icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri

Bab 2 Ia tahu pria itu bukan tipe yang suka basa-basi

Jumlah Kata:1109    |    Dirilis Pada: 24/10/2025

berdiri di depan gedung Hartawan Corp, menunggu valet parkir membawakan mobilnya. Rambutnya sedikit basah oleh rintik hujan, tapi se

n. Ia tahu pria itu bukan tipe yang suka basa-basi, tapi ia ingin proyek ini berjalan mulu

kpastian, tapi pikiran Reyhan lebih sibuk dari biasanya. Aluna terus menghantui pikirannya-senyumannya, caranya berbicara, bahkan bagaimana ia selalu tampak yakin pada diri sendiri. Reyhan men

biasanya sepi dari gangguan. Saat Reyhan tiba, Aluna sudah menunggu di sana,

apa dengan nada riang, berdiri d

. "Aku datang tepat waktu," jawabnya. Nada suaranya da

a. "Bagus. Aku senang kau tidak terlamba

seriusnya tidak berubah. "Fok

ntara Reyhan menekankan sisi analisis dan risiko yang harus diperhatikan. Perb

han, menatap layar laptop. "Kau tidak bisa hanya mengandalka

ercaya, jika kita terlalu takut, kita tidak akan mencapai apa pun. Kreati

pat menyerah ketika ia menunjukkan sisi tegasnya, tapi Aluna menatapnya balik dengan tatapan yang

bagian tugas, estimasi biaya, dan potensi tantangan yang mungkin muncul. Reyhan mencatat setiap kata, sese

untuk menimbang semua ini," katanya. "Beberapa hal terdengar menja

ap. "Aku mengerti. Tapi aku percaya kau akan me

han diri untuk tidak tersenyum. "Aku selalu m

kat. Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang membuat Reyhan merasa sedikit gelisah. Ia

atanya, suara ringan tapi penuh makna. "Tapi ingat, Reyhan... ini bu

rikan dengan sangat selektif, dan Aluna tampaknya telah menembus pertahanan itu tanpa usaha berlebiha

g hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan-sebuah kebiasaan yang selalu ia lakukan untuk mencairkan keteganga

una menatap genangan air di aspal, tersenyum kecil. "Jakarta sela

uasi yang terkendali," katanya, menatapnya

akan drama. Aku membicarakan kesempatan. Kadang, hal-ha

a-kata-ringan, tapi menusuk tepat ke inti pikirannya. Ia menghela n

ntang. "Batasan itu fleksibel, Rey

, memberikan ide baru, dan bahkan sesekali membawa makanan atau kopi untuknya. Reyhan tetap disiplin, tapi perlahan mu

menemukan kesalahan kecil dalam laporan Aluna-sesuatu yang bisa berdampak besar jika tidak diperba

menantang. "Aku tahu, Reyhan. Tapi kesalahan ini b

ani menentangnya tanpa takut. "Benar. Tapi jangan angga

"Aku suka caramu tegas, Reyhan. Tapi jangan lu

rtarikan yang sulit dijelaskan. Reyhan sadar, semakin ia menahan diri, semakin Aluna t

atapannya, cara ia menantang dan membuat segalanya terasa hidup-semua itu menghantui pikirannya. Ia menghela

on apartemennya, menyesap angin malam. "Ini baru permulaan," gumamnya. Ia tahu Reyhan b

npa gemuruh, hanya ketegangan, pandangan, dan perasaan yang saling menantang-membangu

pekerjaan. Ini tentang dua orang yang berbeda, dengan dunia yang berbeda, yang perlahan mulai

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
“Tidak semua badai hadir dengan amarah. Beberapa datang dengan senyum hangat, aroma kopi yang samar di udara, dan sentuhan ringan pada lengan seseorang... cukup untuk mengacak ketenangan yang selama ini terasa stabil. Aluna muncul layaknya angin musim semi-ceria, penuh energi, dan sulit untuk diabaikan. Seorang wanita muda dengan tutur kata yang manis, percaya diri yang meluap, dan mata yang menyimpan kisah-kisah tak terucap. Ia hidup tanpa batas, menapaki setiap hari dengan kebebasan yang menular. Ia bukan perempuan biasa. Aluna adalah cucu kesayangan Hartawan, seorang taipan dengan kerajaan bisnis yang menjulang. Tumbuh dalam kemewahan, dimanja sejak kecil, dan dipersiapkan menjadi pewaris utama keluarga. Aluna percaya pada satu hal: ia bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan... termasuk mencairkan hati seorang pria dewasa yang terkenal dingin dan sulit didekati. Sementara itu, Reyhan menjalani hidupnya dengan aturan yang ketat. Rapi, teratur, disiplin-seperti tumpukan dokumen yang tersusun rapi di mejanya. Dengan usia matang dan pengalaman yang membentuk karakternya, ia menjaga jarak dari segala bentuk godaan-setidaknya itulah keyakinannya selama ini.”