icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Wanita Simpanan

Bab 4 Bungkam

Jumlah Kata:848    |    Dirilis Pada: 13/10/2021

saja tak bisa berpejam. Jarum pendek telah menunjuk pada an

Ancaman yang dibisikkan Kak Ijul tadi sore masih saja terdengar, seperti kaset yang

an. Bukankah seharusnya Kak Ijul takkan bisa mengganggu lagi sekarang? Namun, bagaimanapun perasaan kotor da

membangunkannya. Rasanya, tak terlihat sedikit pun gurat-gurat kesedihan atau mungkin ke

am, aku mem

ut menyapu kulit. Kedua tangan memeluk bahu untuk mengusir rasa dingin. Sesekali kuayunkan kaki yang menjuntai untuk mengusir nyamuk. Sendir. Ben

i depan mereka. Aku lela

mendapat jawaban kembali berdesakan. Aku menarik napas panjang d

, ujian yang menimpaku sekarang terlalu berat. Aku ingi

alah semakin tebal dan terus memaksa pecah. Tanpa berpikir panjang, langkah terayun dengan pantai sebagai tujuan. Di sana

halaman berbelok ke arah kanan, aku memilih melewati jalan kecil di antara perkebunan dan SMA Satu. Terpa an

ke kiri dengan tujuan sejauh mungkin dari pemukiman.

campur bising kesibukan manusia-manusia sejenak terasa memanjakan. Kurentangkan tangan dengan

lakang sesaat menyadarkanku kalau ada yang mengi

kaki hingga setengah berlari. Namun, lang

lagi bayangan yang tampak saat melewati bekas pabrik tahu menunjukkan sosok lain selain aku. Tanpa sadar, aku yan

cepat membasahi telapak tangan. Seluruh tubuh rasanya membeku, gigil yang semakin menelusupi sendi-sendi menja

anggil seiring langkah yang k

nya aku sadar suara itu bukanlah milik Kak Ijul,

ya tak jauh berbeda dariku. Kepala yang hanya ditumbuh

sahutku yang masih tak bisa meng

Di tangan kanan, dia tampak memegangi sebu

engajak duduk pada salah satu akar yang menonjol

enal. Kuarahkan pandangan pada air laut, ombak sesekali mengempaskan pasir di

ya keluar buat mengecek. Eh, ternyata kamu jalan sendirian ke pantai," celetuk p

m kecil sebagai resppon, setelahnya

ya dari Aulia. Badan kamu penuh bekas luk

r lebih lama. Bingung harus memberikan jawaban atau me

ng yang bisa kamu percaya. Kenapa malam-malam ke p

muanya?" Aku balas bertanya tanpa berniat menj

h pasti punya jalan kelua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Wanita Simpanan
Dendam Wanita Simpanan
“Nayla yang tak ingin melibatkan orang di sekitar dalam masalah, malah membuatnya semakin jauh terjebak dalam ancaman-ancaman. Sumpah yang diucapkan oleh Kak Yuni seolah menjelma nyata. Muak dengan tuduhan-tuduhan dan fitnah yang melabelinya sebagai pelakor, , Nayla akhirnya memutuskan untuk mewujudkan semua ucapan itu menjadi nyata.”