icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup

Bab 2 

Jumlah Kata:644    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ya aku sudah menyiapkan segelas minuman hangat untuknya, seperti kebiasaan kam

ra naluriah menghindar. Dia menghela napas,

ut. "Nanti aku ganti. Aku belikan tas

ekspresi, memikirkan semua ulang tahun yan

perti sangkar. "Kamu terlalu keras bekerja untuk naskah baru itu

pi aku membiarkannya menuntunku ke tempat tidur, ekspre

adi tidur nyenyak, aku langs

nghargainya. Sekarang, aku tahu itu adalah brankas untuk rahasianya. Aku mencoba tanggal ul

jariku gemetar saat aku mengetik tanggal ulang

rbunyi klik

mulai dari sana. Di laci terkunci, aku menemukan album fo

keluarga yang sempurna dan bahagia. Di salah satu foto, orang tuaku juga ada di sana. Ibuku menggendong Leo, berseri-seri, sementara ay

aptopnya. Kata sandinya sama. File-filenya diatur dengan cermat. Ak

a pertamanya. Pindaian akta kelahirannya, mencantumka

milik orang tuaku, Suryo dan Laras Wijaya, ke sebuah perusahaan cangkang. Keterangan di setiap tr

, setiap hadiah mahal, setiap janji kosong tentang keluarga, dibayar dengan uang yang sama yang mereka gunak

lah transaksi. Aku adalah harga yang mereka bayar

iap foto, setiap video, setiap laporan bank. Saat file-file itu ditran

terakhir. Semuanya." Aku tahu aku harus menghadapi mereka, tapi aku akan mela

Sebuah pesan dari

enyadari aku mengi

adalah foto keluarga yang baru s

i. Cantik sekali. Katanya pemandangannya mengingatkannya pada hari perta

hasil. Aku bersandar di meja, flash disk tergenggam di tanganku, da

as menjadi sesuatu yang lain.

ur. Aku akan membakar seluruh

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup
Penipuan Lima Tahun, Pembalasan Seumur Hidup
“Aku adalah Alina Wijaya, pewaris tunggal keluarga Wijaya yang telah lama hilang, akhirnya kembali ke rumah setelah masa kecilku kuhabiskan di panti asuhan. Orang tuaku memujaku, suamiku menyayangiku, dan wanita yang mencoba menghancurkan hidupku, Kiara Anindita, dikurung di fasilitas rehabilitasi mental. Aku aman. Aku dicintai. Di hari ulang tahunku, aku memutuskan untuk memberi kejutan pada suamiku, Bram, di kantornya. Tapi dia tidak ada di sana. Aku menemukannya di sebuah galeri seni pribadi di seberang kota. Dia bersama Kiara. Dia tidak berada di fasilitas rehabilitasi. Dia tampak bersinar, tertawa saat berdiri di samping suamiku dan putra mereka yang berusia lima tahun. Aku mengintip dari balik kaca saat Bram menciumnya, sebuah gestur mesra yang familier, yang baru pagi tadi ia lakukan padaku. Aku merayap mendekat dan tak sengaja mendengar percakapan mereka. Permintaan ulang tahunku untuk pergi ke Dunia Fantasi ditolak karena dia sudah menjanjikan seluruh taman hiburan itu untuk putra mereka-yang hari ulang tahunnya sama denganku. "Dia begitu bersyukur punya keluarga, dia akan percaya apa pun yang kita katakan," kata Bram, suaranya dipenuhi kekejaman yang membuat napasku tercekat. "Hampir menyedihkan." Seluruh realitasku-orang tua penyayang yang mendanai kehidupan rahasia ini, suamiku yang setia-ternyata adalah kebohongan selama lima tahun. Aku hanyalah orang bodoh yang mereka pajang di atas panggung. Ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Bram, dikirim saat dia sedang berdiri bersama keluarga aslinya. "Baru selesai rapat. Capek banget. Aku kangen kamu." Kebohongan santai itu adalah pukulan telak terakhir. Mereka pikir aku adalah anak yatim piatu menyedihkan dan penurut yang bisa mereka kendalikan. Mereka akan segera tahu betapa salahnya mereka.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10