icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sorry For Something

Bab 4 Gentala Galau

Jumlah Kata:1052    |    Dirilis Pada: 03/12/2021

ia melihat ponselnya. Dari dalam ruangan keluar seseorang suster dan memanggil pasien selanjut

h pasien lagi

ya pergi dari sana. ia segera menuju Cafe yang leta

perawatan. Di depannya kini tertera sebuah ruang yang bertulis bedah jantung. Ibunya sejak lama sudah menderita penyakit jantung kronis. Kare

i ya, Gentala mau k

lama-l

hampir saja melupakan rutinitasnya yang selalu minum kopi di jam saat ini. Ia pergi ke coffe shop dan memes

pesan capp

manis yang sedang memperhatikan Genta

n oleh satu meja saja. Gentala Pelan-pelan melirik wanita yang berada di sampingnya. Awalnya hanya lirikan basa basi, tapi se

a Gentala

a tahu siapa pria yang sedang menyapanya barusan. Ta

yang duduk di sana." Tunjuk gadis y

atin," ujar temannya yang satu lagi

pun mengabaikan pengamatannya dan kembali mengerjakan pekerja

misi, ini

sih," ucap

as artiskah?" Tanya Mila yang pada akhir

adis tersebut, menoleh kearahn

pnya dan segera bera

yang sama. Gentala yang melihat Mahika ikut pergi, mengira gadis itu sedang menyusulnya. Ia memasang s

e sini." Dengkusnya. Pada akhirnya di

uduk, saat hendak menyeruput minumannya, namanya sudah dipanggil

melihat minuman yang dibawa Mahika dan

ih," ucap M

-sama

ah lesu. Ingatannya lalu melayang ke beberapa bulan yang lalu. D

ka kalau semua yang dikatakan Mahika sebuah kenyataan. Ia mengira selama ini Mahika suda

edua kalin

r, do

onsumsi makanan yang mengandung banyak lemak, terlebih makan

kan bakso, boleh tapi jangan berlebihan apalagi kala

k, d

tersebut pada sebuah ranjang. Suster segera memba

rah pada sebuah monitor yang menampilkan sebuah gambar yang ia sendiri tidak begi

arena usianya masih muda. Tapi pertumbuhannya san

ung bayinya. Mahika sampai menitipkan air mata karena begitu terharu. Di luar, tanpa diketahui oleh Mahika, tubuh Gentala terdiam

udah selesai memeriksanya. Ia kemudian diberikan sebuah p

mat yang disampaikan oleh dokter tersebut. Ia mengucapkan terima kasih, lalu keluar dari san

a cuek, ia tidak menunggu Gentala men

Gentala saat kesad

Tanya Ma

batas dan belum mampu m

salah paham,

?" Tanya Gental

memangnya aku

tahu dan mendengar apa yang kamu

sal. "Kalau pun aku hami

yang bahkan tidak menunjukkan amarah padanya. Padahal seingat gentala, Mahika buka

mengenalimu? Karirmu bisa hanc

bersikap datar tanpa emosi membuatnya sangat takut. Ia lebih rela dipukuli, d

" ucapny

pikir namaku mantra! M

cap Gentala

nal?" Tanya

skan pergi dari sana dengan perasaan gundah gulana.

tapi aku akan menebusnya dengan cara apa pun, ji

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sorry For Something
Sorry For Something
“Mahika Bayuni Kaniha (26) harus merelakan masa mudanya hancur saat ia dinyatakan hamil tiga bulan. Ia yang pada saat itu akan mengikuti tes di sebuah perusahaan besar sebagai Digital Marketing harus mengubur mimpinya dalam-dalam. Mahika yang tidak ingin dicap sebagai gadis nakal, meminta agar mereka menikah. Namun, sebuah penolakan dari sang kekasih membuat ia sedih. Dari semua hal yang paling menyakitkan adalah saat ia diminta menggugurkan kandungannya karena sang kekasih yang lebih memilih mengejar mimpinya menjadi seorang artis. "Kau tenang saja, aku tidak akan pernah lagi memintamu bertanggung jawab, aku juga tidak akan membeberkannya pada media. Cukup aku saja yang kau hancurkan, aku tidak akan pernah meniru sifatmu, jaga karirmu, aku akan membesarkannya dengan baik sehingga tidak akan ada secuil pun sifatmu akan diwarisi olehnya." Gentala Anggasta Gumilar (33) seorang artis papan atas yang sedang bersinar. Ia banyak memerankan drama bergengsi yang membantu melejitkan namanya. Semua berjalan dengan sangat baik. Hingga sebuah pertemuan tak terduga dengan wanita di masa lalunya membuat Gentala gundah. Senyum terakhir yang begitu terluka saat ia memilih pergi terus terngiang di ingatannya. Belum lagi wajah yang begitu mirip menggandeng tangan gadis yang dulu pernah ia lukai. Hatinya menjadi kosong dan menjadi tidak tenang.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Mahika 3 Bab 3 Wajah itu4 Bab 4 Gentala Galau5 Bab 5 Pertemuan Kesekian6 Bab 6 Ingatan Tetangnya 7 Bab 7 Pesan Misterius8 Bab 8 Awetnya Sebuah Luka9 Bab 9 Sebuah Pertemuan akhirnya terjadi10 Bab 10 Sebuah Kejanggalan dan Kemarahan11 Bab 11 Selalu Memikirkannya12 Bab 12 Ada Apa dengan Mahika13 Bab 13 Siapa Noli 14 Bab 14 Keputusasaan Mahika15 Bab 15 Apa yang Dia Sembunyikan16 Bab 16 Berjanji untuk Melindunginya17 Bab 17 Apa Ini Sebuah Lelucon 18 Bab 18 Adu Mulut19 Bab 19 Membalasnya 20 Bab 20 Menjalankan Aksi21 Bab 21 Luka tak Mudah Sembuh22 Bab 22 Waktu Berharga 23 Bab 23 Kebahagiaan Mahika Sederhana24 Bab 24 Kebahagiaan yang Sederhana