icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tentang Cinta Rihanna

Bab 4 Mari Kita Akhiri!

Jumlah Kata:1616    |    Dirilis Pada: 03/03/2025

ipis. Aromanya yang khas menguar menyentuh hidung. Me

ah duga. Aku terlalu tinggi berekspektasi. Ternyata, setelah dia menyentuh

da kenyataannya selama ini bara api cinta dalam dadaku tida

ku hanya memfollow apa yang dia perbuat. Jika dia mengajakku berbicara, maka aku akan menjawabnya.

sendiri. Aku juga memiliki harga diri. Aku tidak ingi

embilan purnama ini aku tempati. Di dekat jendela inilah aku selalu mengusir sepi. De

r suaraku, ingin aku berkeluh kesah mengadu padanya. Bukan untuk meminta solusi. Aku hanya b

di depan wajahku. Aku mendongakkan kepalaku dan menatap wajah mas Ammar ya

Pura-pura tidak tahu meski aku bisa membaca tuli

amilan." Jawa

likkan benda it

dicek sekarang juga."

Ragu hendak beranja

s mengujinya." Ucap mas Ammar deng

ih mas."

u merasa gugup keti

di atas meja kecil di depanku. Lalu bergegas aku be

ti celana yang aku kenakan terdapat bercak warna me

s Ammar yang saat itu tela

ali bungkusan berbentuk pipih itu. Ada gurat kece

aha untuk menghilangkan kecewanya. Tapi ternyata itu

a aku senang

a itu. Begitu tajam menusuk hat

u aku menikah dengan

Tidak sakitkah tenggorokannya berbicara dengan nada tinggi seperti itu? Apaka

asa senang menjalani p

padanya bahwa aku juga bisa berbic

lai berani membalikkan pertanyaan. Biasanya jika dia marah, aku h

ia-nyiakan kesempatan langka ini. Aku melanjutkan lagi kalimatku. Me

juga tidak mau menikah denganmu jika aku tahu kalau mas Ammar tidak mencintaiku. Semua ini aku lakuk

bisa meluapkan amarah bukan h

nikahan ini hanya mas Ammar saja? Aku juga, mas. Aku

ang. Kemarahan ini memicu a

amu masih bertahan?" Tanya mas Ammar

a?" Aku kembali membalik

aku dikatakan istri durhaka. Sekali ini saja. Aku sudah tidak tahan lagi

a juga mas Ammar tidak melepaskan ak

. Sepertinya dia shock. Tidak menyangka ji

t ummi jatuh sakit lalu tidak ada yang merawatnya karena jenengan sibuk dengan perjalanan dakwah dan bi

jang. Aku terduduk. Tidak baik terus menerus

enatapku ta

melakukannya. Tidak harus aku. Ada mbak-mbak pondok yang

u akan mengundang atensi bagi yang mendengarnya. Lalu menggiring opini yang buruk. Seh

akhiri saja hubungan sandiwara ini. Aku sudah sa

a perasaan lega yang luar biasa karena sudah berhasil mengungkapka

rangtuaku. Dengan begi

an menelan saliva. Sungguh, hanya untuk menelan cairan dari

an dipertahankan jika tidak ada cinta untukku. Berkali-kali keinginan itu muncul setiap kali mas Ammar menolakku ketika aku

aman jika pergi denganku. Juga jika ummi berhalangan mengaji, maka aku juga

mi seringkali memintaku untuk mendampingi menemui mereka. Turut menjamu dan menghormati. Mendengar segala apa yang ingin disampaikan. Ya, pada intinya ummi dengan perlahan memberikan estafe

eorang istri, maka biarkan aku pergi dari sini."

suami untuk muasyarah terhadap istrinya. Tapi dalam prakteknya sama sekali tidak sesuai. Sisi

berada pada titik lelahku. Yang ada saat itu aku sudah benar

ng pakaian dan memasukkannya ke dalam koper yang aku ambil dari sudut k

us mengekor g

mau ke

at tanpa sedikitpun mel

kirkan bagaimana perasa

ngku. Lalu menatap le

erasaanku? Apakah mas Am

ungkukkan badanku. Menutup koper dengan gerak cepat. Set

n mungkin juga mas Ammar mencucinya. Maka tidak ada pilihan lain selai

katakan jika abah

a aku benar-benar pergi. Tapi aku sudah tidak lagi peduli. Aku tahu, dia b

sahnya?" Jawabku dengan nada y

r nanti alasan apa yang akan aku kemukakan jika abah atau

nganku. Namun aku memaksa melepas

u telah bulat. Aku harus segera pergi. Agar dia mengerti bahwa tidak ada satu orang pun manusia di du

ilai. Yang tahu nilai dari diriku, sebe

memang dia tidak bisa menganggapku bermakna untuk kehidupannya,

n dihormati. Yaitu tempat di mana aku dilahirkan. Aku yakin keluarg

aku ingin pulang.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tentang Cinta Rihanna
Tentang Cinta Rihanna
“"Sakit, mas...." Jeritku tertahan saat tubuh lelaki yang bergelar suami itu mendorong tubuhku. Tidak sedikitpun dia peduli seberapa banyak airmata yang tertumpah dan bibirku yang merintih menahan sakit. "Ini kan, yang kamu ingin?" Dengan sangat kasar, dia berikan nafkah batinnya padaku. Nafkah yang aku dapatkan dengan cara merendahkan diri tidak ubahnya bagai pengemis. Aku tahu, dia menikahiku karena terpaksa. Dan aku juga mengerti, cinta dalam hatinya adalah untuk wanita lain. Namun, jika memang dia tidak bisa menganggapku sebagai seorang istri, tak bisakah dia memandangku sebagai seorang perempuan yang pantas untuk dihormati dan dimuliakan?”
1 Bab 1 Bukan Malam Pertama2 Bab 2 Cairan Hangat3 Bab 3 Hanya Di Atas Kertas4 Bab 4 Mari Kita Akhiri!5 Bab 5 Terhalangi6 Bab 6 Tangis Dalam Diam7 Bab 7 Tak Sanggup Lagi8 Bab 8 Jangan Mencariku!9 Bab 9 Sing Tatag, Nduk!10 Bab 10 Merenda Nestapa11 Bab 11 Kelimpungan12 Bab 12 Tidak Ada Pilihan Lain13 Bab 13 Seberapa Batas Sabar 14 Bab 14 Beri Dia Waktu15 Bab 15 Bilang Kalau Selingkuh16 Bab 16 Jalan Surga yang Lain17 Bab 17 Jangan Bicara Etika18 Bab 18 Kembalilah!19 Bab 19 Kau Harus Pulang20 Bab 20 Lepaskan Jika Tidak Cinta