icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Penulis: Bai_Nara
icon

Bab 1 Yatim Piatu

Jumlah Kata:1135    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

hun. Kedua orangtuaku tewas karena kecelakaan mobil saat akan mengunjungi nenek ka

uh oleh adik ayahku. Aku

dari mendiang istri pertamanya. Sedang anak keduanya berumur 20 tahun. N

al bersama keluarga besar istri kedua Lik Marwan yaitu Mirna. Meski Eyang Sosro, Ibu dari Bapak dan

easiswa. Untung otak kami agak encer. Tapi selalu, aku yang juara. Hasan se

angkan dia pendidikan Matematika. Kami sekolah di Univers

mereka tak seperti kami. Mereka adalah dua anak manja penuh

ng tapi ngelunjak. Dasar. Sana cari kerja biar gak selalu nunut

ri duit sok-sokan mau kul

keluarga ini hanya diam tak mau menj

**

rbelanja ke pasar. Awan mengulas senyum leba

pul

ya

ant

k u

Aku bawa

angkot aja

mbawa belanjaanku menuju motornya. Terpaksa aku iku

*

n," sapa Ni

, kamu gak

berangk

O

in yuk

harus ke Kecamatan. Ada

in." Ningrum pergi deng

kok kesini?"

Caca. Kasihan bawa

bilang supaya kamu bawa motor, t

in kok Bu, sa

anku ke dalam rumah. Sengaja berlama-lama di

opo? Bukan siapa-siapa. Awan itu anak orang terpandang disi

a diam m

ri ...." Lik Mirna masih n

ukan semena-mena olehnya. Selama ini kami diam karena

Eyangku, usianya sudah 70 tahun. Sudah sangat sepuh. Hanya beliau yang masih

dian mengelus pelan pipinya.

uk

m, Ey

saba

ro tangga perek mesti pada eman karo Eyang." (Eyang juga kepingin pulang ke Kebumen. Disini Eya

kulo kalih Hasan." (Yang saba

*

mbangan bagus gak

laysia. Kayaknya gak bakalan keterima la

ada yang bakalan mengomeli kami. Lah wong yang ada cuma ayam, paling

? Bukannya ma

setuju aku ambil S2 tapi gara-gara Ibu M

kalau gak keterima

on s

arjana tapi sengaja aku dijadikan sebagai ART dan Hasan tukang angon sapi peliharaan keluarganya. Sedangkan kedua anaknya dilimpahi kasih say

*

ada kakaknya sesuai dengan catatan kecil yang sudah dia buat. Mau tak mau

gan tingkahnya pun Ningrum si gadis manja. A

ras, mau

juga. Duh Ningrum rajin ya

adi calon istri yang baik gak kaya tu

aja tentangku. Bahkan tanggapan Bu Laras pun tak akan kupedulikan karena bagiku mereka sama saja. Bu

ng dimilikinya. Dia termasuk guru sombong dan arogan.

g mampu membayar dengan uang receh logam dan dibungkus plastik bening. Dengan sombongnya beliau tak mau menerima uang tersebut. Beliau tak tah

sepuluh ribu ditambah dalam plastik Husna ada uang lim

mantan lurah itu. Walaupun orang bilang Awan itu tid

tak mau mati muda dengan bermertuakan orang seperti Bu Laras. No. No. No. Walau aku yatim piatu tapi aku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelabuhan Terakhir
Pelabuhan Terakhir
“Cahaya Mustika atau dipanggil Caca adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama Liliknya (Om), adik dari mendiang sang Ayah. Sejak kecil dia merasa asing di keluarganya sendiri. Sebuah lamaran tak terduga datang dari Awan, anak mantan lurah di desanya. Sayang, Ibu Awan tak menyukainya bahkan menghina statusnya yang yatim piatu.Caca kembali ke Kebumen setelah kematian Eyang putrinya. Tanpa sengaja Caca menemukan surat sang ibu serta foto sang Ibu dengan sahabatnya, seorang Bu Nyai dari sebuah pondok pesantren di daerah Purwokerto. Caca pun memutuskan berkunjung kesana demi memenuhi wasiat sang Ibu agar dirinya mondok di pesantren. Hidup di pesantren, Caca bisa menjadi dirinya sendiri yang ceria dan sedikit ... tomboy. Bahkan di sana pula, dia menemukan musuh abadi yang membawanya pada sebuah hubungan rumit yang bernama hati. Lalu seperti apakah kisah Caca selanjutnya?”