icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tumbal lukisan

Bab 2 Kedai misterius di pinggir jalan

Jumlah Kata:1759    |    Dirilis Pada: 07/10/2021

r, Hani akan menyelinap masuk ke kamar adiknya saat tengah malam. hani menggulung dirinya dengan sel

uka anak gadis yang cantik,iku

an menangis jeri

i kakak. k

,lihat ini selimut yang b

kaknya menakuti dirinya seperti ini. Meski ia sudah mendapatkan haid per

ketakutan" Mega tidak bercanda, ia mengucapkannya keras-keras seperti doa sambil memb

🌕

itu mungkin telah datang

enerkam mangsanya. Mulut Hani sedikit terbuka, sekujur otot dan tulangnya m

ion adalah hantu?

rtanya, laki-laki itu

kata-kata yang sanggu

h ada di atas meja . Hani masih membeku , ia sekilas melihat uap-uap udara yang kelua

rang... aku bahkan tak punya tenaga

pun coba lihat kedua kakiku kalau tidak percay

pi sungguh ia merasa

ah sendok dan sebuah garpu , ia mengelapnya dengan tisu k

kan, nanti bakso

, menunggu Hani yang se

serius kan cu

ti manusia hmmmhh???? lagipula

nafas dan mem

ah....."

nusia entah hantu, ia sudah sangat le

ksonya. pertama ia me

urih... s

a? ena

ayan

jamin kamu pasti jadi pe

edikit

na kalau rasa baksonya bias

berhenti sebentar. kedua matanya ia pejamkan un

ini. serat dagingnya terasa kasar , tidak lembut tapi m

mbuka m

pernah aku makan, kamu yang buat ini send

ndiri, aku punya

i pembeli?" hani mengajukan pert

i. yah entahlah kenapa tak

ar penuturan dion. apa pert

sayang bakso seenak ini

kenyataan tidak sesuai

versitas di kotaku tapi sampai hari ini melamar kerja kemanapun, tak pernah ada yang mau menerima... Dion dengan bak

a?" hani sudah menghabiskan baksonya sampai kuah terakhir, i

kamu ga b

ehilangan surat lamaran kerja, kenapa bisa h

lagi car

urangnya, nilaiku bagus, aku juga tidak m

pnya, ia melihat lebih dalam

ni jadi ki

seluruh ruangan di kedai. di pojokan ada

rang lingkaran kecil. seperti kegiatan rutin y

a ia duduk, ada sebuah lukisan yang tak berga

kisannya kosong

juga bingung

erpikir Dion tak sem

aku melukis kam

ngghhh

mu cantik sep

lain sebelum Dion, anehnya kali ini Hani merasa tersanjung. ia merasa

empuannya Dion? kenapa a

mu puny

ani b

yang penting

i tapi aku masih menaruh harapan kalau suatu hari nanti a

gai penyemangat hidup

? hmmhhh harapa

menunggu jawaban yang keluar dari mul

ang tak bisa ia ungkapkan saat ini , belum saatnya, kera

n" Dion mengatakanny

ngkat kedu

nap

punya kenalan, kamu coba saja melamar kerja disini?" dion bangki

menyesal dengan

rja disana, bilang pada mere

i nama seseorang dan alamat yang te

anti kamu turun di alun-alun kota ambil jalan memutar nanti

u harus berter

lah t

senang hati" ja

🌕

v

nya berhent

boleh mer

emang dirancang u

u butuhkan untuk meng

s yang baru

ainya dalam mimpi

pirinya memakai

udah di

akan menghantu

mbut bergelomb

a yang hitam dan

muncul dari rimba fa

ang membuat adren

an gadis yang per

dengan kemungkinan-

a gadis

g pergi saat aku hamp

ya padaku a

arapan hanyalah emosi te

akininya dan aku ingin mengatakannya kencang-kencang saat ini d

🌕

a tak mau melewatkan kesempatan yang sudah diberika

Fajar masih menahan setengah cahaya malamnya. Hani

nya. Tangan kananya mengeluarkan kartu nama dari saku kemejanya.

wijaya, m

manager Hrd lagi, kenapa bukan dia s

kenapa jug

ni menyemangati dirinya sendiri , ia meli

erasakan kengerian. Pagar-pagar runcing berkarat mengelilingi bangunan ruko-ruko tua yang berwarna kusam termakan usia, sebagian dindin

lam dengan patung gadis kecil bermata bolong di tengahnya. Hani mendekat ke arahnya. Sedi

telanjang tanpa alas sedan

ukan dari depan melainkan

menatapnya dengan pandangan penuh dendam. Meski

i?" Gadis itu bert

paskan tanganmu,

mengulangi pertanyaannya tanpa me

mat, aku mau m

tangannya. Lalu berjalan m

benarnya, kenapa berkeliaran dengan gaun transparan yang memperlihatk

emakin jelas menghirup sesuatu. Seperti ses

s muda itu menatap lurus padanya, seakan ingin beradu pandang dengannya. Mau tak

i terhent

jung kemejanya dengan tangan yang g

sekarang "? Suara Hani beru

ya gadis misterius itu

an mengantarmu , tunju

Hani menyodorkan kartu nama

mbalik badannya dan mulai berjalan bebera

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka