icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Beautiful Hurt

Bab 5 Chapter 5

Jumlah Kata:1290    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

na kam

iringi dengan suara langkah-langkah kak

kan tubuh di bak cuci piring dengan wajah yang berubah-ubah antara memerah d

yang telah di lakukan Albert di pintu belakang rum

iring," jawabku tergagap. Dari sudut mata sekilas

seperti setrikaan. Lagi pula kamu juga belum mandi dan berantakan sekali. Bikin malu I

juga belum sempat makan. Dan semua itu juga bukan karena ke

." Mendengar jawabanku ibu mengangguk puas. Sejurus kem

tanya. Ini anaknya kok tidak ada. Mana dia?" Ibu celingak cel

u menjawab tergagap-gagap karena gugup. Kerasnya dentam

rhatian Nak Al. Dia lebih cocok dengan Reen dibandingkan dengan kamu. Ibu dan Bu Deasy ingin sekali berbesa

a di sepanjang usiaku yang menginjak usia dua puluh dua tahun ini, aku tidak m

yang sudah melecehkanku. Tapi aku merasa percuma saja bila mengatakannya. Aku yakin jikalau pun ibu melihat

at aku merasa ada yang memeluk pinggangku dari belakang. Bahkan saat ini orang tersebut telah mengendus-endus ceruk leherku

anku." Aku merasa ada yang salah dengan indera penciuman pria ini. Aku yang

enjodohkan Anda dengan adik saya. Jadi tolong jaga sikap dan kelakuan Anda terhadap saya. Saya ini calon kakak ipar Anda. Perlakukan say

Tapi tidak di waktu lain. Ingat ini Indonesia. Bukan negeri b

n menjadi suami adik bungsuku. Mimpi apa aku mendap

kira saya mau saja didikte sepe

imbuhnya santai sambil berjalan keluar. Fixed pria arogan mesum seperti ini amat sangat tidak pantas di

ang kalau adikku berbahagia. Atau kemungkinan yang lebih parahnya adalah, beliau akan mengira

ahu kalau bibirmu manis sekali." Albert sekonyong-konyong berbalik dan mengedipkan se

rulang kali. In hale ex hale, sabarrr. Setelah perasaanku agak sedikit tenang, aku pun mulai me

======

dengaranku. Sejenak kulepaskan kemoceng yang kugunakan untuk membersihkan meja

aian terhampar manjah, menurut istilah Inces Syahrini, di atas ranjang. Belum lagi berpasang-pasang se

. Kakak ingin menampilkan kesan yang elegant dan bersahaja di mata calon ibu mertua." Maddie kembali mengeluarkan beberapa gau

takan di atas ranjang, ambil memilih-milih mana yang sekiran

ga menambahkan sehelai scarf batik yang bisa dipakai dileher untuk memberi k

ak bergaya tetapi sekaligus ada un

t sambil menggantungkan gaun t

asukkan kembali baju-baju ini ke dalam lemari seperti semula. Terus kamu

elalu begini. Akulah yang selalu kebagian sialnya. Nasib si Upik Abu. P

gian masih ada yang berlabel alias baru. Tetapi kakakku itu masih saja selalu ri

nya aku bisa saja meminjam gaun kakak atau adikku. Tetapi masalahnya setiap aku me

. Karena jikalau tidak, bagian dadanya akan sering terbuka sendiri kancingnya karena sesak. Belum lagi sela-sela kulit daging dadaku akan mengintip-ngintip kar

akan seperti itu. Untuk menyiasatinya, ibu mengusulkan agar aku memakai kaos-kaos ukuran besar, untuk menyamarkannya. Kata ibu, tidak

aknya memperlihatkan kefeminiman mereka. Kemeja slim fit, atau kaos body fit akan sangat indah dikenakan. Semaki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Beautiful Hurt
Beautiful Hurt
“Marilyn, si upik abu dalam keluarga, bingung saat menjadi tertuduh sebagai seorang pelakor dalam hubungan sang kakak dengan pacarnya. Padahal ia hanya dijebak oleh sebuah SMS. Ia menjadi orang yang bersalah dalam keadaan yang salah juga. Sementara itu Christian--pacar sang kakak, malah menuduh Marilyn sebagai satu-satunya pemain tunggal dalam skenario ini. Christian mengira Marilyn ingin hidup enak dengan menghalalkan segala cara. Christian yang dendam karena nama baiknya telah tercemar, berencana akan membalas dendam pada Marilyn yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. "Pasti kamu sengaja menciptakan kekacauan seperti ini, agar bisa hidup enak dengan menjadi istri orang kaya bukan, setan kecil? Baiklah, saya akan menikahimu. Namun jangan senang dulu. Karena saya akan menjadi mimpi burukmu, karena kamu sudah berani bermain-main denganku." - Christian Diwangkara. "Saya diam, bukan karena saya bersalah. Saya hanya memilih berhenti menjelaskan karena saya menyadari, kalau kalian semua hanya menginginkan kebenaran versi kalian sendiri." - Marilyn Wijaya.”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 24 (end)