icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan yang Pertama

Bab 5 Bujukan

Jumlah Kata:1217    |    Dirilis Pada: 24/11/2021

emainkan ujung kaos lusuhnya saat Maman

nya. Hingga ayahnya meninggal di tempat, sementara

ingung harus benci atau berterima

rian di dunia ini, tapi mereka jugalah yang baru

a mengurus pemakaman orang tuany

lak itu pun malah ikut turun ke liang laha

dengar permintaan Mama Sean, aka Nyonya Sulis

k sengaja saat itu." Nyonya Sulis terus men

nya, saya gak terlalu lihat motor orang tua kamu. So

kemarin. Mau di perbaiki, belum ada biaya. Makanya Ayah selalu berusaha mengemudi

onya Sulis, kok. Karena Ina tahu pasti, Ayah d

, saya tidak berniat mangkir dari tanggung jawab saya Ina. Tapi karena sa

yang kini tengah santainya bersandar di tiang pintu r

Sean kelihatan serius sekali menatap ponsel pintarnya, h

tadi memang hanya Nyonya Sulis yang banyak bica

an? Karena akhirnya kami masih bisa menyelama

sekali. Karena kalau bukan karena mereka

u kan, tinggal dengan kami mulai sekarang?" tan

gai apa? Sebagai istri Sean

nya, dan tahu pasti jika dia meman

s tadi di keramaian, hanya bualan semata. Lagi

tidak mungk

pat, gak? Sean haru

n Nyonya Sulis, suara Sean tiba-tiba men

Mama lagi ngomong sama Ina. Ngerti, k

sekarang. Ada klien yang harus Sean t

besok, kan?" Nyonya

ngat sibuk. Mumpung dia ada waktu. M

n. Ya sudah, sana pulang sendiri!" Nyonya Sulis p

n biarin Mama pulang sendiri," balas Sean, te

ama juga masih harus bujuk Ina. Jadinya ya ... harus ada

anak kecil yang harus di bujuk. Lagian kalau bukan sama kita, mau

"Mulut kamu itu, lho! Bisa gak manis sedikit kalau ngomong? Belajar dari masa l

barusan, dan ada apa dengan masa lalu Sean

ang lumayan pedas, hingga membuat

knya mengatai Ina biang m

dengan Ratu, dan anak kecil hany

emang sekarang yatim piatu dan tak punya sanak saudara untuk minta bantuan, tapi

menerus dengan ucapan pria ini. Begini

omong manis sedikit pun. Tapi, percaya sama saya, sebenarnya Sean baik kok. Hanya saja dia

? Ben

ran akan nikah

nanyakan hal itu dengan ragu. Karena Ina

ok dengan hal itu. Iya kan, Sean?" N

mm

tar pertanyaan itu. Membuat Ina kemb

lebih dari cukup membayar pertanggung jawaban kecelakaan itu. Apalagi, anda juga mau repot-repot menyelamatkan I

mu lama

inya, Sean kembali menginterupsi, mem

di kantor sekarang. Jadi, demi mempersingkat waktu. Sekali lagi saya tegaskan. Saya ... buk

i. Memperingatkan anaknya agar

rti tak perduli, dan mal

tidak mau. Saya tidak akan memaksa lagi. Hanya saja, satu

k J

a dia sudah menyerah terhadap kamu. Karenanya, jika dia datang la

a i

ah

buat kedua orang dihadapann

mah kalian. Tapi, jika itu bisa membuat Ina jauh dari

ambil menatap Ina yang terlihat gusar hanya

udian. Sebelum tiba-tiba men

ab seperti merasakan sebuah setruman dari t

a

a jadi berdebar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan yang Pertama
Bukan yang Pertama
“*Sequel Istri Nomor Dua* Zaina Rahayu terpaksa menjadi yatim piatu karena kesalahan seorang Nyonya sosialita dari kota. Beruntung wanita kota itu mau bertanggung jawab, dan menawarkan sebuah janji manis sebagai menantu di rumahnya, setelah orang tuanya tiada. Sayangnya, masa lalu sang calon suami membuat Ina hilang respect, dan memutuskan perjodohan itu dengan sepihak. Apalagi dengan sikap dingin dan galaknya sang calon suami. Ina yakin tak akan bisa bertahan hidup dengan pria itu. Lalu, bagaimana saat ternyata takdir tetap mengarahkannya pada pria galak itu? Bisakah Ina bertahan dan membuat sang pria mencintainya? Atau malah kalah dan menyerah dengan cinta yang terlanjur tumbuh tanpa ia sadari. Inilah kisah Zaina Rahayu, gadis lugu yang terjebak dengan pria galak, yang gagal move on dari masa lalunya.”
1 Bab 1 Zaina Rahayu2 Bab 2 Miris3 Bab 3 Pahlawankah 4 Bab 4 Yang Sebenarnya Terjadi5 Bab 5 Bujukan6 Bab 6 Kediaman Abdilla7 Bab 7 Kejutan Lagi8 Bab 8 Menghindar 9 Bab 9 Yang Kesekian10 Bab 10 Ajakan11 Bab 11 Semakin Ragu12 Bab 12 Dibawa Ke Hotel13 Bab 13 Mall14 Bab 14 Baper15 Bab 15 Pengakuan16 Bab 16 Keputusan Ina17 Bab 17 Denial 18 Bab 18 Tawaran Sean19 Bab 19 Teguran Rara20 Bab 20 Permintaan21 Bab 21 Duka Di Hari Bahagia22 Bab 22 Patah Hati23 Bab 23 Tamparan24 Bab 24 Pemakaman25 Bab 25 Kembali Berharap26 Bab 26 Sakit27 Bab 27 Sakit (2)28 Bab 28 Perubahan Sikap29 Bab 29 Harapan yang Hilang30 Bab 30 Drama Pagi31 Bab 31 Salah Paham32 Bab 32 Bertemu Keandra33 Bab 33 Teguran Berharga34 Bab 34 Ken Mulai Ikut Andil35 Bab 35 Pergi36 Bab 36 Kamu Di Mana Ina37 Bab 37 Cubitan Kairo38 Bab 38 Bertubi-tubi39 Bab 39 Serangan Terakhir40 Bab 40 Puzzle41 Bab 41 Dugaan42 Bab 42 Belum Berakhir43 Bab 43 Sean vs Ken44 Bab 44 Bayi Besar45 Bab 45 After 46 Bab 46 Mulai Membaik47 Bab 47 Lamarankah 48 Bab 48 Tidak Sesuai Harapan49 Bab 49 Kejujuran Sean50 Bab 50 Last Part51 Bab 51 Extra part 152 Bab 52 Extra part 253 Bab 53 Extra part 3