icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PELUKAN HANGAT PAPA MERTUA

Bab 4 MALAM YANG PANAS

Jumlah Kata:1326    |    Dirilis Pada: 20/08/2024

dur menerangi wajah Luna yang memerah, sorot matanya berkilauan dengan sensual yang sedikit berlebihan. Mala

una yang terus-menerus menggerak-gerakkan jemarinya, yang bermain-main dengan meraba tubuh atlet

ujar Luna tiba-tiba, mencoba u

, Brian. Tubuhmu bagus. Banyak otot yang meliuk dimana-mana. Apakah ka

apa lagi. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada L

oleng. Ia menyentuh dan membelai pipi Brian denga

Luna dengan sua

amu yang gemar berselingkuh itu. Ayolah, kita be

si bagaimana. Ia tidak pernah membayangka

a. Eric belum pernah menyentuhku. Hampir satu tahun kami menikah, menciumku saja belum pernah. Dia pasti su

kiti Eric. Karena Luna ini adalah istri putranya. Luna adalah anaknya juga. Sangat tidak bena

i sekali. Membuat pusak

a dengan suara yan

ik napas da

nya dengan su

at. Akupun juga ingin istirahat. Jadi

ubah. Senyumnya memudar

tanyanya dengan s

ya. Ia tidak ingin menyentuh Luna, tapi ia ti

ian dengan suar

olonglah, jangan sampai kita berbua

, menghalangi sinar rembulan yang menerobos jendela. Dia bisa merasakan nafas Luna memburu, han

danya. Dia tahu apa yang akan terjadi, namun tub

ih sayang. Ciumannya liar, penuh semangat, seperti badai yang menerjang. Brian terhuyung,

pa otaknya memerintahkan untuk membalas ciuman agresif itu, tubuhnya menegang, namun dia tak bisa menol

ibirnya bengkak, terasa panas dan sedikit sakit. Dia

dan sedikit kejam. Dia telah menaklukkan Bria

rti ini," bisiknya, suar

yang tajam. Dia tahu, ini hanyalah awal

pakaiannya. Satu persatu k

l yang dilakukan Luna. Kini bukit kembar itu

ku! Jadikan aku sebagai budakmu ma

semua. Persetan dengan semuanya. Lagipula Luna bukan darah dagingnya. Dia dan Luna t

bukit kembar itu. Te

engadah keatas. Remasan Brian semakin menjadi. Bahkan ia membuka dal

egitu, mmhhhh ...?" De

ir ia memegang bukit wanita.dan sekarang ia merasa sedikit

ganas yang buas, ia membanting tubuh sint

at sulit dijinakkan jika sudah lepas dari kandang

Sahut Luna dengan menggigit b

utih milik sang menantu. Luna menggigit bibir

mbar yang besar , bahkan tangan besar B

dia meniduri istri putranya sendiri. Mungkin malam ini

sedikit memerah akibat serangan Brian yang membabi buta. Bahkan ia sudah berani lebih intim lagi, dengan

racy baby girl." Gumam Brian

Brian yang sudah berada dibawah kewanitaannya. Brian menyapu bersih daerah liang kenikmatan Luna, yang mungk

keluar. Tidak, aah

!" Sahut Brian sambil te

genai wajah Brian. Luna terlihat lemas dengan pelepasan

masih ingin lanjut?" Tanya Brian

ukan sesukamu sayang,"

ni dirinya benar-benar ti

ombak pusakanya ke arah

r sekali? Apakah bis

my baby?" Ucap Brian sambil ber

," peki

it?" Tanya

ambil terus menutup matanya.

rl. Kau yang memaksaku untuk

u harus melanjutkanny

an saja!"

mendorong tombak pusakanya sedikit demi se

aliri pusakanya sangat memabukkan. Pijatan lembut

...." l

ntar lagi pasti akan berg

ulai terbiasa, Brian

sih perawan, Hm? Kau benar

takan Brian. Rasa sakitnya berubah menjadi nikmat yang luar biasa. Rinti

ikmathh aahh," desah Luna ketika

a. Ohhh fuck ...." Umpat Brian sambil memeja

berdua. Seorang menantu dan ayah mertua.

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PELUKAN HANGAT PAPA MERTUA
PELUKAN HANGAT PAPA MERTUA
“Kaluna Evelyn sudah menikah Dengan Eric Alexander Bramastyo selama kurang lebih 10 tahun. Namun, Eric sama sekali tidak mencintai Luna. Ia memiliki kebiasaan yang sering bergonta-ganti wanita. Itulah yang menyebabkan Luna semakin sakit hati, namun ia tidak bisa bercerai dengan Eric karena perjanjian kedua keluarga. Ditengah keterpurukannya, ia mengalihkan rasa sakit hatinya kepada minuman keras. Dan disaat, ia mabuk, ia melakukan kesalahan dengan tidur bersama ayah mertuanya sendiri. Seorang pria dewasa bernama Brian Edison Bramastyo. Yang tidak lain dan tidak bukan, adalah ayah dari Eric sendiri. Brian yang berstatus duda, tidak bisa berkutik ketika Luna mulai menggodanya karena pengaruh minuman keras. Dan setelah kesalahan di malam itu, Luna dan sang papa mertua saling mengulangi kesalahan nikmat yang sama. Brian yang mampu memberikan nafkah batin pada Luna, harus menahan rasa perih karena mengkhianati putranya sendiri, dan menjadi tidak bermoral karena bermain gila dengan sang menantu. Namun apa boleh buat, semua sudah terlanjur dan mereka berdua sama-sama kesepian. Hubungan mereka tetap berlanjut, hingga akhirnya Eric mengetahui hubungan mereka dan menceraikan Luna. Namun, beberapa waktu kemudian, diketahui bahwa alasan Eric menceraikan Luna adalah dia sudah menghamili kekasihnya, yang bernama Bianca. Mereka menjalani hidup masing-masing. Eric pergi jauh dari kehidupan Brian dan Luna. Brian dan Luna pun memilih untuk bersama.”