icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Senja di Kaki Gunung Arjuna

Bab 3 Pesona

Jumlah Kata:1062    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

ih... Tapi

ju atasan berwarna gelap serta paduan celana berwarna senada, Wenny berperawakan tegap seperti gadis paskibrat

ng menyampaikan pendapat dengan polosnya. Saat perkenalan, Wenny menyampaikan bahwa

. Tepat di saat itu, momen mata mereka saling beradu. Senior Imam menoleh, mencari sumber suara tawa yang terdengar, ia mengenali suara Sindy dan menemukan bayangan Sindy yang tersenyum menatapnya. Sindy yang terdorong untuk melihat kembali ke arah senior Imam, termangu melihat laki-laki bersuara serak tersebut sedang memperhatikannya. Mereka

ir, meminta maaf karena tidak fokus dan bertany

jah Sindy dan berpikir wajah Sindy yang m

h menatap mata laki-laki yang belum ia kenal dengan baik seperti apa yang baru saja terjadi. Debaran jantungnya se

dan mencoba mengecek suhu badan Sindy. Hal yang terlihat sederhana, tapi bagi

menyampaikan pada senior bahwa kondisi Sindy mungkin kurang Fit, hingg

k saja, aku m

team, ia menekan bahu Wenny dan meminta W

a, kita orang

an tanpa bayangan, Fuad dan Sindy tertaw

n dan kembali menghadap ke senior di pintu gerban

n di Pos, menangani salah satu anggota yang mengalami kram otot. Team empat sedang melaksanakan sholat dhuhur, sedan

engambil alih pimpinan, berdiri berjejer dengan ketinggian yang sama, kehadiran mereka berdua terl

menit waktu yang diberikan pada kalian oleh senior

Fuad dan Willy, ketua

riak senior Imam dengan gusar. Ia berdiri di depan Sindy Dan Wenny, cukup dekat, Sindy hanya

tidak ada yang yakin dengan waktu ya

annya. Sudah cukup membuat ia jera, Sindy memutuskan untuk maju ke depan dan segera melantai, melakukan push up 15 kal

ngkat, kamu Yudha, ketua regu... Anggota Sindy dan W

ebersamaan mereka yang sebentar terasa solid. Fuad menganggukkan kepala melepas kepergian mereka

segera berangkat dan kemudian

nghargai waktu... 20 menit lebi

pat dilihat lagi oleh Sindy dan Wenny, mer

ui bahwa senior senior mereka menyewa tenda milik PMI Kota, tenda darurat yang berukuran besar, biasa digunakan saat ada bencana

k snack, dan mereka tertolong akan hal tersebut. Karena tidak ingin tertahan di jalan, mereka memakan snack sambil terus berjalan, sesuatu yang jarang dilakukan oleh Sindy. Dia merasa aneh, tapi saran untuk

dengan tolol, antara menertawa

unggung teman seperjalanannya dengan send

. Beberapa kali Yudha memberi kesempatan untuk kedua anggota perempuan meluruskan kaki yang terasa kram. Meletakkan tas untuk is

tapi dari caranya memberikan waktu bre

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka