icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dalam Dekapan Dosen Tama

Bab 4 Alasan Keluarga

Jumlah Kata:734    |    Dirilis Pada: 22/10/2025

una baru saja selesai mandi, rambutnya masih sedikit basah dan menem

bu

engambi HP-nya. Dengan gerakan malas

Suaranya terdengar da

g telpon ibu sekarang? Sibuk banget, ya?" suara

Baru balik kos, B

"Kapan pulang? Bapakmu kangen. Semua jug

ncoba mencari alasan. "Bu, aku libur cuma dua hari. Nggak cukup w

. Ada yang perlu dibicarakan." N

ong dinding kamar yang polos. "Ada

alo izin, ya izinlah dua-tiga hari. Masa kam

ncanakan waktu itu untuk sekadar istirahat, mungkin mengerjakan tugas, atau b

eneran. Nggak gampang kalo ak

ekankan. Ada sesuatu di balik suarany

una menegaskan, meski na

irih, "Nanti aja kalau kamu sudah pulang. Kamu izin, ya, Nduk

kampus yang sudah penuh pertanyaan dengan dosen itu belum cukup, k

ya bu... Tapi

Jangan bikin bapak kecewa, N

na kehilangan kata-kata. Ingin bertanya janji ap

nnya kosong, rencananya untuk minggu ini

ik dari kamar sebelah. Tapi bagi Aruna, dunia seakan menutup rapat, meny

atuhkan diri ke kasur. Menatap

untuk mencetak surat izin. Tangannya gemetar ketika menandatangani berka

..., untuk tidak mengikuti perkuliahan pa

a lembar kertas tipis, ta

in

mui dosen pengampu. Dua dosen sudah menandatangani tanpa banya

alas saat tahu ada satu d

an. Dari dalam terdengar suara khas yang sudah dia kenal

as

duk di kursinya, menatap layar laptop, kemejanya rapi sep

am

, mendekat, mengulurkan

. Minggu depan, Senin dan Selasa, say

matanya bergerak membaca c

arga?" tanya

ar,

alu menautkan jari-jarinya, menatap

pun saya sudah berusaha menyesuaikan s

inya. Sesuatu di sorot mata itu memb

pulpen hitamnya. "Baik. Tapi saya minta semua mate

cepat. "Siap, P

mbali mapnya, tapi s

ru

menole

idak bicara apa p

" katan

n heran di kepalanya, Aruna melangkah kel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Tama Pratama2 Bab 2 Aruna Janitra3 Bab 3 Pria Aneh4 Bab 4 Alasan Keluarga5 Bab 5 Lelaki itu6 Bab 6 Vian7 Bab 7 Pulang8 Bab 8 Jodoh Dadakan9 Bab 9 Tak Sependapat10 Bab 10 Diabaikan11 Bab 11 Cuma Menyisakan Satu Cincin12 Bab 12 Dunia Tak Peduli13 Bab 13 KECELAKAAN14 Bab 14 Dia Datang15 Bab 15 Share lock16 Bab 16 Pulang ke Rumahnya17 Bab 17 Menyesal18 Bab 18 Ternyata Sudah Punya Kekasih19 Bab 19 Kenapa Segitunya20 Bab 20 Cepetin Aja Nikahnya!21 Bab 21 Antara Aruna dan Putri22 Bab 22 Gosip yang Beredar23 Bab 23 Di antara Dua Wanita24 Bab 24 Tak Ada Pilihan, Selain iya 25 Bab 25 Katanya, PELAKOR26 Bab 26 Demi 'CITRA'27 Bab 27 KETAHUAN28 Bab 28 BERMAIN PERAN29 Bab 29 AKAD30 Bab 30 Aku nggak nyaman kamu di bawah, 31 Bab 31 Inikah Sandiwara 32 Bab 32 Hati Lain yang Dia Jaga33 Bab 33 Tak Terduga (+)34 Bab 34 ANTARA CANGGUNG DAN MAU35 Bab 35 CEMBURU36 Bab 36 Nikmati Hm ! - 21+37 Bab 37 Sakit!! - 21+38 Bab 38 DINGIN39 Bab 39 Pantaskah Terluka40 Bab 40 Yang Kedua Kali - 21+41 Bab 41 TAKUT HAMIL42 Bab 42 Lepaskan Yang Lain43 Bab 43 PIL KB44 Bab 44 'LEGAL COVER'45 Bab 45 KACAU (+)46 Bab 46 Pengakuan - 147 Bab 47 Pengakuan - 248 Bab 48 Membebaskan diri - 149 Bab 49 Membebaskan DIRI - 250 Bab 50 Membebaskan DIRI - 351 Bab 51 Marahnya Pria Itu52 Bab 52 Marahnya Pria Itu - 253 Bab 53 Marahnya Pria Itu 354 Bab 54 VIDIO - 1 (21+)55 Bab 55 VIDIO - 2 (21+)56 Bab 56 Sembunyi57 Bab 57 Main Bentar Yuk,58 Bab 58 Di Sofa - 21+59 Bab 59 Di Sofa - 2 21+60 Bab 60 ANCAMAN - 0161 Bab 61 ANCAMAN - 0262 Bab 62 Bekas Tama63 Bab 63 Bekas Tama 264 Bab 64 Hamil - 165 Bab 65 HAMIL - 266 Bab 66 IPAR