icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan yang Pertama

Bab 4 Yang Sebenarnya Terjadi

Jumlah Kata:753    |    Dirilis Pada: 24/11/2021

jam sebel

sang sekretaris menghampiri dan memberinya kabar jika sang I

eraih gawainya yang memang diabaikan sejak beberapa jam lalu, ka

pada sang sekretaris. Alih-alih kata 'penting' yang biasa sang

n ingin segera mengetahui pesan da

khirnya kamu ne

gan sangat antusias. Membuat alis t

mu dan sarapan bersama. Tapi, kenapa reaksi Mama malah seperti

ean baru sele

dah denger i

s dengan cepat jawab Sean. Se

ra bilang, Sean harus segera nelpon Mama kar

memilih tak berbasa-b

Mama mohon kamu jangan marah, ya? Karena sungguh! Mama juga terpaksa mel

a saja, sang Mama seperti

Mah?" tuntut Sean a

h terdiam, dalam jeda waktu yang cukup lama

ika menyangkut rasa sabar. Karenanya,

t sang Mama masih saja tak member

g sepayah itu dala

engar kembali. "Mama ... mama ...." Namun ki

kesabaran Sean yang memang s

a. Ucapan sang Mama selanjutnya membuatnya langsun

al di tempat. Mereka punya satu anak gadis yang tak punya keluarga untuk bisa dititipi.

the

benar

selancang itu m

bih dahulu padanya. Apa Mamanya tidak

menyakiti wanit

, Se

an. Gara-gara Mama dia jadi yatim piatu, Sean. Gara-gara Mama dia jadi se

t ini. Setelah kepergian sang ayah dan kedua istrin

da pada sang Mama. Karenanya, Sean pun kini dilanda kebi

nikah lagi juga bukan hal yang aneh. Toh, dia juga free

lalunya. Karena jika dia boleh jujur. Bahkan sampai

permintaan mamanya ini

long, ya, Nak." Mama

aja sebagai ganti rugi? Atau, jadikan s

ma Sulis be

ani!" Mamanya mulai murka. "Dia sebatang kara, Sean. Dia

pi kemurkaan ibunya. Bukan tak berani melawan,

. Hingga tak jarang, kerap melontarkan ka

belajar menutup mulut jika tak ingi

lai dengan uang. Termasuk nyawa seseorang dan kesempatan kedua

bagaimana Se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka