icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mantan Kekasihku CEO Psikopat

Bab 3 Alya tahu bahwa ia berhak mendapatkan kebahagiaan

Jumlah Kata:2013    |    Dirilis Pada: 08/12/2024

ahari yang mulai muncul dari balik gedung-gedung tinggi seakan memberi sinyal bahwa hari ini adalah hari baru, sebuah awal yang bisa membawa harapan. Namun, perasa

eluruh apartemennya, menatap foto-foto keluarga yang terpasang di dinding. Wajah Mama, ayah, dan adiknya, Rina, mengingatkannya pa

menantang dari hari sebelumnya. Namun, kali ini, Alya memutuskan untuk tidak membiarkan ketakutan merayap masuk. Ia melangkah masuk ke dalam gedung, di ma

nita muda dengan senyum lebar dan semangat yang tak pernah pudar, merupakan orang pertama yang meng

kit terengah-engah dari perjalanan pagi itu.

erbeda dari Alya pagi ini. "Kamu oke, kan?

kapkan perasaannya tentang Dira bukanlah hal yang mudah. Alya tahu bahwa Dira bukan sekadar atasan biasa-dia adalah pria ya

. Rina mengangguk, tetapi ekspresinya tetap penuh perhatian. "Apapun yang kamu butuhkan, aku di sini untukmu

ang rapat, seolah berharap Dira tak akan muncul. Namun, saat ia mulai merasakan sedikit ketenangan, pintu itu terbuka, dan langkah Dira yang tegap memecah sua

anya tetap terfokus pada layar presentasi. Alya berusaha mengalihkan perhatian, namun rasa cemas yang menyesakkan membuatnya sulit untuk berkonsent

erasa seperti tajam, seolah ingin menembus isi pikirannya. Ia merasakan peluh di keningnya, meskipun ruangan itu terasa cukup sejuk. Setiap kalimat yang

edikit bergetar. Dira menatapnya, mata cokelat gelapnya yang tajam s

rhatikan angka-angka ini," Dira berkata, menunjuk ke layar. Suaranya mengandung nada serius, namun Alya

asa berdetak semakin cepat. Ruangan itu mulai terasa semakin sesak, dan saat Dira berdiri

kan diri. Rina datang menghampirinya dengan ekspresi khawatir.

"Aku hanya butuh waktu,

ina, memegang tangan Alya dengan penuh keyakinan. Alya menatap Rina, mata mereka bertemu, dan Alya merasa seperti mendapat

tapi ia tak akan membiarkan masa lalu menguasainya. Dira mungkin masih menjadi bayangan yang menakut

k berjalan pulang, menyusuri trotoar yang penuh dengan orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka. Ia berhenti sejenak di kafe kecil, tempat di mana Dira pernah

sa lalu itu sudah terlalu lama meninggalkannya, tetapi Alya tahu bahwa jika ia ingin melangkah ke depan, ia harus mem

ipecahkan, tetapi Alya berjanji pada dirinya sendiri-dia tidak akan membiarkan pria itu, atau kenangan mereka, menghalangi masa dep

etakutannya dan menghadapi kenyataan bahwa Dira ada dalam h

ahari yang mulai muncul dari balik gedung-gedung tinggi seakan memberi sinyal bahwa hari ini adalah hari baru, sebuah awal yang bisa membawa harapan. Namun, perasa

eluruh apartemennya, menatap foto-foto keluarga yang terpasang di dinding. Wajah Mama, ayah, dan adiknya, Rina, mengingatkannya pa

menantang dari hari sebelumnya. Namun, kali ini, Alya memutuskan untuk tidak membiarkan ketakutan merayap masuk. Ia melangkah masuk ke dalam gedung, di ma

nita muda dengan senyum lebar dan semangat yang tak pernah pudar, merupakan orang pertama yang meng

kit terengah-engah dari perjalanan pagi itu.

erbeda dari Alya pagi ini. "Kamu oke, kan?

kapkan perasaannya tentang Dira bukanlah hal yang mudah. Alya tahu bahwa Dira bukan sekadar atasan biasa-dia adalah pria ya

. Rina mengangguk, tetapi ekspresinya tetap penuh perhatian. "Apapun yang kamu butuhkan, aku di sini untukmu

*

ang rapat, seolah berharap Dira tak akan muncul. Namun, saat ia mulai merasakan sedikit ketenangan, pintu itu terbuka, dan langkah Dira yang tegap memecah sua

anya tetap terfokus pada layar presentasi. Alya berusaha mengalihkan perhatian, namun rasa cemas yang menyesakkan membuatnya sulit untuk berkonsent

erasa seperti tajam, seolah ingin menembus isi pikirannya. Ia merasakan peluh di keningnya, meskipun ruangan itu terasa cukup sejuk. Setiap kalimat yang

edikit bergetar. Dira menatapnya, mata cokelat gelapnya yang tajam s

rhatikan angka-angka ini," Dira berkata, menunjuk ke layar. Suaranya mengandung nada serius, namun Alya

asa berdetak semakin cepat. Ruangan itu mulai terasa semakin sesak, dan saat Dira berdiri

*

kan diri. Rina datang menghampirinya dengan ekspresi khawatir.

"Aku hanya butuh waktu,

ina, memegang tangan Alya dengan penuh keyakinan. Alya menatap Rina, mata mereka bertemu, dan Alya merasa seperti mendapat

tapi ia tak akan membiarkan masa lalu menguasainya. Dira mungkin masih menjadi bayangan yang menakut

*

k berjalan pulang, menyusuri trotoar yang penuh dengan orang-orang yang sibuk dengan urusan mereka. Ia berhenti sejenak di kafe kecil, tempat di mana Dira pernah

sa lalu itu sudah terlalu lama meninggalkannya, tetapi Alya tahu bahwa jika ia ingin melangkah ke depan, ia harus mem

i Alya berjanji pada dirinya sendiri-dia tidak akan membiarkan pria itu, atau kenangan mereka, menghalangi masa depannya. Di dalam hatinya, Alya ta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mantan Kekasihku CEO Psikopat
Mantan Kekasihku CEO Psikopat
“Alya Rahayu adalah seorang wanita berusia 23 tahun, dengan kecantikan yang memancarkan kehangatan dan kelembutan. Meskipun hidup di tengah keluarga yang penuh kasih, Alya merasa ada yang kurang, seolah ada sisi dirinya yang hilang di kota kecil tempat ia dibesarkan. Lulus dengan gelar di bidang Hubungan Masyarakat, Alya memutuskan untuk pindah ke Jakarta demi mewujudkan impiannya yang sudah lama terpendam-menjadi seorang profesional di dunia industri. Namun, saat tiba di Jakarta, nasibnya tak sebaik yang dibayangkan. Di tengah hiruk-pikuk ibukota, dompetnya dicopet, semua dokumen penting hilang, dan uang sewa bulan pertama belum ada. Kegelisahan semakin memburuk ketika ia mendapati diri di depan gedung perusahaan impian, hanya untuk menemui sosok yang tak asing. Pria itu, Dira Pratama, CEO muda yang sukses dan disegani, adalah mantan kekasihnya yang hilang tanpa jejak lima tahun lalu. Dira yang sekarang, jauh lebih dingin dan penuh rahasia, membangkitkan rasa takut dan rindu yang terpendam dalam hati Alya. "Alya, kamu di sini?" Suara Dira, yang dulu lembut dan penuh kasih, kini terasa seperti bisikan angin dingin. Wajahnya yang tampan, dengan mata tajam dan senyum yang menyimpan banyak misteri, membuat jantung Alya terhenti sejenak. Di balik kepiawaiannya dalam dunia bisnis, ada sisi gelap yang sulit dipahami-kekuasaan yang mengendalikan, dan obsesi yang menggerogoti. Di balik kilauan kesuksesan Dira, ada jejak kelam yang tak pernah Alya ketahui. Dira memiliki ambisi yang lebih besar dari sekadar uang dan popularitas; dia ingin membuktikan pada dunia bahwa dia tak pernah gagal, dan Alya adalah bagian dari masa lalu yang tidak akan pernah dia maafkan. Saat Alya mulai bekerja di perusahaan itu, perasaan lama dan trauma yang sudah lama disimpan mulai bangkit, berbaur dengan kenyataan bahwa sekarang, Dira adalah atasan yang harus dihadapinya. Namun, seiring berjalannya waktu, Alya menyadari bahwa perasaan cinta dan kebencian itu saling bertautan dalam benaknya, seperti utas yang tak bisa terlepas. Dira, dengan segala kegelapan dan keangkuhannya, mulai melihat sisi lain dari Alya-sisi yang tidak ia kenal di masa lalu. Apakah Alya bisa menjaga hatinya tetap utuh di tengah kekuasaan dan rahasia Dira? Dan yang paling penting, apakah ia mampu menghadapi kebenaran mengapa Dira meninggalkannya lima tahun lalu, dan apa arti cinta mereka yang sebenarnya?”
1 Bab 1 Alya tahu satu hal-dalam permainan ini2 Bab 2 Alya membuat janji pada dirinya sendiri3 Bab 3 Alya tahu bahwa ia berhak mendapatkan kebahagiaan4 Bab 4 apakah itu cukup untuk membuatnya kembali percaya 5 Bab 5 masih menjadi misteri yang sulit dipecahkan6 Bab 6 Alya menutup jurnalnya7 Bab 7 saat Alya kembali ke apartemennya8 Bab 8 di tengah keramaian kantor yang sibuk9 Bab 9 Hari-hari semakin penuh dengan tantangan10 Bab 10 malam yang dingin terasa seperti siraman air11 Bab 11 Pertaruhan Cinta12 Bab 12 menerima kenyataan13 Bab 13 menuntutnya untuk memilih14 Bab 14 Pandangannya penuh harapan dan penyesalan15 Bab 15 Hanya keheningan yang menjawab pertanyaannya16 Bab 16 Hatinya terasa kosong17 Bab 17 akhirnya menyimpannya di laci18 Bab 18 Dalam Bayang Luka dan Cinta19 Bab 19 Dira tahu bahwa untuk melindungi Alya20 Bab 20 rasa sakit itu begitu dalam21 Bab 21 segalanya meledak dalam kekacauan22 Bab 22 membuat keputusan yang benar23 Bab 23 hidupnya tidak akan pernah sama lagi24 Bab 24 meninggalkan Dira di tengah hujan malam25 Bab 25 dunia yang gelap dan penuh ancaman26 Bab 26 Cinta yang Tertahan27 Bab 27 Matahari mulai terbit di balik gedung-gedung28 Bab 28 untuk masa depan mereka29 Bab 29 Dengan Dira di sisinya30 Bab 30 pertarungan ini belum berakhir