icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terjerat Obsesi CEO Arogan

Bab 2 Jadi Partner di Atas Ranjang

Jumlah Kata:644    |    Dirilis Pada: 21/05/2025

ceroboh!" keluh Elena sembari me

dirinya sendiri, suaranya pelan namun penuh penyesalan

ggi, mencakar awan seperti simbol dari ambisi dan kekuasaan. Gedung itu adalah t

ya di ruang ganti dengan tergesa. Ia menatap pantulan dirinya di cermin,

g rapat. Napasnya sedikit memburu saat ia mendorong pintu d

datang, N

idak hanya sekadar ramah, tetapi penuh arti, s

dari ujung kepala hingga ujung kaki, memb

rlihat tenang, meski perasaan di dalam dirinya berkecamuk hebat. "Kenapa dun

hwa kau akan datang menemuiku," jelasnya memberitahu El

ki urusan yang belum selesai," lanjutnya kemu

ah ruangan dan duduk di hadapan Karl. Ia meletakkan tasnya di pangk

selesai, Karl. Jangan membahasnya la

u, Elena. Lalu, kini kau meminta melupakannya?" Senyum miring

yang kini sedang mengambil proposal yang sudah diletakkan di mejanya.

mat. Waktu seolah melambat di ruangan itu, suara detik jam menjadi s

riku, hm?" tanya Karl akhirnya,

l itu, lalu beralih ke mata Karl yang tajam seperti ma

ana darimu," sambungnya seraya menatap wajah Kar

u artinya kita bisa bertemu setiap saat? For informa

"Apakah kau tidak bisa melupakan kejadian itu, Karl?

mintaku untuk tidak melupakannya.

saja yang dia katakan saat bercinta dengan Karl sema

adian itu. Namun, nyatanya tidak semu

pa pun itu, sebaiknya segera beri aku p

. "Ya," jawabnya singkat, sebelum menghela napas panjang. Ia bersandar di kur

kau minta tidak sedikit, Elena. Tidak mung

an nada penasaran yang m

cepat mengatakan, "Ceraikan suami gilamu itu dan jadilah patner-ku di atas r

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terjerat Obsesi CEO Arogan
Terjerat Obsesi CEO Arogan
“Ceraikan suamimu, dan jadi millku selamanya!" Elena tak pernah menyangka pria yang bersumpah mencintainya akan mengkhianatinya. Hatinya hancur, hingga langkah kaki yang linglung membawanya ke sebuah bar--tempat ia bertemu dengan Karl, pria tampan yang dulu pernah mengisi hatinya lima tahun lalu. Dalam pelarian emosionalnya, satu malam bersama Karl berubah menjadi jerat yang sulit dilepaskan. Karl, dengan tatapan dingin penuh obsesi, menginginkan Elena hanya untuk dirinya. Namun cinta ini tak semudah itu. Saat masa lalu dan janji yang pernah diucapkan bertabrakan dengan hasrat yang baru, Elena harus memilih: melawan ketertarikan berbahaya yang Karl tawarkan atau menyerahkan dirinya pada cinta yang penuh risiko. Saat batas antara cinta dan obsesi semakin kabur, akankah Elena menemukan jalan keluar, atau justru tenggelam lebih dalam bersama karl?”