icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Love You Om

Bab 8 Pacaran dua Hari

Jumlah Kata:1313    |    Dirilis Pada: 20/08/2024

arah, Tania, Bian, Amel dan Rian pun akhirnya sampai di puncak. Tak berlama-lama, m

arena jujur, seumur hidupnya ia tak pernah pergi ke puncak Bogor. Kesibukan orang

uncak yang selalu menjadi pusat perhatian ketika musim liburan tiba. Ia pernah menikmati pemandangan puncak Bogo

ia sia-siakan. Dan kini di sinilah Ia sekarang, di sebuah

miliki furniture yang sangat lengkap dan juga bersih .

gle bed. Setelah meletakkan semua barang-barang mereka, Tania langsung berjal

. Ia tak pernah merasakan suasana senyaman ini sebelumnya, bahkan saat ia di M

Bogor saja masih sangat excited untuk kembali lagi ke sini. apalag

a. Tapi entah kenapa aku nggak suka terlalu melalang buana saat di sana." Ucap Tania sembari menatap langit-langit kamar. I

gor, walaupun mereka tinggal di Indonesia atau lebih tepatnya di Pulau Jawa deh. Nggak semua orang Jakarta juga dap

aku salah satu orang yang berun

ts r

ara perlahan. ia kembali mengulangnya lagi sampai beb

iba mengingat sesuatu yang sangat tak masuk akal

li menat

punya pacar kayak Bian." Ucap Tan

maks

cak, sementara aku nih cewek kelahiran Indonesia yang nggak

sih. Otak lo jadi miring y

kan aku bilan

aknya. Tapi kok kaya

. Beruju

bah haluan nih dari mencari

an pintu langsung menyurutkan niatnya. Tania langsung duduk dan turun dari

" sapanya

ik banget udah jauh-jauh ke sini malah

Bentar ya, amb

ke

pa menutup pintu. Dari tempatnya berdiri, Rian bisa mel

ga kan?" ucap

al sendirian di villa, teg

ekati Rian. Sepertinya Amel sudah merasa sedikit nyaman dengan pria t

ng sedang berdiri di balkon Villa sembari menatap ke arah taman yang ada di depan Villa. Pikiran

k o

tubuhnya ke belakang dan melihat keponakannya itu

mel yang tak protes sedikitpun. Mereka berdua justru terlihat

ggu Amel dan Rian. Ia menatap Bian yang kini sed

sapa

nggil Om lagi. Sudah saya bilang jangan panggil saya O

nyum, "Bian

bag

tu lalu mensejajarkan langkahnya dengan Bian. Sembari menikmati suasana sejuk di sekelilingn

di kekasihnya Bian, tubuhnya selalu bereaksi gila

lumnya?" Tanya Bian

eumur hidup aku, aku nggak

ng dulu libura

pernah bawa aku jalan-jalan. Biasalah kalau orang tua sibuk. Aku malah kalau libur sekolah selalu mainnya di kamar kalau nggak di taman. Pe

esepian di mata Tania. Ia tak menyangka jika hidup Tania sesunyi itu. Bisa dikatakan, Ta

angnya secara perlahan, "Terus kalau

ti. Membuat Tania menatap pria tersebut de

kenapa-napa." Bian

an keponakan kamu."

Rian s

ernah lagi kontak-kontakan sama dia. bahkan ketemu sama dia nggak pernah. Kange

a niatan

ir, Rian keponakan kamu itu Rian temen aku dulu, ternya

unyikan identitasnya mungkin saat ini mereka akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia sendiri merasa senang saat T

a cari, dia akan berusaha untuk membuat Tania merasa bersyukur sudah ke

r sebelumnya?" Tan

gga

l di Malaysia ng

gg

nap

u udah pun

Sia

ia

e

. Ia benar-benar kesal

hnya. Membuat langkah Ta

p ke arah Tania. "Selama di

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
I Love You Om
I Love You Om
“Tania kembali ke Indonesia setelah 10 tahun Ia menetap di Malaysia. Tujuannya hanya satu yaitu ingin mencari cinta pertamanya yang ia temukan 10 tahun yang lalu. Laki-laki itu bernama Rian. Namun saat ia sampai di Indonesia, Ia mendapati kenyataan jika Rian yang selama ini ia cari tak mengenalnya sama sekali. Bahkan Tania sudah menunjukkan salah satu benda yang dulu Rian buatkan untuknya namun tetap Rian Tak mengenal benda tersebut. Sampai Tania bertemu dengan om dari Rian bernama Bian. Siapa sangka pertemuan Tania dengan Bian, membuka sebuah luka yang pernah membuat hidup Bian berantakan. Dan siapa yang menyangka juga ternyata Rian yang Tania cari, ternyata Bian yang berpura-pura menjadi Rian.”
1 Bab 1 Pertemuan2 Bab 2 Serius ini 3 Bab 3 Pilihan Untuk Bian4 Bab 4 Cemburu om 5 Bab 5 Jadi Cupid Asik Juga6 Bab 6 Kunjungan ke Villa7 Bab 7 Gantian Nyetirnya8 Bab 8 Pacaran dua Hari9 Bab 9 Cocok sama Bian10 Bab 10 10.Saya gak Suka Lihat Kamu Nangis11 Bab 11 Fresh Kiss 12 Bab 12 Temenin Makan Bakso13 Bab 13 Kejujuran jika Rian itu Bian14 Bab 14 Berusaha Meyakinkan Tania15 Bab 15 Amel Rian16 Bab 16 Jadi Samsak Tania17 Bab 17 Pertengkaran yang Menggemaskan18 Bab 18 Sogokan BlackCard19 Bab 19 Baikan namun posesif20 Bab 20 Laki-laki Selalu Salah21 Bab 21 Bukti Baru Tentang Kematian Orang Tua Bian22 Bab 22 Ada hubungannya dengan Tania 23 Bab 23 Mencoba Untuk Tak Percaya24 Bab 24 Mereka Orang Tua Tania25 Bab 25 Luka itu akan menganga26 Bab 26 Aku ingin melepasmu Tania, tapi27 Bab 27 Sahabat & Cinta hanya ada ketika kamu 'Baik-baik saja 28 Bab 28 28. Apa aku harus jual diri pada Bian 29 Bab 29 Jangan sampai om menyesal