icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dalam Dekapan Dosen Tama

Bab 7 Pulang

Jumlah Kata:946    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

t kecil di depan. Vian duduk persis di sampingnya, masih

tar Vian, menyandarkan punggung d

angguk pelan. "Iya, lebih

tugas yang terdengar. Vian tidak tampak canggung, malah santai saja membuka tablet kec

membuka percakapan. "Sering ke

las. "Sering. Ada

rti. "Kalau aku, ada urusan k

omong, ya?" Aruna

"Biar nggak nga

ertama kali. Sesekali Aruna hanya menanggapi dengan senyum atau anggukan, tapi Vian tampak tidak keberatan. D

na pun tanpa sadar ikut memejamkan mata, kepalanya miring ke jendela. Vian yang masih t

Dia sempat kaget melihat posisi kepalanya miring dekat ke wajah Vian.

aja..."

tapi akhirnya tersenyu

egera tiba di Semarang. Penumpang mulai bersiap, mengambil b

bawain lagi ya,"

. Mereka berjalan keluar gerbong bersama, langkah mengikuti arus

berhenti. Seorang pemuda seusianya melambaikan ta

," ucapnya sing

ras. Aruna sudah ditarik oleh saudaranya, koper pun berpindah t

kosong di tangannya. "Memang cuma jodoh di kursi kereta," gumam

goda Abi, sambil mengangkat koper

keluhnya dengan

Di depan, nggak muat." Abi naik k

ur!!" Seru Runa, "sakit tau..." pr

oang kok," jawab Abi

" umpat Ar

melewati polisi tidur, Aruna otomatis reflek

oang, Run. Anggap aja olahraga

aan!" dia, menunduk sedikit mena

mbok berwarna-warni, beberapa rumah tampak rapat berdempetan. Mo

-rumah lain yang berdempetan. Rumah bercat putih krem dengan pagar be

unga berjajar di samping, dan ada kursi kayu panjang di d

na ini," seru

nya dulu..." Abi turun dari motor, dan m

it terbuka. Seorang perempuan paruh baya muncul de

sung berbinar melihat ke arah pu

ku di suruh mangku kop

ntai di kursi kayu, mengeluarkan HP-nya

ngannya menepuk-nepuk lengan anaknya penuh sayang. "Bapak masi

ruang tamu yang mendadak rapi sekali. Bahkan meja di tengah diberi ta

get." sindir Runa sambil nyengir, berjalan ke k

mu," jawab ib

sepatunya di depan pintu kamar

merapikan jilbab yang sebenarnya sudah rapi. "Namany

kandung. Sebenarnya malah keponakan. Tapi karena orang tuanya sudah meninggal se

angan di lapangan," kata ibu berjalan ke belakang

b malas, "Belum, Bu. Tadi di kere

tanya ibunya me

rapikan rambutnya yang kusut karena perjalanan. "Ibu masak banyak?" t

kata ibunya. "sama sambel goren

Semuanya dong..."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Tama Pratama2 Bab 2 Aruna Janitra3 Bab 3 Pria Aneh4 Bab 4 Alasan Keluarga5 Bab 5 Lelaki itu6 Bab 6 Vian7 Bab 7 Pulang8 Bab 8 Jodoh Dadakan9 Bab 9 Tak Sependapat10 Bab 10 Diabaikan11 Bab 11 Cuma Menyisakan Satu Cincin12 Bab 12 Dunia Tak Peduli13 Bab 13 KECELAKAAN14 Bab 14 Dia Datang15 Bab 15 Share lock16 Bab 16 Pulang ke Rumahnya17 Bab 17 Menyesal18 Bab 18 Ternyata Sudah Punya Kekasih19 Bab 19 Kenapa Segitunya20 Bab 20 Cepetin Aja Nikahnya!21 Bab 21 Antara Aruna dan Putri22 Bab 22 Gosip yang Beredar23 Bab 23 Di antara Dua Wanita24 Bab 24 Tak Ada Pilihan, Selain iya 25 Bab 25 Katanya, PELAKOR26 Bab 26 Demi 'CITRA'27 Bab 27 KETAHUAN28 Bab 28 BERMAIN PERAN29 Bab 29 AKAD30 Bab 30 Aku nggak nyaman kamu di bawah, 31 Bab 31 Inikah Sandiwara 32 Bab 32 Hati Lain yang Dia Jaga33 Bab 33 Tak Terduga (+)34 Bab 34 ANTARA CANGGUNG DAN MAU35 Bab 35 CEMBURU36 Bab 36 Nikmati Hm ! - 21+37 Bab 37 Sakit!! - 21+38 Bab 38 DINGIN39 Bab 39 Pantaskah Terluka40 Bab 40 Yang Kedua Kali - 21+41 Bab 41 TAKUT HAMIL42 Bab 42 Lepaskan Yang Lain43 Bab 43 PIL KB44 Bab 44 'LEGAL COVER'45 Bab 45 KACAU (+)46 Bab 46 Pengakuan - 147 Bab 47 Pengakuan - 248 Bab 48 Membebaskan diri - 149 Bab 49 Membebaskan DIRI - 250 Bab 50 Membebaskan DIRI - 351 Bab 51 Marahnya Pria Itu52 Bab 52 Marahnya Pria Itu - 253 Bab 53 Marahnya Pria Itu 354 Bab 54 VIDIO - 1 (21+)55 Bab 55 VIDIO - 2 (21+)56 Bab 56 Sembunyi57 Bab 57 Main Bentar Yuk,58 Bab 58 Di Sofa - 21+59 Bab 59 Di Sofa - 2 21+60 Bab 60 ANCAMAN - 0161 Bab 61 ANCAMAN - 0262 Bab 62 Bekas Tama63 Bab 63 Bekas Tama 264 Bab 64 Hamil - 165 Bab 65 HAMIL - 266 Bab 66 IPAR