icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Skandal di Tengah Pre-Wedding

Bab 4 Hari ini bukan hari kerja

Jumlah Kata:2010    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ota tua ini tampak seperti lukisan air. Nayra berjalan perlahan di trotoar, tangannya terbenam di s

tetap menolak membiarkan Nayra keluar sen

soal keamanan, atau karena kau tidak in

emudian menatap jam di

a ini bukan debat yang bisa ia me

api kau men

"Aku tidak suka menghab

ngan penelitian atau rasionalitas," Nayra me

berlapis cat tua yang retak di beberapa bagian. Suara langkah mereka

dela dipenuhi tumpukan buku-buku sejarah dan nove

ak, lalu mengangguk. "

ya seperti pelukan hangat. Ia menyusuri lorong sempit, jari-jarinya

Eropa abad ke-19. Ia membuka halaman pertama, membaca beberapa baris, dan mera

Elias terdengar

u. "Sangat. Aku tidak pernah melihat cat

menulis itu juga menemukan dirinya sen

apnya, bing

an melalui hidup yang buk

rut Nayra terasa panas. Ia menelan ludah. "Jadi

hanya menatap rak-rak buk

ecil dengan jendela penuh embun. Seorang bari

khir kali Anda minum k

ni, baru sarapan. Tapi mungkin

, bisa begitu hangat dengan orang lain-dan dengan caranya sendiri, membua

duduk, memesan k

buka topik yang sudah lam

idak menyesal meni

"Menyesal? Tidak. Tapi b

ita hanya

man. Perasaan

elalu ingin aman, tapi malah tersangkut

tersenyum tipis, hampir tidak terlihat. "M

ya suara air panas menuang kopi da

h secara kontrak, ia merasa... nyaman. Tidak sepenuhnya ba

rtemen, tapi jalannya berbeda.

enunjuk ke gang sempit, dindi

Elias meng

l yang menceritakan kisah cinta lam

etiap karakter digambarkan dengan ekspresi dan ge

ri mereka dengan cara mereka sendiri,"

u, lalu menatap Nayra.

tapnya, sesuatu yang berbeda dari biasanya. Tidak ada

p percikan air di kaca, musik klasik mengalun dari speaker keci

rita malam in

" Nayra

tunjukkan padamu. Aku membacanya malam

h intonasi yang membuat kata-kata terasa hidup. Nayra menatap

dar, ia mera

an arah, tapi akhirnya menemukan tempat di mana ia diterima. Kata-kat

. "Mungkin. Tapi kita masih tersesat. Kita

di dada. Ia tidak tahu harus menamai perasaan itu apa-r

au ikut denganku ke perpustakaan universitas. Ada bebe

i penasaran dengan semua h

erbicara bukan sebagai pasangan kontrak, bukan sebagai headline media

ak tinggi. Bau kertas kuning dan debu tua memenuhi udara. Elias menuntunnya, sese

egitu memikat baginya-setiap dokumen, setiap catatan sej

yra saat mereka berhenti di de

baca pikiran orang-orang yang sudah lama tiada. Kita bela

laman, kesedihan, ketenangan-yang membuat hatinya ber

ar dari perpustakaan, dan matahar

. "Aku tidak menyangka hari-hari ko

anpa ekspresi, tapi dengan nada yang ber

leh cahaya senja, Nayra merasa sesuatu tumbuh-bukan cinta penuh, bu

dan mungkin... tentang dirinya sendiri yan

. Nayra duduk di meja makan apartemen mereka, menyeruput teh hangat, memandang keluar jendela ke arah jalanan berlapis batu basah. Hati

tatan dengan rapi. Suara ketuk papan ketik terdengar serentak dengan d

i," Nayra akhirnya berkata. Suaranya

an manuskrip yang kau lihat kemarin. Banyak hal yang tersembunyi di balik kata-

bih cepat. Ada sesuatu dalam cara Elias bicara-tidak se

Ia harus mendokumentasikan arsip lama yang baru ditemukan timnya, semen

hujan semalam, dan kabut ti

rtanya, matanya menatap pem

" Elias mem

tersandung sesuatu y

terlihat. "Kalau kita tersesat,

kipun tampak dingin, selalu punya cara mengubah ketidakpastian menjadi

abad pertengahan menjulang tinggi, dindingnya kasar, tapi megah. Hujan semalam

dokumen tua tersusun rapi. Nayra melihatnya sibuk memeriksa dokumen, menc

bertanya sambil menunjuk man

Hati-hati, setiap goresan atau lipatan bi

pi aku ingin merasakan sejarah

Saat tangan mereka bersentuhan, ada getaran halus yang membuat keduanya te

reka berjalan di halaman kastil. Angin dingin berh

kir sejarah itu membosankan. Padahal setiap dokumen, set

. "Seperti hidup

ungkin. Kita hanya menulis bab sendiri,

n kekaguman. Ia ingin tahu lebih banyak tentang pria ini-tentang

diam menatap kota di bawah. Hanya suara

berani bertanya, "apak

. Tapi menyesal tidak mengubah apa pun. Yang pen

skipun mereka berdua hidup dalam kontrak, ada sesuatu

s. Mereka duduk di ruang tamu, Nayra menulis di

mbayangkan hidup di kota asing bisa terasa seperti rumah.

a, diam beberap

kita hanya kontrak,

uga merasakannya. Tapi jangan salah, ini bukan ci

"Mungkin keseimbangan i

dak ada headline, tidak ada tekanan media-hanya dua manus

Surat itu resmi, dari lembaga penelitian internasional.

Wina minggu d

yra mengan

uskrip yang baru ditemukan. Kit

"Kau serius? K

. "Ya. Dan kau a

embawa mereka ke tempat-tempat yang belum mereka bayangkan, menghadapi

memikirkan perjalanan minggu depan. Ia me

mi satu hal. Bahwa dari sesuatu yang dimulai karena kemarahan, bisa

ya sendiri. Ia menyadari satu hal: kontrak ini tidak lagi sekadar dokumen le

Di apartemen itu, dua orang yang terpaksa menikah mulai merasakan sesuatu yang lebih dari sek

asa bahwa mungkin, hanya mungkin, kontrak ini bisa men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Skandal di Tengah Pre-Wedding
Skandal di Tengah Pre-Wedding
“Nayra Lestienne datang ke Prague untuk menemui tunangannya, sekaligus menjalani sesi foto pre-wedding karena pernikahan mereka tinggal dua bulan lagi. Namun semua rencana berubah menjadi bencana ketika Nayra memergoki tunangannya-Calvin Roux-berciuman mesra dengan perempuan lain di depan hotel tempat mereka menginap. Terlalu marah untuk berpikir jernih, Nayra melakukan hal paling gila dalam hidupnya: menciumnya pria pertama yang lewat. Pria itu bernama Dr. Elias Marek, seorang peneliti sejarah berusia 30 tahun yang baru saja menerima penghargaan internasional atas temuannya. Yang awalnya hanya ciuman balas dendam tanpa makna, berubah menjadi skandal besar setelah video mereka viral di seluruh kota. Untuk melindungi reputasi masing-masing, Nayra dan Elias terpaksa menikah secara kontrak-dan tinggal di bawah satu atap selama enam bulan ke depan. Namun, siapa sangka, dari hubungan yang dimulai dengan amarah dan kesepakatan dingin, perlahan tumbuh perasaan yang tak bisa mereka tolak?”
1 Bab 1 terasa hampir seperti lelucon2 Bab 2 Hari pertama tinggal serumah3 Bab 3 terbangun dengan suara riuh4 Bab 4 Hari ini bukan hari kerja5 Bab 5 memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri6 Bab 6 semakin rumit7 Bab 7 masa lalu8 Bab 8 Pria itu terlihat dingin9 Bab 9 kejauhan nyaris tak terdengar10 Bab 10 tajam tapi berbeda tujuan11 Bab 11 tinggal sementara12 Bab 12 mereka mengerti sepenuhnya13 Bab 13 seakan semua orang mengetahui sesuatu14 Bab 14 Kita prioritaskan anak15 Bab 15 Apakah ini tentang tantangan 16 Bab 16 Ia tahu hari ini tidak akan sama17 Bab 17 undangan18 Bab 18 harus diserahkan19 Bab 19 tidak kunjung reda20 Bab 20 riwayat pribadinya21 Bab 21 hubungan22 Bab 22 perlahan mendingin23 Bab 23 Bagaimana perasaanmu hari ini 24 Bab 24 di balkon apartemen25 Bab 25 Sesuatu yang tidak bisa kuabaikan26 Bab 26 beberapa jam