icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Beautiful Hurt

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

l-sengal dengan bulir-bulir keringat yang masih menempel di dahi. Tidak heran, karena pagi-pagi aku sudah melaku

ibut di counter sales depan. Sepertinya akan keributan di sana. Aku mempercep

lan motor ini ke rumahku. Biar saya saja yang menyetor cic

kerumunan itu. Kulihat mata Mbak Tania sudah memerah menahan tangis, karena terus saja dibentak-bentak oleh customer. Brea

a, Pak? Mari silakan ikut ke meja saya. Kita bicarakan baik-baik se

dada berkali-kali. Sementara Bapak-Bapak tadi dengan semangat empat lima membuntu

tua keladi. Makin tua makin menjadi." Aku meringis mendengar gerutuan kesal Mb

aku setelah sekilas melihat draft kart

tagih-tagih cicilanku ini ke rumahku. 'Kan jadi malu kali aku. Dikira teta

aku ke rumah. Yang macam banyak ka

as. Ia merasa keberatan ditagih c

eda motor Bapak setiap tanggal dua puluh satu, selama tenor dua puluh puluh empat bulan ke depan. Kalau Bapak tidak membayarnya tepat waktu ke sini, maka sudah sepatutnya tim kolektor kami akan menjemput cicilannya ke r

gga tim debt collector tidak akan menjemput angsuran ke rumah Bapak karena sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Intinya itikad baik Bapak tetap akan kami apresiasi. Tet

tu. Syukurlah sepertinya ia sudah memahami dengan baik kata-kataku. Kal

hami? Biar saja jelaskan semua klausual perjanjian kita," lanjutku seraya tersenyum m

u," ujar siBapak sambil mengedipkan sebelah matanya. Astaga si Bapak masih sempat-sempatnya memodusiku. Namun permintaannya aku loloskan. Tidak ada salahnya memberi kartu nama. Siapa tahu besok-besok ia akan mencariku

*

erhatian orang banyak. Biasanya setiap aku melangkah, orang-orang akan melirik minimal dua kali padaku. Baik itu laki-laki ataupun perempuan. Hanya saja cara

wanita. Tetapi tidak denganku. Sejatinya aku ingin diriku, kinerjaku dan loyalitasku terhadap perus

tempat yang sepi. Rasanya tenang dan damai. Aku kemudian memesan sepiring nasi campur dan

drttt..

lku. Nah, ibu memerlukan bantuan apalagi sehingga beliau mau bersusah-susah meneleponku. Ibu tidak akan perna

im, seolah-olah ibu di sana bisa melihat be

ibu masak dan beres-beres rumah, karena Keluarga T

emangnya ja

tut...

tanya jam berapa acara dimulai. Seperti itulah ibuku. Ibu cuma memberit

selesai, dan aku bisa membantu ibu. Dengan begitu aku tidak akan me

karyawan dan karyawati yang sedang makan atau bergosip, pelan-pelan berubah menjadi de

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Beautiful Hurt
Beautiful Hurt
“Marilyn, si upik abu dalam keluarga, bingung saat menjadi tertuduh sebagai seorang pelakor dalam hubungan sang kakak dengan pacarnya. Padahal ia hanya dijebak oleh sebuah SMS. Ia menjadi orang yang bersalah dalam keadaan yang salah juga. Sementara itu Christian--pacar sang kakak, malah menuduh Marilyn sebagai satu-satunya pemain tunggal dalam skenario ini. Christian mengira Marilyn ingin hidup enak dengan menghalalkan segala cara. Christian yang dendam karena nama baiknya telah tercemar, berencana akan membalas dendam pada Marilyn yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. "Pasti kamu sengaja menciptakan kekacauan seperti ini, agar bisa hidup enak dengan menjadi istri orang kaya bukan, setan kecil? Baiklah, saya akan menikahimu. Namun jangan senang dulu. Karena saya akan menjadi mimpi burukmu, karena kamu sudah berani bermain-main denganku." - Christian Diwangkara. "Saya diam, bukan karena saya bersalah. Saya hanya memilih berhenti menjelaskan karena saya menyadari, kalau kalian semua hanya menginginkan kebenaran versi kalian sendiri." - Marilyn Wijaya.”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 24 (end)