icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri

Bab 4 mempesona

Jumlah Kata:2141    |    Dirilis Pada: 24/10/2025

a membawa rona oranye yang memantul di kaca gedung tinggi, menciptakan siluet kota yang mempesona. Ia m

ak yang menuntut penyesuaian desain, analisis risiko, dan strategi implementasi dalam waktu terbatas. Tid

nselnya bergetar. Sebuah

utama. Segera bergabung, k

gatan yang biasanya ia rasakan. Tapi ia tahu, itu hanyalah cara Reyhan menjaga fokus

erdiri di dekat jendela, jas gelapnya menempel rapi di bahu, wajahnya terlihat t

ra itu seperti air dingin yang mengalir, tap

r. "Kau selalu menunggu dengan ekspresi

i serius ini menjaga semua orang tetap fokus," ja

an dipaksa bekerja dalam tekanan ekstrem. "Baiklah, mari kita selesaikan ini," katanya. Nada suaranya ri

usik malam itu, sesekali diselingi gumaman ketika salah satu dari mereka menemukan kesalahan. Ketelitian Reyhan

is di dahinya. "Kau harus istirahat sebentar. Aku bisa mengerjakan bagian a

nasihatinya, apalagi dengan nada yang hangat seperti itu. "Aku bai

. "Kau terlihat lelah. Jangan paksakan diri terlalu keras. Kesa

nya sulit untuk tetap sepenuhnya rasional. Wanita ini bukan hanya mengganggu ketenangann

atan perhatian yang membuat Reyhan sulit mengalihkan pandangan. Ia mencoba tetap fokus pada laporan

nstruksi dengan serius. Ada masalah di lapangan-pemasangan komponen baru

pada Aluna setelah menutup telepon. Suaranya

katanya, menyimpan dokum

i mereka tidak peduli. Reyhan memimpin tim dengan ketegasan, sementara Aluna membantu mengatur p

dokumen penting. Reyhan menatapnya sebentar, menahan reaksi yang sulit dikendalikan.

terbatas," kata Aluna, mencondongkan tubuh ke

h Aluna. "Aku tahu," jawabnya singkat, namu

Namun ada sesuatu yang berbeda malam itu-ketegangan profesional dan ketertarik

rbarui. Aluna dan Reyhan berdiri di tengah lokasi yang basah, menatap hasil

berhasil melewati malam yang sulit,"

jawabnya, nada hangat, bukan sekadar formalitas. Ada rasa kagum dan ketertarikan

membasahi kaca jendela, menciptakan suasana sunyi yang aneh tapi nyaman. Aluna menatap Reyha

at semuanya lebih mudah untukku," jawabnya singkat. Nada s

lam ini akan aku ingat, Reyhan. Bukan hanya karena proyeknya, tapi

seperti itu menyentuhnya, tetapi Aluna telah melakukannya tanpa kesulitan. "Aku... juga tida

eka telah berubah. Badai kecil yang dimulai beberapa malam lalu telah tumbuh menjadi sesua

segar. Aluna menatap langit, menyadari satu hal: permainan yang ia mulai dengan Reyhan bukan lagi sekadar profesi

partemen. Ia menghela napas panjang. Ia jarang membiarkan orang lain mengacaukan ketenangannya, tetapi A

i yang semakin intens, dan ketegangan emosional yang berkembang. Batas antara profesionalisme d

ah menjadi sesuatu yang tak bisa ditebak, membawa mereka ke dinamika b

Aluna melangkah keluar dari apartemennya dengan cepat, membawa tas kerja berisi laptop, dokumen, dan catatan proyek yang be

am dengan kedua tangan menekuk ke meja kaca. Laptop terbuka di depannya, tapi matanya menatap jauh ke luar jendela, ke jalanan yang

dengan frustrasi. "Pagi, Reyhan," sapanya ringan

angan keseimbangan, tapi hari ini berbeda. Ada masalah mendesak yang harus mereka hadapi, dan itu melibatkan

aktu. Klien baru ini cukup menuntut, dan mereka mengubah semua rencana semalam. Jika

n rencana sementara. Tapi kita perlu tim tambahan untuk menangani logistik dan data.

kan mengurus data analisis dan revisi desain, sement

tas. Namun ada ketegangan lain yang terasa-bukan sekadar pekerjaan. Reyhan merasa setiap gerakan Aluna, setiap tatapan,

baru. Saya akan membantu koordinasi proyek," katanya sambil menatap Aluna dan Reyhan. Ada aura percaya diri yang menyeli

ng bertemu dengan Anda, Arga. Semoga

Ada sesuatu dalam cara Arga menatap Aluna yang membuatnya mera

paksa bekerja berdampingan lebih erat, seringkali duduk bersebelahan di meja yang sama, saling memeriksa setiap detail. Setiap kali tangan mereka ber

n, dan sesekali bercanda. Reyhan menatapnya dengan intens, merasa ada dorongan protektif yan

anakan analisis data," kata Arga samb

"Kita bisa diskusikan itu nanti. Aku ingin memastikan setiap peru

gangan yang sulit dijelaskan-campuran profesionalisme

n, membuat tanah menjadi licin. Aluna dan Reyhan memimpin tim, memastikan semuanya berjalan lancar. Situasi darura

, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Aluna tersenyum tipis, menatapnya sebentar, lalu fokus kem

eninggalkan Reyhan dan Aluna sendiri di lokasi. Hujan deras meng

. Kita harus menyelesaikan ini," kata Aluna, w

gan yang kuat muncul. "Aku di sini. Kita selesai

mastikan proyek siap untuk klien. Hujan tidak menghentikan mereka, justru memaksa mereka l

a mereka. Ada rasa lega dan puas, tapi juga ketegangan yang tidak bisa diabaikan. Aluna menata

k, Aluna," jawabnya, nada hangat dan berbeda dari biasanya. Ada rasa kagum dan kete

ca jendela. Suasana sunyi, tapi nyaman. Aluna menatap Reyhan sekilas, tersenyum tipi

embuat semuanya lebih mudah untukku," jawabnya singkat

lam ini akan aku ingat, Reyhan. Bukan hanya karena proyeknya, tapi

seperti itu menyentuhnya, tetapi Aluna telah melakukannya dengan mudah. "Aku... juga tidak

atas antara profesionalisme dan perasaan pribadi semakin tipis. Arga sesekali muncul untuk memberi saran, tapi kehadirann

n sebelumnya kini berubah menjadi sesuatu yang lebih kompleks, membawa kete

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
“Tidak semua badai hadir dengan amarah. Beberapa datang dengan senyum hangat, aroma kopi yang samar di udara, dan sentuhan ringan pada lengan seseorang... cukup untuk mengacak ketenangan yang selama ini terasa stabil. Aluna muncul layaknya angin musim semi-ceria, penuh energi, dan sulit untuk diabaikan. Seorang wanita muda dengan tutur kata yang manis, percaya diri yang meluap, dan mata yang menyimpan kisah-kisah tak terucap. Ia hidup tanpa batas, menapaki setiap hari dengan kebebasan yang menular. Ia bukan perempuan biasa. Aluna adalah cucu kesayangan Hartawan, seorang taipan dengan kerajaan bisnis yang menjulang. Tumbuh dalam kemewahan, dimanja sejak kecil, dan dipersiapkan menjadi pewaris utama keluarga. Aluna percaya pada satu hal: ia bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan... termasuk mencairkan hati seorang pria dewasa yang terkenal dingin dan sulit didekati. Sementara itu, Reyhan menjalani hidupnya dengan aturan yang ketat. Rapi, teratur, disiplin-seperti tumpukan dokumen yang tersusun rapi di mejanya. Dengan usia matang dan pengalaman yang membentuk karakternya, ia menjaga jarak dari segala bentuk godaan-setidaknya itulah keyakinannya selama ini.”
1 Bab 1 ada sosok yang mampu membuat pagi itu terasa lebih hangat2 Bab 2 Ia tahu pria itu bukan tipe yang suka basa-basi3 Bab 3 menjadi pusat perhatian4 Bab 4 mempesona5 Bab 5 Hari ini bukan hari biasa6 Bab 6 terlihat resah7 Bab 7 mobil yang melintas8 Bab 8 ekspresi yang tak terbaca9 Bab 9 Reyhan masih menjauh10 Bab 10 ada sesuatu yang membuatnya yakin11 Bab 11 suasana berbeda dari biasanya12 Bab 12 Aku terlalu sibuk13 Bab 13 Mereka tidak boleh selamat14 Bab 14 kita mencoba menghentikan mereka secara paksa15 Bab 15 tentang kebenaran16 Bab 16 kecerdikannya17 Bab 17 menghalangi18 Bab 18 ambigu19 Bab 19 menyasar reputasi20 Bab 20 cukup puas dengan manipulasi21 Bab 21 ragu harus diawasi22 Bab 22 kepentingan perusahaan23 Bab 23 memperkuat posisi mereka24 Bab 24 Kau ingin menyelamatkan Reyhan25 Bab 25 Tidak ada lagi ruang untuk keraguan