icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengorbanannya, Kebencian Butanya

Bab 3 

Jumlah Kata:851    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

tangannya mencengkeram

ya serak. "Sebagai asistenmu, kese

dinding di antara mereka. Batas p

ya i

n gelap. Dia tampak seperti

a, kata-kata itu menet

puk uang seratus ribuan ke meja samping tempat t

an yang bagus. Kau selalu haus uang, kan, Cora? Aku in

arga pengkhianatannya,

rjalan keluar ruangan, meninggalkan aroma parfu

tugas terakhir terkait lelang. Dia harus secara pribadi mengantarkan angsa kr

pintu, penuh senyum

dah membawa ini. Oh, lenganmu

ja," kata Cora, k

at dengan tatapan kebencian murni yang tak terselubung.

ak kagum, mengambil kotak berat

a berbalik, tanga

mer. Suara retakan yang memua

simbol cinta abadi yang berharga lima puluh mi

p, digantikan oleh ekspr

suara itu. Dia melihat kristal yang hancur

tuntutnya, matanya

anya bergetar saat dia mulai menang

ba menjelaskan, suaranya meninggi ka

adalah hadiah untuk Rania. Sehar

nnya seperti besi. "Apa tidak ada yang tidak akan kau hancurkan? Apa kau begitu cemb

s, dengark

kan ahli dari korban yang patah hati. "Bas, jangan ma

ng berlinang air mata kembali ke wa

aranya sedingin baja. "Berlut

kamera keamanan di lobi. Periksa rekamann

ketakutan di matanya. Tapi kemudian dia santa

melangkah maju, men

ka, suaranya datar. "Sistem keamanan di l

tu

wal memaks

pat di atas pecahan

ikuti oleh rasa sakit yang membakar yang menjalar ke ka

melihat darah mulai merembes melalui cel

dak melaku

nia. Dia akan selal

dari sebelumnya. "Dan kau akan membayarnya. Lima pulu

. Dia me

tidak sebanding denga

h di lantai. Dia menatap Rania, yang sekarang menyem

a tercekat, kata-kata itu te

, suaranya seperti dengkuran kejam. "Mungkin di

luar, langit telah menjadi gelap, dan badai tiba-tib

" saran Rania. "Sampai aku mer

di genangan darahnya sendiri, lalu

kuk

di atas batu beranda yang dingin dan basah. Hujan seg

ap ke tulangnya. Rasa sakit di l

dengan lembut membungkus selimut di bahu Rani

berbeda, bertahun-tahun yang lalu. Dia takut pada guntur, dan Baskar

sisa hanyalah hujan dingin, pengawal yang acuh tak

hujan, membasuh darah dari

n. Benar-ben

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
Pengorbanannya, Kebencian Butanya
“Bosku, Baskara Aditama, memaksaku mendonorkan sumsum tulang belakang untuk tunangannya. Wanita itu takut bekas luka. Selama tujuh tahun, aku menjadi asisten bagi anak laki-laki yang tumbuh bersamaku, pria yang kini membenciku setengah mati. Tapi tunangannya, Rania, menginginkan lebih dari sekadar sumsum tulangku; dia ingin aku lenyap. Dia menjebakku karena menghancurkan hadiah senilai lima puluh miliar rupiah, dan Baskara membuatku berlutut di atas pecahan kristal sampai lututku berdarah. Dia menjebakku atas penyerangan di sebuah pesta, dan dia membuatku ditangkap, di mana aku dipukuli sampai babak belur di dalam sel tahanan. Lalu, untuk menghukumku atas video seks yang tidak pernah aku sebarkan, dia menculik orang tuaku. Dia membuatku menonton saat dia menggantung mereka dari sebuah derek di gedung pencakar langit yang belum selesai, ratusan meter di udara. Dia meneleponku, suaranya dingin dan angkuh. "Sudah dapat pelajaranmu, Cora? Siap untuk minta maaf?" Saat dia berbicara, tali itu putus. Orang tuaku jatuh terempas ke dalam kegelapan. Anehnya, ketenangan yang mengerikan menyelimutiku. Rasa darah memenuhi mulutku, gejala penyakit yang tidak pernah dia ketahui kumiliki. Dia tertawa di seberang telepon, suara yang kejam dan buruk rupa. "Lompat saja dari atap itu kalau memang sesakit itu. Itu akan menjadi akhir yang pantas untukmu." "Baiklah," bisikku. Dan kemudian, aku melangkah dari tepi gedung, menuju udara yang hampa.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 1011 Bab 1112 Bab 1213 Bab 1314 Bab 1415 Bab 1516 Bab 1617 Bab 1718 Bab 18