icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PEMBALASAN RITA

Bab 4 Dejavu

Jumlah Kata:1319    |    Dirilis Pada: 22/11/2021

i. Pria yang menjadi alasan dirinya menerima pinangan Apriyanto Suhardiman kembali hadir. Lebih tampan, matang dan jelas rupawan dari gambaran terakhir yang m

arir ini adalah satu-satunya pegangan untuknya ag

a Chandara selama ini juga tidak pernah terlihat di kantor pusat. Itulah yang membuat Rita berasumsi tempatnya bekerja tidak ada hubungannya dengan kel

gkongannya yang masih terasa tercekat.

u. Kamu masa tidak sadar saat Tante menggandengmu menuju mobil tadi?

yang rasanya hening sejak awal tadi, pikir Rita. Atau mungkin dirinya

ung ia kemudian bertanya kemb

ara Arka saat ini bertukar pandang dengannya melal

ya

ah di perusahaan k

npa sadar ia mencondongkan tubuh ke arah Bisma yang duduk di kursi penumpang di bagian depan. "Jadi

seraya terkekeh yang ditimp

nalan. Kita akan makan malam, jadi bersikap santailah. Uru

ersama dengan pak Ant

besok. Tapi, yang paling utama adalah kamu ikut ma

i. Ia bukannya merasa puas dan lega karena ucapan kedua bosnya ini, bi

Tuh, sudah sampai. Yuk turun," ajak Erni y

nan restoran yang seperti kastil abad pertengahan di eropa san

nuh," ujar Arka yang kini sudah melepaskan jas kantornya dan

h nyeri mengingat hal itu dan udara di sekitarnya seperti menyusut drastis. Rita mengusap-usap dadanya yang saat ini memakai kemeja berbahan sifon lembut berwarna biru langit. Mereka tampak seperti pasangan serasi untuk yang tidak

Jalanmu lambat sekali," kata

ndongak dengan dada berdebar saat jaraknya dengan Arka hanya setengah meter. Bahkan da

begitu." Ja

ada yang memergokimu dan

menjadi atasannya ini akan tahu batas dan tidak lagi berbuat seenaknya dengan mengajaknya makan malam bersama dengan oran

kenalannya yang mengenali saya. Tidak elok rasanya ji

kak saat berdua seperti ini," bisik

arena tidak menyadari kapan pria itu menjadi begitu dekat dan bahkan hembusan

Lebih baik seperti i

irnya terangkat. "Benarkah? Kita lihat sampai ka

s professi

Jadi sepertinya lebih baik kamu bisa memanggilku sepe

tanya yang terakhir dilontarkan oleh Arka, seolah pria te

ingin mereka curiga dengan apa yang kita lakukan bukan? Walaupun

t ini ia mengedarkan pandangan ke sana kemari seperti ka

ku menunggu itu tidak sopan," tegur Arka yang kini sudah m

tak terkendali hanya karena kata lapar yang meluncur dari bibir pria itu dan sentuhan di sikunya

Please, jangan sekar

i berbeda pasti aku akan mengartikan ji

ng memutus pandangan terlebih dahulu karena mereka telah tiba di ruangan khusus yang telah di pesan. Rita menarik napa

telah membeli beberapa hektar tanah untuk membangun hotel di kawasan Bali dan Jawa Barat. Arka ba

n. Bukan tempat ini ya

rahat. Mimpi yang nyenyak," kata Arka seraya be

r saya sampai di sini. Toh,

juga tidak keberatan. Aku hanya memastikan jika ka

pi jelas ia berusaha menepisnya. Bahkan pria itu mengantarn

mpai bertemu besok. Aku tidak bisa menje

sudah terbuka lebar. Tanpa menyahut Rita masuk dan saat yang bersamaan pria itu berbalik dan punggung lebar nan gagahnya berjalan pergi. Rita kembali merasakan dejavu sampai-sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PEMBALASAN RITA
PEMBALASAN RITA
“Pernikahan yang telah dibangun selama 10 tahun kandas dan kepergiannya untuk membalas sakit hati, membuka semua tabir rahasia kelam yang tertutup rapat.”
1 Bab 1 Desas Desus2 Bab 2 Berubah3 Bab 3 Keinginan4 Bab 4 Dejavu5 Bab 5 Ada Apa6 Bab 6 Pilu7 Bab 7 Talak Aku8 Bab 8 Bunda Pergi9 Bab 9 Membuatmu Jatuh Cinta10 Bab 10 Kamu Di Sini11 Bab 11 Kasihan Arka12 Bab 12 Tersudutkan13 Bab 13 Bunda Atau Bunny 14 Bab 14 DI Benak Arka15 Bab 15 Berhutang Budi16 Bab 16 Pulang17 Bab 17 Perkataan18 Bab 18 Kamu Percaya19 Bab 19 Rindu20 Bab 20 Video21 Bab 21 Semesta22 Bab 22 Demam23 Bab 23 Tetap Di Sini24 Bab 24 Percaya25 Bab 25 Gagal26 Bab 26 Urban Hill27 Bab 27 Kamu Mencintainya 28 Bab 28 Cari Tahu29 Bab 29 Segera30 Bab 30 Perceraian31 Bab 31 Takdir32 Bab 32 TERBUANG33 Bab 33 PERCAKAPAN34 Bab 34 TERBAKAR35 Bab 35 PIKIRAN BURUK36 Bab 36 RAHASIA37 Bab 37 DUA KALI38 Bab 38 KEJANG39 Bab 39 MENUDUH40 Bab 40 DI MANA ANAKMU 41 Bab 41 DOKUMEN42 Bab 42 PROSES PERCERAIAN43 Bab 43 PERGI44 Bab 44 BIAN SURYA45 Bab 45 BERTEMU46 Bab 46 SENYUM47 Bab 47 AKTE ESHAN48 Bab 48 JANGAN KHAWATIR49 Bab 49 PUPUS SUDAH50 Bab 50 MERASA DEPRESI51 Bab 51 PENGAKUAN NARTO52 Bab 52 RITA SELINGKUH53 Bab 53 TIDAK MENINGGAL54 Bab 54 NIAT HATI55 Bab 55 Ada Ambro56 Bab 56 Beasiswa Eros57 Bab 57 Salahkan aku58 Bab 58 Tidak Asing59 Bab 59 Meminta bantuan Arka60 Bab 60 Capek Bersembunyi61 Bab 61 Mungkin ini karma62 Bab 62 Dokter Wahyu63 Bab 63 Terbakarnya Kantor Kayu Emas64 Bab 64 Tak Ada Beda65 Bab 65 Kumpul Kebo 66 Bab 66 Rumah Daya 67 Bab 67 Penculikan68 Bab 68 Mati di tanganku69 Bab 69 Akhir dari Rakmi70 Bab 70 Doa Ambro71 Bab 71 Kebakaran Panti72 Bab 72 PEMBALASAN Rita