icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hot Secret On The Rooftop

Bab 5 Berbagai Kejanggalan

Jumlah Kata:1540    |    Dirilis Pada: 29/05/2024

ya mendengar suara ketukan pintu d

un! Subuhnya jan

lnya. Duduk di tepi ranjang dan meregangkan otot yang sedikit kaku dengan menga

u melipat selimut tebal sambil duduk di tepi ranjang. "Udah mau jam lima nih, kamu harus cepa

ru selesai kerjaan, sampai kerumah jam sembilan, capek banget

at reward dari capeknya kamu sebulan kerja. Seneng kan kalo gajian, bisa beli apa aja ya

dah aku mandi

makan. Ia sudah menyiapkan sarapan bubur ayam d

sarapan bersiap berangkat kerja. Saat pamit mencium tangan mama d

a kemana Ma

ang enak badan." Jawab Sarita. "Udah, kamu naik ojek pangka

lo harus naik opang sebe

i selama di kantor oleh Pak Tristan sudah ia lipat dan masukkan kedalam sling

ingga hampir menabrak seorang lelaki setengah baya berwajah oriental dengan rambut tipis yang hampir botak

nyum dipaksakan. Ia bersyukur sempat mena

lelaki dingin. "Kal

akut terlambat absen,"

coklat yang baru saja datang pada lelaki berwajah oriental

car mengalir. Saya kan harus banyak minum, jadi ba

tan menyapa lelaki tinggi berkulit c

elap itu menatap Angela yang ber

ela melihat Husni hany

baru mulai kerja ditempat Tristan itu

dulu," pamit Angela sebelum berbalik kearah

ik lift?" Husni ber

Husni berdiri dibelakang pintunya persis. Angela juga ingat bahwa dia harus segera m

afas sesaat sebelum membuka pintu dan bersiap melewati lorong. Tapi tiba-tiba Angela dikejut

ya Angela, aku buru-buru." Ujar wanita berambut ikal yang mem

Angela menutup kembali pintu yan

ya terhambat lagi oleh kehadiran Marinka yang tiba-tiba

rumpi-rumpi manja." Sapa wanita paruh baya dengan se

ti rok dulu, sebelum Pak Tristan datang." Angela memb

angan dan menyapa seseorang di belakang Angela dengan s

a." Lelaki tinggi besar bernama Yusran itu menjawab tanp

ng terpaksa menghentikan langkah. "Psst Angela, tadi di tangga kamu papasan sama Des

jawab Angela menautkan alis

ga kamu terbiasa dan tahu sendiri. Kakak cuma ingin meyaki

ng absurd itu. Jiwa kepo-nya menggeliat, tapi ia teringat sesuatu. Ya, haru

arus segera ganti kostum i

an Kakak, kalo udah mau sampai sana, kamu berdehem dulu ya tiga kali. Takut ada ya

an Keuangan berada, tapi belum ada siapa pun. 'Lho, pada kemana ini anak-anak IT dan Keuangan? Bukannya tadi sudah ada Mbak Dessy ya?' batin Angela sambil

eretan toilet ada ruangan tempat mesin genset yang pintuny

r

ampai toilet sesuai anjuran Marinka. Jantungnya serasa melompat karena dalam pikirannya ia akan menemukan mahluk gaib yang k

ikan rambut dan make up di depan kaca wastafel dekat deretan toilet. "Barusan siapa

itu terlihat sangat kesal dan menjawab pertanyaan Angela dengan suara judes. "Mana aku

kiri Dessy yang pintunya terbuka sedikit tanda tak ada orang di dalamnya. Lalu bergega

g gelap di sebelah mushola yang berdinding kaca sedikit terbuka dan seperti mengeluarkan

Tristan emang paling bisa kalo bikin peraturan buat anak buahnya." Suara cempre

anak gadis donk! Nanti aku laporin Yoke lho!" Ancam Mari

. Ia bangkit dari kubikelnya dan berjalan cepat kearah Marinka yang

melulu kalo gue godain cewek cantik.

m dengan Indra, sang manager yang sudah duduk manis di mejanya ditemani secangkir kopi. 'Aih lesung

y dan Pak Riswan! Maaf mau tanya,

ang Divisi Tagihan dan Dokumen VVIP terdengar sangat berkarak

a Angela tuh, asisten sekretaris Pak Tristan yang baru

netra berbulu lentik milik Angela memindai sosok tinggi berkulit bersih dan berkumis tipis di hadapannya yang sangat rapi dengan ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hot Secret On The Rooftop
Hot Secret On The Rooftop
“Angela yang terpaksa menerima tawaran bekerja di kantor tantenya karena tak tahan dengan kecerewetan sang mama merasa heran dengan banyaknya keanehan yang terjadi di kantor barunya itu. Mulai dari keanehan tingkah para pekerja yang kebanyakan sudah berusia matang, lalu kedekatan Pak Tristan, bos killernya dengan Tike sang sekretaris, sampai dengan kebiasaan aneh beberapa rekan kerjanya yang tertangkap mata turun terburu-buru dari rooftop kantor dengan ekspresi berbeda-beda. Tak hanya sekali Angela melihat keganjilan hubungan Tristan dan Tike yang ternyata sudah menjadi bahan rumor panas bagi para karyawan. Ia berusaha memaklumi, walau jiwa penasarannya terus menuntut untuk menyelidiki semua penyebab keganjilan itu. Berbagai rintangan cukup berat Angela temui dalam menjalani tugasnya dan menjaga nama baik Yoke, tantenya yang seorang single parent dengan banyak fans sekaligus musuh di kantor itu. Galaknya Tristan dan Tike sebagai bos dan sekretaris yang selalu membebaninya dengan banyak tugas yang kadang tak biasa, sepertinya tak seberat saat harus menghindari Mark, Kepala Bagian Divisi lain yang mengejarnya hanya demi keuntungan diri sendiri. Sanggupkah Angela bertahan di kantor itu demi dirinya dan sang tante yang sama-sama punya banyak fans fanatik dan kadang bertingkah di luar nalar? Kejadian apa yang akhirnya bisa membuatnya punya kekuatan untuk mengubah rooftop beraroma skandal itu? Bisakah ia juga menghindar dari pesona dan kasih tulus yang ditawarkan Tom, lelaki tampan yang selalu berusaha melindunginya? Haruskah Angela melanggar sumpahnya yang tak ingin berjodoh dengan teman sekantor?”
1 Bab 1 Satu masalah, satu solusi2 Bab 2 Hari Pertama di Kantor3 Bab 3 Ya Tuhan, tolong!4 Bab 4 Welcome to the Jungle5 Bab 5 Berbagai Kejanggalan6 Bab 6 Pertemuan dengan Cassanova7 Bab 7 Sosok pria dingin di Sarang Penyamun8 Bab 8 Bocoran dari sang operator9 Bab 9 Mulai banyak pemuja10 Bab 10 Rumor di ruang IT11 Bab 11 Permohonan SIP12 Bab 12 Oh My God!13 Bab 13 Kartu As Tike dan Tristan14 Bab 14 SK Pindah Rumah dari Sarita15 Bab 15 Pesan singkat Tom16 Bab 16 Pertengkaran dengan Dessy17 Bab 17 Saat Tom merajuk18 Bab 18 Saksi dan bukti19 Bab 19 Pindahan20 Bab 20 Interogasi Fandi21 Bab 21 Curhat Yoke22 Bab 22 Coklat dan Cheese Cake lagi23 Bab 23 Pertengkaran dengan Doni24 Bab 24 Coklat dan Cheese Cake lagi25 Bab 25 Kejutan dari Tom26 Bab 26 Dua tembakan dalam satu hari27 Bab 27 Mulai Posesif28 Bab 28 Perkenalan dengan anak-anak Tristan29 Bab 29 Ijin mendahului30 Bab 30 Tristan bersedih31 Bab 31 Pertemuan dengan Arnis