icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suamiku Menghamili Sahabatku

Bab 3 Ryan telah berubah

Jumlah Kata:2036    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

di sofa, memegang cangkir kopi yang mulai dingin, menatap jauh ke luar jendela. Pikiran-pikirannya kacau. Selama beberapa minggu

i permainan. Tapi di sisi lain, ada Nadia-sahabatnya sendiri-yang telah menaruh kepercayaan padanya, yang mempercayainya untuk menj

an nama Nadia. Kara menarik n

karang juga," suara Nadia ter

ra bertanya, menco

semakin dekat denganmu akhir-akhir ini. Ini... lebih dari y

yangkan Ryan tersenyum padanya, hatinya terasa panas. Ia merasa terjeb

lasan, meskipun ia takut menghadapi kenyataan. Saat sampai di rumah Ryan, ia melihat pr

a Ryan, tersenyum tipis. "Aku ing

berdebar kencang. "Aku juga

diucapkan. "Kara... aku tidak bisa mengabaikan perasaanku la

erdetak kencang, dan perasaan yang ia coba tekan selama ini munc

ung harus berkata apa. Kata-kata yang in

Aku tahu ada rencana, ada sahabatmu, dan ada banyak hal yang harus

a juga tahu konsekuensi dari perasaan itu. Persahabatan dengan Nadi

uh dengan Ryan, rencana mereka bisa gagal, dan persahabatan mereka bisa rusak selamanya. Nadia memutuskan untuk mengambil tindakan. Ia

ing-masing. Setiap kata Ryan terasa jujur, setiap senyumannya membuat hati Kara semakin lemah. Ia sadar, setiap deti

u sederhana, tapi penuh makna. "Kara... aku ingin kamu tahu, aku serius.

alah momen kritis. Jika ia menyerah pada perasaannya, seluruh rencana

sahabatnya, dan ia semakin sering mengundang Kara ke rumahnya. Setiap undangan, setiap percakapan, membuat Kara merasa terperangkap

menerima pesan p

uanya terlambat. Aku bisa merasakan perasaanmu semakin kuat. Jangan biarkan hatimu me

, tapi bagaimana mungkin menolak perasaan yang tumbuh begitu kuat? Ia

dan setiap tetes hujan terasa seperti bisikan hati yang tidak bisa ia abaikan. Ia merasakan kehangatan tangan Ryan,

ukan sekadar mimpi. Itu adalah cerminan dari perasaan yang sebenarnya telah menguasai dirin

pi tegas. "Kara... aku ingin kita bertemu. Aku tidak bisa

uat pilihan: menyerah pada perasaannya dan menghadapi risiko kehilangan persahabatan dengan N

Kara dengan serius. "Kara... aku serius. Aku ingin kamu juj

. aku juga merasakan hal yang sama. Tapi... aku takut dengan k

an dunia luar. Aku hanya peduli padamu. Tapi aku juga tidak ingin

ia coba tekan selama ini kini tidak bisa lagi diabaikan. Ia merasa terjebak, tak

anik dan marah, Nadia menyadari bahwa strategi mereka mulai gagal. Ia tahu, jika Kara benar-benar m

kiran Kara kacau. Selama beberapa minggu terakhir, hubungannya dengan Ryan semakin dekat, dan setiap interaksi meninggalkan jejak di hatinya yang sulit

sahan yang menggerogoti pikirannya. Ia tahu, setiap kali ia bertemu Ryan, setiap tawa da

. aku tidak bisa diam lagi. Kita harus bertemu hari ini. Aku

ngetahui sejauh mana kedekatannya dengan Ryan. Tapi

nggu. Tatapannya tajam, matanya berkilat d

sa-basi. "Aku dengar dari ibumu Ryan, kamu semakin dekat dengann

tidak bisa menahan perasaanku lagi. Ryan... aku mera

Ini bukan hanya tentangmu atau Ryan. Ini tentang rencana kita, tentang keluargaku,

... tapi aku tidak bisa mengontrol perasaanku. Semakin aku

i sulit, tapi kita punya tujuan! Jangan biarkan hatimu menghancurkan semua yang telah kit

Ia tahu Nadia benar, tapi hatinya telah terikat pa

a, semakin rumit masalah yang akan ia hadapi. Saat ia sampai di rumah Ryan, pria

an lembut. "Aku ingin bicara denganmu sec

jujur juga, Pak Ryan. Tapi... ada ba

i aku ingin kita jujur satu sama lain, apapun

ai turun, menciptakan suasana yang intim namun menegang

menghindarinya lagi. Aku ingin kamu tahu peras

yang menentukan. Tapi ia juga tahu konsekuensinya: Nadia, rencana awal, bahk

mencari cara untuk mengalihkan perhatian Ryan dari Kara. Ia mengatur skenario agar Ryan melihat calon istrinya sebagai pilih

r, strategi yang awalnya terasa sederhana kini berubah menjadi permainan berbahaya yang melibatkan h

Kali ini, suasana lebih romantis. Lampu-lampu temaram menerangi

yang kamu rasakan. Aku tidak bisa terus hidup de

tuh cinta padamu. Tapi aku takut, aku takut semua ini akan

duli dengan dunia luar. Aku hanya ingin kita jujur satu sama lain. A

i juga cemas karena konsekuensi yang mungkin muncul. Ia tahu, setiap langkah berikutny

mpat, berbicara tentang masa depan, bahkan membahas kemungkinan hubungan mereka secara serius. Kara merasa ter

positif agar Ryan kembali fokus. Tapi semakin Nadia mencoba, semakin jelas bahwa Ryan telah jatuh hati pada Kara. Frustrasi

Wajah Nadia memerah, matanya berkilat de

njukkan perasaannya padamu, dan kamu membiarkannya! Apa yang kam

u, Nad... tapi aku tidak bisa menahan per

amu akan tetap pada rencana awal, atau menyerah pada perasaanmu? Kal

menyerah pada cinta, persahabatan dengan Nadia bisa retak, dan rencana yang mer

langkah yang diambil sekarang akan menentukan nasib hubungan, persahabatan, dan masa depannya sendiri. Ia tahu, b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Menghamili Sahabatku
Suamiku Menghamili Sahabatku
“Kara adalah seorang perempuan muda yang lelah menghadapi kehidupan serba kekurangan. Saat kesempatan tak terduga datang, ia menerima tawaran dari sahabatnya, Nadia, untuk mendekati Ryan, ayah dari sahabatnya yang sudah bercerai, agar Ryan membatalkan rencana pernikahannya dengan seorang wanita yang dikenal matrealistis. Kara membutuhkan uang, dan Nadia menginginkan keluarganya tetap utuh. Awalnya, semuanya tampak seperti kesepakatan sederhana: simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua pihak. Namun, ketika perasaan mulai terlibat dan hubungan yang seharusnya hanya permainan hati itu berubah menjadi nyata, persahabatan Kara dan Nadia pun terancam hancur. Cinta, pengkhianatan, dan ambisi saling bertabrakan, membuat semuanya menjadi taruhan yang berisiko tinggi.”
1 Bab 1 kebutuhan sehari-hari2 Bab 2 panggilan ini pasti tentang rencana mereka3 Bab 3 Ryan telah berubah4 Bab 4 membuatnya nyaris kehilangan5 Bab 5 menemuimu hari ini6 Bab 6 lembut biasanya membuat hatinya tenang7 Bab 7 telah melakukan sesuatu lagi8 Bab 8 Mereka bertemu di sebuah taman9 Bab 9 tidak bisa mereka abaikan10 Bab 10 tentang malam sebelumnya11 Bab 11 mengadakan pertemuan12 Bab 12 ketulusan13 Bab 13 kesibukan14 Bab 14 telah melewati banyak badai15 Bab 15 Rasanya hidup kita kini benar-benar stabil16 Bab 16 enyiapkan sarapan dengan telaten17 Bab 17 membantu anak-anak yang kesulitan18 Bab 18 kau selalu berhasil membuat pagi terasa istimewa19 Bab 19 ketidakpastian20 Bab 20 waktu berkualitas21 Bab 21 menikmati kebahagiaan22 Bab 22 Semua usaha kita tidak sia-sia23 Bab 23 Hidup memang penuh tekanan24 Bab 24 segera menanganinya25 Bab 25 perencanaan26 Bab 26 Ryan sudah bangun lebih dulu