icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suami Wasiat Dari Suamiku

Bab 4 Bayangan yang Tak Terbantahkan

Jumlah Kata:954    |    Dirilis Pada: 17/12/2024

a rasa kehilangan yang mendalam dan kewajiban yang terpaksa ia tanggung. Hari itu, di ruang tamu rumah mereka, Lina duduk diam, hanya ditemani

mata. Setiap kali ia mencoba untuk melangkah maju, ingatan tentang masa depan yang mereka bangun bersama selalu menghalangi. Namun, dia tak bisa

ng pintu. Wajahnya yang cemas dan penuh penyesalan tetap ada di sana, seperti dua minggu yang lalu, ketika pertama k

an ekspresi yang menunjukkan bahwa ia datang denga

kata Andi dengan suara yang tenang, me

pa lagi yang bisa Andi katakan? Apa yang bisa diubah setelah semuanya hancur begitu saja? Namun, ia

saat mereka berbincang tentang kehidupan mereka yang akan datang.

, suaranya dingin, hampir seperti se

antikan Arief. Tidak ada yang bisa menggantikan dia," katanya, matanya menatap lantai, tak berani menatap Lina. "Tapi saya ingin memberi t

Apakah itu sesuatu yang bisa memberi petu

a ingin membantu Anda. Saya tahu saya tidak bisa menjadi Arief, dan saya tidak bermaksud untuk menjadi suami

agaimana. Ia ingin menolak, tapi ada sesuatu dalam kata-kata Andi yang membuatnya terdiam. Apakah ini bena

rnafas. Anda tidak perlu menghadapinya sendirian. Saya tahu ini sulit, tapi saya hanya ingin mendamp

pnya. Namun, ada satu hal yang tak bisa ia hindari: rasa kesepian yang semakin menghimpitnya. Arief sudah tiada, dan meskipun ia tahu tak ada yang bisa menggantikan suaminya, Lina merasa seolah dun

di yang telah menjadi penyebab utama penderitaannya? Bagaimana bisa ia percaya pada

ra serak. "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Bagaimana

kan, Bu Lina. Tapi saya ingin memberi Anda kesempatan untuk merasakan kebahagiaan lagi. Anak Anda tidak pantas tum

dalam tatapan Andi, dan meskipun dia ingin menolaknya mentah-mentah, hatinya terasa berat. Apakah ini pilihan yang te

ng harus aku pertimbangkan. Aku harus memikirkan anakku. Aku tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Tapi ak

rti, Bu Lina. Saya hanya ingin memberi Anda waktu. Apa pun yang Anda putu

seperti dulu. Arief telah pergi, dan dia harus melangkah maju. Namun, apakah dia siap menerima Andi? Apaka

m hatinya, Lina merasakan keheningan yang begitu dalam. S

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suami Wasiat Dari Suamiku
Suami Wasiat Dari Suamiku
“Lina dan Arief sedang menatap masa depan yang penuh harapan. Setelah bertahun-tahun saling mencintai, mereka akhirnya mendapatkan kabar yang mereka impikan-Lina hamil. Mereka akan segera menjadi orang tua, sebuah mimpi yang telah lama mereka tunggu. Namun, kebahagiaan itu hancur seketika ketika Arief terlibat dalam sebuah kecelakaan. Ditabrak oleh seorang pria bernama Andi, yang sedang mabuk, Arief terdampar di rumah sakit dalam keadaan kritis. Di detik-detik terakhir kesadarannya, Arief meminta Lina untuk menjaga hidupnya, bahkan jika itu berarti menerima Andi sebagai suami pengganti. "Lina... jangan biarkan hidupmu hancur... Andi... dia bisa... jadi pelindungmu," ucap Arief dengan suara yang hampir tak terdengar, matanya kabur dan hampir terpejam. Lina, yang kini kehilangan separuh dirinya, harus menghadapi pilihan yang tak terbayangkan-menerima Andi, pria yang telah merenggut suaminya, untuk mengisi kekosongan hatinya. Bisakah Andi, yang tidak ingat apa pun tentang kejadian itu, menjadi suami yang baik bagi Lina? Atau akankah takdir yang sudah tertulis ini menghancurkan segalanya?”
1 Bab 1 Sebuah Awal yang Manis2 Bab 2 Lina tidak tahu berapa lama3 Bab 3 Wasiat yang Tak Terbayangkan4 Bab 4 Bayangan yang Tak Terbantahkan5 Bab 5 Ketika Hati Menghadapi Pilihan6 Bab 6 Di tengah malam yang gelap7 Bab 7 Langkah Baru di Tengah Kekosongan8 Bab 8 Ketegangan di Tengah Harapan9 Bab 9 memasuki bulan kedelapan kehamilan10 Bab 10 Langkah Berat ke Depan11 Bab 11 tak kenal ampun12 Bab 12 Pertarungan Hati yang Tak Terlihat13 Bab 13 Menghadapi Kenangan yang Tak Terhapus14 Bab 14 Cinta yang Teruji, Kekuatan yang Terbuka15 Bab 15 Seiring berjalannya hari16 Bab 16 Semua perasaan yang ia coba sembunyikan17 Bab 17 keheningan yang melingkupi rumah mereka18 Bab 18 pikirannya terombang-ambing19 Bab 19 namun tidak ada yang benar-benar bisa menyembuhkan luka20 Bab 20 Waktu berjalan begitu lambat21 Bab 21 kenangan tentang Arief bersamanya22 Bab 22 Lina merasa ada harapan baru23 Bab 23 Lina merasakan setiap kata Andi menyentuh hati24 Bab 24 meskipun itu tidak akan mudah