icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tentang Cinta Rihanna

Bab 3 Hanya Di Atas Kertas

Jumlah Kata:1216    |    Dirilis Pada: 03/03/2025

ya abah padaku saat aku

ik saja pada dua orang sepuh yang saat ini s

n?" Ummi tur

awabku. Tentu saja sedikit berbohong. Karena se

ah menunggu." Perintah ummi padaku se

a enggan berbicara dengannya sejak peristiwa semalam. Tapi demi menghindari opi

perlahan. Pintu terbuka. Nampak mas Ammar masih berada di

g kata itu sampai tiga kali

ri membangunkannya de

rih. Takut dia akan terkejut dan kembali marah jika tidurnya

mmm

t. Lalu menyibakkan selimutnya. Duduk sebentar. Menata

ng makan. Namun aku urungkan

seperti biasa. Kecuali jika kamu sengaja

mula. Menunggu dia, sang imam yan

t dia mengucapkan kalimat itu. Terlalu biasa. Hingga perasaanku telah mati rasa. Kebas. Tidak lagi ak

tunduk. Bahu yang luruh. Dan waj

an kami. Kata-katanya selalu tajam. Sekalipun dia tidak pernah memikirka

Ammar. Namun sejak aku tahu jika aku telah dijodohkan den

mpiku. Juga aku sebut namanya dalam setiap doaku. Tidak ada lelaki lain dalam hidupku kecuali d

ta ayah suatu hari saat aku lulus sekolah menengah pe

an sejak kamu masih berad

wa jika anak yang dilahirkan oleh ibuku adalah perempuan, maka akan dijadikan menantu. Tentu saja demi sebuah misi untuk

engan sebutan mbah yai. Semula ayah yang akan dijadikan menantu oleh simb

keluarga pesantren Al Hikam tidak pernah lekang. Hin

na dari tujuh bersaudara, hanya aku satu-satunya perempuan dan menjadi anak b

annya tepat mengenai wajahku. Lamunanku mendadak buyar. Aku menjadi

semalam?" Ta

a. Aku tidak menduga jika d

livaku. Lalu k

u yang menginginkan. Jangan pernah lagi me

as." Jawa

utku lagi dengan sua

saling membisu. Tenggelam

gar suara ummi memanggil. L

rgegas membu

bahmu sudah menunggu sejak tadi." Geru

di belakan

daku. Aku lirik mas Ammar yang menjadi salah tingkah. Lalu

as. Jika bercermin mungkin aku b

bareng juga boleh." Ummi tertawa kecil seraya

. Tambah semangat

apa, sih?" Ak

mandi bersama, tidur sera

ikan kok jalanmu

ha berjalan senormal mungkin, loh. Meski rasa ngi

ngat tajam soal begituan? Sehingga sedikit saja

rlagak seperti tidak mendengar pembicara

subuh. Itu waktu yang sangat tepat. Juga perhitungkan masa suburmu. Makan maka

asehat bak sedang mengisi ceramah. Aku

oga saja dia tidak sedang berpura-pura tuli. Lalu dia melakukan

angun?" Tanya abah setelah

lah dan kembali tidur." Ummi berkelakar. Abah

kah dia merasa malu? Seumur hidup baru kali

dia memilih lauknya sendiri. Sementara aku menuangkan a

a mas Ammar. Suarany

. Biasanya aku menyeduhkannya setiap pagi. Tapi memang sengaja

ulu. Kopinya nanti." Ucapan

subuh tadi dia sibuk masak d

. Dia memberikan kode dengan dagunya

Aku merasa tidak nyaman ketika ummi berkali-kali menatapku dengan senyum

icara apapun tentang hubungan kita." Ucap mas Ammar

ih,

ntuk segera memberi cucu. Karena jika semalam itu tida

akku, mas? Aku ini is

u tidak lupa." Jawab mas Ammar ketus

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tentang Cinta Rihanna
Tentang Cinta Rihanna
“"Sakit, mas...." Jeritku tertahan saat tubuh lelaki yang bergelar suami itu mendorong tubuhku. Tidak sedikitpun dia peduli seberapa banyak airmata yang tertumpah dan bibirku yang merintih menahan sakit. "Ini kan, yang kamu ingin?" Dengan sangat kasar, dia berikan nafkah batinnya padaku. Nafkah yang aku dapatkan dengan cara merendahkan diri tidak ubahnya bagai pengemis. Aku tahu, dia menikahiku karena terpaksa. Dan aku juga mengerti, cinta dalam hatinya adalah untuk wanita lain. Namun, jika memang dia tidak bisa menganggapku sebagai seorang istri, tak bisakah dia memandangku sebagai seorang perempuan yang pantas untuk dihormati dan dimuliakan?”
1 Bab 1 Bukan Malam Pertama2 Bab 2 Cairan Hangat3 Bab 3 Hanya Di Atas Kertas4 Bab 4 Mari Kita Akhiri!5 Bab 5 Terhalangi6 Bab 6 Tangis Dalam Diam7 Bab 7 Tak Sanggup Lagi8 Bab 8 Jangan Mencariku!9 Bab 9 Sing Tatag, Nduk!10 Bab 10 Merenda Nestapa11 Bab 11 Kelimpungan12 Bab 12 Tidak Ada Pilihan Lain13 Bab 13 Seberapa Batas Sabar 14 Bab 14 Beri Dia Waktu15 Bab 15 Bilang Kalau Selingkuh16 Bab 16 Jalan Surga yang Lain17 Bab 17 Jangan Bicara Etika18 Bab 18 Kembalilah!19 Bab 19 Kau Harus Pulang20 Bab 20 Lepaskan Jika Tidak Cinta