icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dalam Dekapan Dosen Tama

Bab 2 Aruna Janitra

Jumlah Kata:903    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

etik pun waktu kuliah, apalagi mengakhiri lebih awal. Tapi hari itu dia tampak tidak sepenuh

saja untu

kursi berderit, buku ditutup, dan

ara Tama kembali terdengar, kali ini lebi

uangan saya. Ada hal yan

erhenti sejenak. Wajahnya sedikit mengernyit.

a

atanya membelalak, nyaris menjatuhka

A!" Bisikannya seperti alar

ggak tuli," jawab Aruna pelan,

g Lo nyontek nilai UTS da

eh. Gugup, tapi bukan karena ia akan bertemu idolanya. Bukan. Lebih ke... rasa tak n

itu sebelumnya. Tapi hari ini saja, namanya sudah tiga k

pukul sebelas, dan sebagian besar staf pengajar seda

l "Tama Pratama, M.Acc, CPA – Dosen Tetap

ahut suara

buku tinggi, satu meja kerja, dan satu kursi di seberang. Wangi

gan kemeja yang digulung setengah. Matanya menatap

kan d

Jantungnya mulai berdetak lebih cepat, atau karena soro

ya, mengeluarkan selembar kertas

masuk yang nilainya paling tinggi. Tapi ada be

uh. Dia membaca cepat b

ompok kamu sangat mendetail. Hampir seperti di

a memang suka baca jurnal... dan kebetulan pernah

tak ada yang mencurigakan. Karena memang, sejujurnya, tak ada alasan k

sudah terlalu penuh dengan nama itu sejak semalam. Dan kini, m

da unsur plagiarisme," lanjut Tam

Pak. Saya tidak pernah copy pa

i

presi campur aduk yang tidak biasa ditunjukkan seorang dosen. Dia menggen

gal di man

, heran. "Di..." seketika dia gagap, "

u dari

mar

i perhatiannya. Biasa saja. Tidak mencolok. Tapi sekarang dia tahu, gadis ini adalah gadi

ra. Nama len

rambutnya yang di ikat berger

andarkan punggung ke kursi, menatap langit-langit sejen

hanya ingin

meng

angsung menanggapi. Tangannya

ang yang saya cari. Tapi

Bingung. Juga

mun tetap dingin. Tidak menyisakan kehanga

gnya, mereka mengira hidup saya bisa diatur seperti

ri biasanya. Mencoba memahami setiap kata yang meluncur dari mulut dos

amu. Tapi kalau nanti kamu dengar hal-hal aneh dari luar, atau dari keluarga,

epenuhnya. Tapi dia tahu satu hal. Pria di hadapannya sedang tida

kamu dengar nantinya." kata itu m

pertama kalinya, Aruna berdiri meninggalkan ruangan itu

yang lebih bingung.

i itu, hidupnya tidak la

n

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Tama Pratama2 Bab 2 Aruna Janitra3 Bab 3 Pria Aneh4 Bab 4 Alasan Keluarga5 Bab 5 Lelaki itu6 Bab 6 Vian7 Bab 7 Pulang8 Bab 8 Jodoh Dadakan9 Bab 9 Tak Sependapat10 Bab 10 Diabaikan11 Bab 11 Cuma Menyisakan Satu Cincin12 Bab 12 Dunia Tak Peduli13 Bab 13 KECELAKAAN14 Bab 14 Dia Datang15 Bab 15 Share lock16 Bab 16 Pulang ke Rumahnya17 Bab 17 Menyesal18 Bab 18 Ternyata Sudah Punya Kekasih19 Bab 19 Kenapa Segitunya20 Bab 20 Cepetin Aja Nikahnya!21 Bab 21 Antara Aruna dan Putri22 Bab 22 Gosip yang Beredar23 Bab 23 Di antara Dua Wanita24 Bab 24 Tak Ada Pilihan, Selain iya 25 Bab 25 Katanya, PELAKOR26 Bab 26 Demi 'CITRA'27 Bab 27 KETAHUAN28 Bab 28 BERMAIN PERAN29 Bab 29 AKAD30 Bab 30 Aku nggak nyaman kamu di bawah, 31 Bab 31 Inikah Sandiwara 32 Bab 32 Hati Lain yang Dia Jaga33 Bab 33 Tak Terduga (+)34 Bab 34 ANTARA CANGGUNG DAN MAU35 Bab 35 CEMBURU36 Bab 36 Nikmati Hm ! - 21+37 Bab 37 Sakit!! - 21+38 Bab 38 DINGIN39 Bab 39 Pantaskah Terluka40 Bab 40 Yang Kedua Kali - 21+41 Bab 41 TAKUT HAMIL42 Bab 42 Lepaskan Yang Lain43 Bab 43 PIL KB44 Bab 44 'LEGAL COVER'45 Bab 45 KACAU (+)46 Bab 46 Pengakuan - 147 Bab 47 Pengakuan - 248 Bab 48 Membebaskan diri - 149 Bab 49 Membebaskan DIRI - 250 Bab 50 Membebaskan DIRI - 351 Bab 51 Marahnya Pria Itu52 Bab 52 Marahnya Pria Itu - 253 Bab 53 Marahnya Pria Itu 354 Bab 54 VIDIO - 1 (21+)55 Bab 55 VIDIO - 2 (21+)56 Bab 56 Sembunyi57 Bab 57 Main Bentar Yuk,58 Bab 58 Di Sofa - 21+59 Bab 59 Di Sofa - 2 21+60 Bab 60 ANCAMAN - 0161 Bab 61 ANCAMAN - 0262 Bab 62 Bekas Tama63 Bab 63 Bekas Tama 264 Bab 64 Hamil - 165 Bab 65 HAMIL - 266 Bab 66 IPAR