icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Wanita Simpanan

Bab 2 Mati Rasa

Jumlah Kata:850    |    Dirilis Pada: 13/10/2021

Aku bodoh!

cubitan, cakaran bahkan helaian rambut yang j

-gayung tak jua mendinginkan emosi. Aku sudah tak suci

kkan ke setiap bagian yang tadi disentuhnya. Ny

kamar mandi mengantark

karang jam berapa? Aku harus bagaimana? Harus

lan Kak Aulia k

gku di kamar?" Aku terpaksa menjawab, tapi mustahil ke lua

diiringi suara langkah

untuk menghapus s

ak darah di sprei?" p

amu bulanan, Kak. Tolong jaketku, aku nger

is untuk mengadukan semua. Aku ingin mengatakan kalau aku ben

berstatus adik sepupunya. Aku takut, mereka mar

jang kamu. Selesai mandi n

t yang diulurkan Kak Aulia. Terg

ab?" Baru keluar, Kak Aulia lagi-la

sa tidur nyenyak, trus tadi pagi nyeri ha

eras apa aku berusaha tersenyu

au, 'kan, Ijul gak kerja, kamu bisa minta tolong beliin obat?" K

ya. Ingin aku meraih pisau dan menancapkan di jantung pria itu untuk membayar

lesai kursusnya? Kok nyariin aku sih? Gak sibuk

Ijul yang tengah mengisap ro

ai, Nayla! Nanti sprei biar aku yang

Jul, siapin mangkok sana. Aku ngambil baksonya di r

kut," c

an doang." Kak Aulia sama

ndekatiku. "Ayo, ma

terputus di antara kami berdua. Kutundukkan

Kak Ijul, deru napasnya yang tersampaikan pad

Aulia sudah berjalan mendekat. Aku tak ingin ada oran

tanya Kak Aulia, tangannya

uin Kakak," j

, ayo!"

lia. Baru duduk, wanita yang usianya

jangan terlalu dekat Ijul, y

a. Saking kerasnya perutku terasa

eleraku soal cowok gimana?" s

ta yang hampir berjatuhan. Bukan aku yang mendekat, tapi dia yang

ca lengkap sendok dan garpunya. Satu tangannya l

an mengambil alih mangkok. Cekata

rasanya hambar sekarang. Berkali-kali aku mengambil samb

tanyaku pada Ka

Ijul yang tadi hendak menyu

in sambel tadi. Nanti sakit pe

ak berasa. Lagi mau yan

bawa cabai. Segera kuambil, setiap menyuap satu sendok, kutambahkan satu cabai. Tetap s

Kak Yuni dengan Kak Ijul, pikiranku malah

i? Sampai kapan aku harus terus berada di rumah ini? Ap

k Ijul akan mengu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Wanita Simpanan
Dendam Wanita Simpanan
“Nayla yang tak ingin melibatkan orang di sekitar dalam masalah, malah membuatnya semakin jauh terjebak dalam ancaman-ancaman. Sumpah yang diucapkan oleh Kak Yuni seolah menjelma nyata. Muak dengan tuduhan-tuduhan dan fitnah yang melabelinya sebagai pelakor, , Nayla akhirnya memutuskan untuk mewujudkan semua ucapan itu menjadi nyata.”