icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Grafiti Dinding Hati

Bab 5 Rencana Para Ayah

Jumlah Kata:1148    |    Dirilis Pada: 18/11/2021

i setelah mereka berdua terdiam cukup lama. Kehati-hatian Cahyo lebih karena dila

lihat puas melihat wajah Cahyo yang berubah pias. Rasanya sudah sangat lama Johan tidak bercan

eh Cahyo. Ia mendesah pelan, mencoba melepaskan ras

ikan seringainya. Namun, lambat laun Johan menyadari bahwa sikapnya salah. Tidak sepatutnya ia me

Cahyo yang begitu mengkhawatirkan nasib Citta di masa depan, sedangkan Johan tengah sibuk memikirkan cara membuat William dan Citta dekat. T

erpikir. Ia kemudian mengedarkan pandangan pada permukaan

mereka pesan. Di beberapa kesempatan, Johan sengaja mendecap dengan suara keras. Ia ingin Cahyo menegurnya karena Johan tahu, Cahyo sangat tidak menyukai orang yang bersuara ketika mengunyah makanan. Lagi-lagi Johan

k sadar dengan apa yang digumamkannya. Johan yang mendengar gumaman Cahyo

han, mencoba mengkonfirmasi apa

bersama, tentu aku tidak perlu

u artinya kamu menyiksa dirimu sendiri. Ayolah, aku yakin kamu mampu mengatasi semuanya sendiri. Jangan pernah merasa sendirian

Johan kembali berkata de

an gurami bakar?" Tanya Johan sambil mengulurka

Cahyo menyapu seluruh permukaan meja. Ketika pandangannya tertumbuk pada objek yang dicarinya, Cahyo segera mengambil piring berisi makanan y

na ini." Cahyo menatap Johan dengan sorot s

ang mungkin. Meskipun hatinya kesal dengan sik

k ingin d

tanya yang berair. Cahyo masih membisu, tapi tatapan tanpa berkedipnya sudah mengatakan

Kau terlalu dalam memikirkan se

marahnya. Ia tidak menyangka Johan menganggap perjodohan Citta

Ia masih marah pada Johan, tapi kemudian ia berpikir bahwa berlama-lama berk

han anak kita adalah hal serius?" Cahyo masih terus men

nap

ini adalah hal serius, saat itulah ak

ahyo. Bagaimana den

uka bercanda." Cahyo menggeser kursinya kemudian ber

kanannya, menunjuk kursi yang telah ditinggalkan Cahyo. Ia meminta Cahyo untuk kemb

k. Bahkan bisa dibilang sangat baik karena dia sama sepertiku ketika masih mud

padaku. Ia pasti t

William se

eringat percakapan singkatnya dengan William

ahyo membuat Johan menatap sahaba

pun." Imbuh Cahyo yang disambut sepasang mata Johan yang terbelalak. Ternyata, Cahy

nurutmu? Apakah meminta William me

n aku,

merasa permintaan maa

kan bukan kat

tu sehingga ia bingung ha

unya kedekatan mereka haruslah sealami mungkin. Baik Citta maupun Will tidak boleh tahu jika mereka dijodohkan." Johan bicara panjang lebar yang diiringi anggukan kepala oleh Cahyo. Tentu saja Cahyo sependap

menutupi kebuntuan pikiranku, aku berusaha melucu. Berusaha menggodamu agar kita bisa sama-sama tertawa. Agar suas

bersalah kini. Ia merasa bahwa

n aku,

n aku tidak but

ai

kau punya

Kedua sahabat itu menghela napas dan me

kita makan dulu. Aku yaki

tu Johan memanggil pelayan, meminta peralatan makan yang baru. Keheningan yang kembali tercipta di antara dua sah

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Grafiti Dinding Hati
Grafiti Dinding Hati
“Ini adalah kisah tentang pengabdian, pengorbanan, dan cinta yang terlambat hadir. Magang menjadi sekretaris kedua William Rustenburg memang tidak mudah. Citta Buwana harus rela menjadi sasaran amarah William karena dianggap tidak cakap dalam bekerja. Di mata William, semua pekerjaan yang dilakukan Citta adalah salah. Amarah William semakin menjadi ketika ia mengetahui rencana perjodohan yang telah dibuat oleh papanya bersama sahabatnya. Sebagai bentuk protes, tak jarang William memarahi Citta di hadapan Johan. Namun bukan Johan namanya jika ia tidak bisa menaklukkan putra semata wayangnya, William. Akankah William dan Citta tunduk pada perjodohan yang telah diatur oleh orang tua mereka?”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Dua Sahabat3 Bab 3 Kejutan4 Bab 4 Keinginan5 Bab 5 Rencana Para Ayah6 Bab 6 Magang7 Bab 7 Sekretaris Kedua8 Bab 8 Kesalahan9 Bab 9 Pindah10 Bab 10 Parah11 Bab 11 Jodoh yang Telah Diatur12 Bab 12 Kompak Menolak13 Bab 13 Marah Luar Biasa14 Bab 14 Takjub15 Bab 15 Janji16 Bab 16 Selamat Jalan17 Bab 17 Tumpukan Duka18 Bab 18 Sengit19 Bab 19 Apartemen20 Bab 20 Cinta yang Lain21 Bab 21 Tunduk dan Patuh22 Bab 22 Apa Boleh Buat23 Bab 23 Persiapan Pernikahan24 Bab 24 Kejutan Setelah Wisuda25 Bab 25 Pesta Pernikahan26 Bab 26 Nikah di Bawah Tangan