icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ayo Kencan Pura-Pura, Temanku [21+]

Bab 4 Deklarasi Palsu

Jumlah Kata:1596    |    Dirilis Pada: 09/11/2025

seperti parodi yang dikelilingi

i luar lebih tenang daripada

duduk gelisah, mengaduk es kopi susu yang sudah jadi air, sementara Hao, dengan rambutny

i lagi?" Yen

ntang defisit fiskal, menjawab pelan, "Mencoba memaham

apas kasar. "Oke. Rencana. Kamu yakin ini ide yang bagus? Kamu tahu a

gak perlu akting. Cukup jadi dirimu yang liar dan berisik, lalu kaitkan i

n punggungnya di kursi. "Aku suka balap, kamu suka melukis. Aku suka berantem,

ancurkan ego Scott dan membuat Luna gentar. Ingat, Yena. Mereka nggak cuma mengk

ott mengumumkan itu, aku hanya menaruh kalung Luna. Aku nggak bicara. Aku nggak teriak. Aku cu

na, tatapannya menyala. Dia mengambil ponselnya

amu lakukan

ai drama kita. Aku nggak mau Scott berpikir aku masih

ubungi aku lagi. Aku doakan kau bahagia dengan Luna, dan semog

ya ke meja seolah itu adalah bom. "Done.

ekali tidak mencapai matanya. "Selamat

adalah tempat Scott selalu mengklaim sebagai 'istana' pribadinya, temp

terik, tetapi Yena mengenakan jaket kulitny

u di layar ponselnya. Luna, si malaikat yang kini menjadi ratu drama, t

enunggu jawaban. "Kita lakukan seperti yang kit

dan agresif. Tumit sepatu botnya berdentum

teriak Yena, suaranya melengking. "Nggak tahu mal

Ekspresi Scott yang santai l

utar matanya. "Ngapain lagi sih? Udah d

elukan Scott, matanya yang besar meman

a perhatian. Dia berdiri di samping Yena, tidak terlalu

g berantakan membuatnya terlihat semakin marah. "Aku cuma datang mau ngucapin selamat. Sela

berdua datang mau nangis-nangis bareng? Mau bilang kita jahat

uang itu semua demi cewek yang udah aku anggap adik sendiri," Yena men

sekali tidak disangka Scott. Dia m

koh. Kontak fisik itu mengirimkan kejutan listrik dingin k

puas, melihat ker

usah khawatir," kata Yena, nada suaranya ber

ba-tiba memecah keheningan. Ma

suaranya tenang dan mantap, menusuk langsung ke Lun

t tegang. "Nggak spes

ikit agar dia ikut bergerak. Yena mengangk

Scott?" Yena mengangkat dagunya, tatapannya menantang. "Seol

cott mulai memerah.

t," lanjut Yena, dengan su

nang,"Kami juga sudah setahun. Te

eb

t me

dan penghinaan yang menyakitkan. Dia menatap tangan Yena dan Hao, lalu ke

tidak lagi seksi, tetapi serak karen

Scott? Kaget? Kamu pikir cuma kamu yang bisa main dua kaki? Selama kamu sibuk one-night

enyamanan. Dia hanya mencari balas dendam

aya, terluka. "Hao! Kamu sahabat aku! K

kamu cuma mau Yena jadi istri masa depan, tapi kamu malah noda-nodain orang lain. Kamu terlalu sibu

utan. Dia tidak berani membalas tatapan Hao, mant

lanjut Hao. "Kalian berdua terlalu sibuk dengan permainan angel dan playboy kalia

t, perselingkuhan adalah hak istimewanya. Dibayar dengan mata uang yang sama

u itu si kutu buku yang kaku, Hao! Dan kamu Yena, bad girl yan

an senyum puas. Scott sedang mencoba mendapatkan ke

an berbisik ke telinga Hao, cukup keras agar Scott

benci pertunjukan. Tetapi dia melihat api di mata Yena,

i. Dia melepaskan tangan Yena, dan alih-alih menciumnya seperti yang

ntak. Itu adalah ges

rnah se-flamboyan kamu, Scott. Dia nggak main hati orang. Dia cuma butuh perlindungan, yan

irnya membuka suara. Suaranya ke

n! Kalian bohong! Ini cuma akal-ak

gak lagi spesial. Luna, kamu nggak lagi jadi angel face yang polos. Kami juga sudah m

tang cinta, tetapi tentang pemahaman yang menyakitkan:

saran, dan gentar. Luna tahu Hao tidak akan pernah bohong sebesar ini, kecuali dia benar-benar terluka. Dan Luna mulai bertanya-tanya, apakah sel

tetapi menyenggol bahu Hao, gestur persahabatan baru. "Kita ng

rdiam kaku. Scott masih mencoba memproses bagaimana perselingkuhannya bisa d

yang liar kini terlihat seperti pasangan yang jauh lebih solid, terikat oleh r

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Prolog & Pengenalan Karakter2 Bab 2 Pesta Yang Berakhir Petaka3 Bab 3 'Balas Dendam' di Time Zone4 Bab 4 Deklarasi Palsu5 Bab 5 The Fake Dating Rules6 Bab 6 Ejekan Scott yang Menyakitkan7 Bab 7 🔞Ciuman yang Hampir Nyata8 Bab 8 Ketua Hima vs Brother Complex9 Bab 9 🔞Pelukan Protective Spontan10 Bab 10 Ciuman Di Balik Loker11 Bab 11 Aku Hanya Ingin Luna Kembali12 Bab 12 🔞Latihan Skenario13 Bab 13 🔞Kepemilikan Perawan14 Bab 14 Pagi Yang Kejam15 Bab 15 Sidang Keluarga Omara16 Bab 16 Ibu Mertua Ideal17 Bab 17 Aksi Heroik Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima)18 Bab 18 Ajakan Yosua Pura-Pura Jadian19 Bab 19 Pelukis Dan Inspirasinya20 Bab 20 Rasanya Beda21 Bab 21 Kita Lebih Dari Teman, Tapi Kita Bukan Pacar22 Bab 22 🔞Hasrat Terpendam Sang Analist23 Bab 23 🔞Malam Panjang24 Bab 24 🔞Penyatuan Di Bawah Matahari25 Bab 25 First Dating Di Mall26 Bab 26 Teguran Bunda27 Bab 27 Rahasia Luna dan Awal Mula Perselingkuhan Scott28 Bab 28 Perasaan Scott29 Bab 29 Pacaran ala Anak Kecil 30 Bab 30 Stalker dan Dominan31 Bab 31 🔞Badan Yang Terasa Aneh32 Bab 32 Takut-Takut33 Bab 33 Batal Hamil34 Bab 34 Izin Sakit dari Abang Ipar35 Bab 35 🔞Sleeper Bus36 Bab 36 🔞Kegilaan Trip Kampus37 Bab 37 🔞Malam Terakhir Trip Kampus38 Bab 38 Predikat Pacar Aku 39 Bab 39 Rapuh Berdua40 Bab 40 🔞Pernikahan dan Langit Hawaii41 Bab 41 🔞Menyelesaikan Perasaan42 Bab 42 🔞Full Canggung43 Bab 43 🔞Pamer Skill44 Bab 44 Jujur-Jujuran45 Bab 45 Telpon Ayah Yena46 Bab 46 Rahasia Yena47 Bab 47 Titipan Masadepan Hao48 Bab 48 Proyek Membujuk Kakak Ipar49 Bab 49 Bandara dan Lamaran50 Bab 50 Jeda Yang Diperlukan51 Bab 51 Fondasi Kuat52 Bab 52 PDKT Yosua dan Vania53 Bab 53 Insecurity Hao54 Bab 54 🔞Hukuman55 Bab 55 🔞Red Room56 Bab 56 Dansa dan Janji Baru57 Bab 57 Malam Yang Berantakan dan Pagi Yang Pahit58 Bab 58 Drama Luna dan Mamanya59 Bab 59 Luapan Kemarahan Ayah Yena60 Bab 60 🔞Deep Talk61 Bab 61 Bantuan Bunda62 Bab 62 Unek - Unek Yena63 Bab 63 Hiburan Disaat Kalut64 Bab 64 Maraton Persiapan65 Bab 65 Tamu Tak Diundang66 Bab 66 Rahasia Dibalik Kanvas67 Bab 67 Ujian Kesetiaan68 Bab 68 Ketegangan Dimeja Makan69 Bab 69 H-3 Pernikahan70 Bab 70 Malam Sebelum Akad71 Bab 71 Hari Pernikahan