir

**

nyaman ya

asan dan tersenyum me

ya

mparan sawah di depan rumah Eyang. Hari

C

ya

udah ga

u t

mau gi

ar dan terus

san menghentik

ok. Sepertinya kali ini kita harus berpi

mencoba mengalihkan

**

di Kebumen. Meski rumah sudah tampak reot tapi kami bersyukur ma

ikitpun. Semua dilakukan atas kebaikan warga sekitar dan keluarga kami. Bahk

gaja membuka lemari, laci, foto-foto serta segala sesuatu yang berhubungan dengan kedua orang tuaku

ulu ibuku pernah mondok. Bahkan dulu memintaku untuk mondok saat aku akan m

surat mereka berdua. Entah mengapa sedikit mengobati kerinduanku pa

ku. Biar persahabatan kita tetap langgeng dan terjaga dan sering bisa ketemu. Jadi kita bisa

sayang

ntik. Salah satunya adalah ibuku. Aku seperti melihat di

*

murung? Masih inge

akan merasakan sakit lagi. Dan melihat wajah bahagianya sebelum meninggal, aku tahu

ya

Hasan sibuk dengan

C

em

diter

Selamat ya adikku, sahabatku, temen

mikirin aku. Kamu pikir aku siapa? Bawang Putih? Sorry ya. Jadi kamu gak usah khawatir

u Nenek

k Lampir, kamu

mi tergela

ku sudah mendaftar dan kamu juga sudah a

ip

linya aku juga bisa ikut beasiswa S2 hanya saja aku

an memang sudah berjanji dengan teman kami masing-masing bahwa walaupun k

**

Lilik menyetujui dan memberikan restunya. Saat wisuda, kami sengaja mengajak Lik Marwan tanpa istri d

f. Maaf," ucapnya saat memeluk kami yang memakai toga dan mengge

Mungkin kejadian saat Bu Laras menghina putranya dan diriku ini begitu membekas di hatinya. Seh

*

t mungkin sehingga kami masih punya sedikit simpanan untuk menunjang hidup beberapa bulan kedepan. Apalagi selama kuliah, aku dan Hasan juga bekerja di resto milik sah

pi email, instragam, dan facebook aku gak pernah ganti,

. Paling gak tahu kapan bukanya hehehe." Hasan

a cerewetmu. Kangen deb

amu. Hati-hati ya. Kalau kepincut perawan Malays

ke

ku. Mari kita songsong masa depan kita. Mari ki

emilih menuju ke area foodcourt dan memesan fried chicken kare

ku. Di pondok Al-Hikam. Ada rasa gamang dalam hatiku. Namum, aku segera menepisnya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelabuhan Terakhir
Pelabuhan Terakhir
“Cahaya Mustika atau dipanggil Caca adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama Liliknya (Om), adik dari mendiang sang Ayah. Sejak kecil dia merasa asing di keluarganya sendiri. Sebuah lamaran tak terduga datang dari Awan, anak mantan lurah di desanya. Sayang, Ibu Awan tak menyukainya bahkan menghina statusnya yang yatim piatu.Caca kembali ke Kebumen setelah kematian Eyang putrinya. Tanpa sengaja Caca menemukan surat sang ibu serta foto sang Ibu dengan sahabatnya, seorang Bu Nyai dari sebuah pondok pesantren di daerah Purwokerto. Caca pun memutuskan berkunjung kesana demi memenuhi wasiat sang Ibu agar dirinya mondok di pesantren. Hidup di pesantren, Caca bisa menjadi dirinya sendiri yang ceria dan sedikit ... tomboy. Bahkan di sana pula, dia menemukan musuh abadi yang membawanya pada sebuah hubungan rumit yang bernama hati. Lalu seperti apakah kisah Caca selanjutnya?”