icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Beautiful Hurt

Bab 2 Chapter 2

Jumlah Kata:1645    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

un kem

utih dan blazer hitam yang kamu setrika kemarin. Cepa

di dapur. Sebentar lagi pacarnya akan menjemput. Makanya Maddie sarapan dengan terbu

ebentar Lyn

rak. Aku meletakkan blazer di tempat tidur agar mudah terlihat, dan sepatu di samping pintu kamar, agar mudah terlihat. Aku menyelesaikan titah Maddi

Tin...

hentikan sarapan dan meneguk segelas jus jeruk. Setelahnya ia bersiap naik ke lantai at

ar ya? Suruh dia masuk dulu. Bilang k

ntai dua. Baru berjalan beberapa undakan, Maddie

ak. Cepat ya Lyn? Tidak pakai lama!" perintah Maddie lagi. Ta

ni menemui CEO PT Biru Mitra Wahana Sukses? Jangan-jangan Chris nanti akan terkena serangan jantung pagi-pagi. Karena ia mengira bertemu dengan ded

ruang tamu, Chris sudah duduk ganteng di sofa depan. Chris memang sudah terbiasa keluar masuk rumah ini. Jadi

dulu sebentar. Soalnya Kak Maddie belum selesai dandan

us bersitatap dengan lawan bicara. Aku sangat introvert dan pemalu. Lebih tepatnya tidak percaya diri. Sekita

e

memang mempunyai kebiasaan tidak memakai penutup dada saat tidur, karena alasan kesehatan dan kenyamanan. Akibatnya saat ini bayangan bagian atas dadaku tampa

segera mengalihkan pandangannya dari bawah leherku ke arah wajah. A

mu. Saya tidak pernah meras

'kan memang tid

Jadi jangan memanggil saya dengan sebutan om.

ku memang tid

ngan pakaian seperti ini. Khususnya no bra, kalau kamu memang t

. Aku bingung. Chris ini kesal karena Maddie belum selesai b

Kak Chris masih mau tidak kopinya?" tanyaku serius. Jujur, aku sering pusing kalau mendeng

anya perasaanku saja, tapi aku melihat wajah Chris

, sebelum kamu membaw

u harus berdandan dulu. Padahal kenikmatan rasa kopinya tidak akan berubah kalau aku tidak men

ue kering, untuk teman minum kopi Chris. Setelahnya, baru aku berjalan ke ruang tamu. Ekor mata Chris langsung menyambarku, saa

mengganti baju?"

ya saya sekarang memakai bra. Salah lagi ya?" t

rus menggantinya, Kak? Kan saya tidak ikut kalian pe

Aku mengerti sekarang. Mungkin Chris marah-marah terus karena ia sedang sakit kepala. Soalnya

gar cepat menyelesaikan urusannya. Lama-lama saya bisa st

n terkena stroke sungguhan. Tidak lucu kalau niatnya ingin makan malam, tapi mampirnya malah ke UGD bukan? Kasihan kakakku juga. Karena

lah rekor terlama bagi Maddie dalam mempertahankan pacar. Karena biasany

e yang lain. Chris mampu memenuhi gaya hidup ala sosialita kakakku. Namun dalam kurun waktu setahun itu, aku ja

berat pulang. Pada waktu itu kantornya mengadakan party besar-besaran, karena perusahaan m

tu kaos sepaha dan no bra karena sudah dalam keadaan separuh

addie yang sempoyongan sa

pintu dengan pakaian seperti itu, kalau

g tata cara berbusana yang baik dan bena

a mengumpulkan nyawa yang bercerai berai di alam mimpi. Pada saat itu aku cuma bisa

lkan Saya Christian Diwangkara

angat berbeda karakter dengan kakakmu. Kunci pintu ini setelah saya

rasuk di hatiku saat dia secara refleks mengelus kepalaku. Aku adalah orang yang san

rap aku luluh bila diberi harta ataupun pujian yang berlebihan. Karena itu

Chris, Lyn?" Teriakan Maddie dar

tah. Berarti Maddie puas dengan pekerjaanku. Setelah pekerjaan di dapur selesai,

Sementara Maddie sepertinya belum selesai berdandan. Karena aku mendengar Maddie mengomel diikuti dengan suara barang-barang yang be

e yang kupesan telah tiba di depan rumah. Aku langsung ber

du

g kaki Chris yg terj

ini pun tidak kamu lihat. Entah apa sa

oran Chris sempat-sempat

m. Kalau jalan pakai kaki, itu baru benar." Sahutku sembari mema

ng apa

engar itu gunakan telinga. Bukan mulut," ejekku iseng. S

rani membela diri dan menjawab sesukaku. Padahal biasanya a

rkali-kali. Ingat dia itu pacar kakakmu. Orang yang pasti di

asalah lain yang tak kalah peliknya di

kan sedikit sinar keberuntunga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Beautiful Hurt
Beautiful Hurt
“Marilyn, si upik abu dalam keluarga, bingung saat menjadi tertuduh sebagai seorang pelakor dalam hubungan sang kakak dengan pacarnya. Padahal ia hanya dijebak oleh sebuah SMS. Ia menjadi orang yang bersalah dalam keadaan yang salah juga. Sementara itu Christian--pacar sang kakak, malah menuduh Marilyn sebagai satu-satunya pemain tunggal dalam skenario ini. Christian mengira Marilyn ingin hidup enak dengan menghalalkan segala cara. Christian yang dendam karena nama baiknya telah tercemar, berencana akan membalas dendam pada Marilyn yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. "Pasti kamu sengaja menciptakan kekacauan seperti ini, agar bisa hidup enak dengan menjadi istri orang kaya bukan, setan kecil? Baiklah, saya akan menikahimu. Namun jangan senang dulu. Karena saya akan menjadi mimpi burukmu, karena kamu sudah berani bermain-main denganku." - Christian Diwangkara. "Saya diam, bukan karena saya bersalah. Saya hanya memilih berhenti menjelaskan karena saya menyadari, kalau kalian semua hanya menginginkan kebenaran versi kalian sendiri." - Marilyn Wijaya.”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 24 (end)