icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Another Word To Say I Love You

Bab 5 4 Pesan Bunda

Jumlah Kata:2126    |    Dirilis Pada: 20/10/2021

pa saat kemudian. Mereka tiba di rumah dengan aman tanpa basah sedikit pun. Saat Lisa membuka pagar rumah nampak Bundan

m rumah. Bunda menanggapinya dengan mengangkat mug di tangannya dan tersenyum. Gadis itu

rdengar menggelegar menyapa, "

apur. Ada selai nanas dan ma

Hal ini sudah lumrah bagi mereka karena Bima memang sudah seperti keluarga. Persahabatannya dengan Lisa sudah terjalin sejak kecil, dit

sambil bersantai sore. Saat memasuki ruang tamu, pandangan akan langsung menghadap ke dapur yang bersebelahan dengan lorong kecil menuju tempat makan. Lorong itu juga menghubungkan ruang keluarga dan satu ruangan kerja sederhana yang

snya. Lelaki itu duduk bersila dengan santainya. Saat ia memakan suapan per

ara mereka, Bima langsung berceloteh seperti biasa. Tentu saja lelaki itu mengadukan perihal kejadian hari ini di sekolah, t

ihatnya. Lisa pingsan lantaran dia sengaja melewatkan sarapannya untuk yang ke sekian kalinya. Oh, sungguh, anak ini merepotkan sekali, membuatk

arena menjadi alarm pr

karena ada teman sebaik aku yang

utar, itu pertanda

terima kas

Bunda lalu menaruh mug-nya dan menatap anak gadisnya tajam, "Kau sungguh pingsan di s

uk lebih banyak, kurasa jika iya sepertinya aku tidak membutuhkan makan malam kal

ingin membahasnya sedikit pun. Ayolah, Bunda, ome

lah mengisi perutnya dengan roti coklat tadi pagi, lalu ditambah dengan makan siang soto ayam bersama Bima di kantin. Upaya Bima untuk menceritakan trag

nsel di sakunya dan menekan layarnya beberapa kali. Lelaki itu kemudian menunjukkannya pada Bunda dan berkata, "Nah, sudah. Aku sudah memasang

berlebihan membuat Bunda mena

bangun lebih pagi dan membuatkanmu sar

a dengan sedikit madu di atasnya. "Jangan sekali-kali Bunda percaya pada lelaki itu. Dia sungguh pembohong kelas

ma terulang!" tegas Bima dengan nada menuntut. Melihat perlakuan Bima yang sed

, bahkan rasanya di segala hal Bima juga seringkali merecoki gadis itu. Lama kelamaan Lisa merasa bahwa sikap Bima lebih mirip seperti Neneknya sendiri. Tapi

ke kantin di tengah-tengah upacara hanya u

pit. Seben

a. Sudah, jangan membahas itu lagi," bisik Lisa, ia kemudian men

a pulang dan mandi," ujar Bima seraya menghabiskan suapan panekuk terakhir di piringnya

Biar Bunda yang men

api kemudian lelaki itu mengambil ranse

mengomeli anak gadis Bunda, ya," pesan Bunda sambil mengacak rambut Bim

anekuk Bunda enak sekali. Sepert

ya. Gadis itu tidak berkomentar apapun. Setelah Bima pergi

an laki-laki yang banyak bic

Bunda, Bima an

yay

ersenyu

mintaanmu semalam. Sepertiny

mana lagi?" ali

ingin berpacaran

Bima memang merepotkan. Dia selalu merecokimu setiap hari namun sebenarnya itu adalah bentuk kepeduliannya terhadapmu yang be

maksud

," kata Bunda menggeleng cepat. "Justru Bunda berhara

ya dengan permi

Jika suatu saat kau memiliki seorang kekasih di luar sana, Bunda yakin seribu persen Bima

nda akan berpikir sejauh ini. Tanpa sadar gadis itu terkekeh pelan. Wala

Bunda ada

aja dia kekasihmu?" Bunda melip

aja!" Lisa te

okimu ini itu setiap menit, kau akan pusing sampai kep

uk dijadikan sebagai pacarmu," lanjutnya, "Karena orang sep

ereskan piringnya ke wasta

Bunda mengatakan ini?"

k tanpa menoleh. Gadis itu sibuk mencu

ubah atau alasan lainnya. Istilahnya ... akan menjadi mantan sewaktu-waktu," jawab Bund

rkan Bunda de

seulas senyum. "K

Apa kau pernah mendengar ada istilah mantan sahabat? Kecuali jika salah satu dari kalian tiba-tiba jatuh cinta, selanjutnya kea

*

s itu melirik jam dinding kamarnya. Pukul setengah sembilan malam, rasanya masih terlalu sore untuk beranjak tidur. Ia memutuska

ya, "Matematika," ia berbicara dengan dirinya sendiri

.. besok ada k

g. Perasaan khawatir langsung hinggap di kepalanya, tentu saja ia sedang menduga-duga hal yang sebenarnya tidak i

inya di meja. Tak lama kemudian, nada dering itu berubah den

ll

arap kau sedan

Bima tert

n besok," Lisa langsung mengutarakan maksudnya, "Ap

saja. K

guru olahraga

tapi kemudian suaranya terdengar lagi, "Sebentar, kau meneleponku

anya Lisa

sampai-sampai harus menanyakan hal sepele seperti ini lewat telepon? Di situ bahkan

elupakannya

etidaknya ia tidak perlu repot-repot menghindari mata pelajaran olahraga karena sudah terlalu malas

Kedengarannya kau n

n Lisa menyesal. Mengucapkan hal yang membuat Bima penasaran tentu aja bukan ide yang bagus. Lisa meneba

stika

udian ia berkata, "Mungkin karena aku tidak begitu menyukai ma

ah

a tidur karena besok harus bangun pagi dan me

ki itu mendesah pelan, te

hkan traumamu sendiri? Ayolah, Lisa.

ola matanya. Ia tidak menyangka reaksi

kan, hanya

atau semacamnya. Tapi ketahuilah guru olahraga hampir tida

renang, laut, serta segala tempat yang terdapat air menggenang di atasnya. Itulah alasan hingga saat ini gadis itu paling anti dengan berenang. Hal ini terjadi semenjak pasca kejadian kehilangan ayahnya, entah kenapa setiap melihat laut atau p

au kita memiliki guru bernama Helmi. Bahkan tadi saat upacara

nar

entahlah, mungkin i

mbuka mulutnya lagi, "Baiklah, kalau begitu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Another Word To Say I Love You
Another Word To Say I Love You
“Lisa tidak menyangka masa remajanya menjadi runyam setelah bertemu dengan Pramana. Lelaki bermata coklat seperti kayu yang merebut novel semi pornonya saat di toko buku itu ternyata guru olahraga di sekolah barunya! Di sisi lain, Pramana mulai menyadari ada sosok cinta lamanya dalam diri siswinya itu. Semua pilihan yang datang seketika nampak abu-abu baginya. Ia mulai mempertanyakan profesionalitasnya sebagai guru setelah peristiwa kelam itu terjadi.... "Sekali lagi kukatakan, akulah biang keroknya." "Jika kau tidak ingin membantuku, maka aku sendiri yang akan menghilangkannya dari bumi."”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 1 Merebut3 Bab 3 2 Pingsan4 Bab 4 3 Bertemu Lagi5 Bab 5 4 Pesan Bunda6 Bab 6 5 Dia Guruku7 Bab 7 6 Salah Ukuran8 Bab 8 7 Tidak.Suka.Padamu9 Bab 9 8 Resolusi10 Bab 10 9 Sakit Perut11 Bab 11 10 Ada Aku12 Bab 12 11 Bicara13 Bab 13 12 Anjani14 Bab 14 13 Alasan15 Bab 15 14 Kecup16 Bab 16 15 Bodoh!17 Bab 17 16 Dia Mantan Pacarnya18 Bab 18 17 Permintaan Bima