icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Di Pemberhentian Terakhir

Bab 4 4 Dia Kembali

Jumlah Kata:1190    |    Dirilis Pada: 28/05/2024

A KE

an klub

ti, Gw mau Kita ambil foto

nnya

aru, harus ban

n Mini? Kenapa

ng mana Lo, yang mana bukan, dan karena Gw ketuanya,

i S

ng dulu. Dari atas sana

aku mengambil foto beberapa wahana permai

ram, coba Lo ambi

buram, gambarnya

lau soal fotografi Gw

h Lo deh

n Mini dan mengambil foto. Memb

banyak objek yang bagus-bagus. Ingat,

sok

iri dikit biar ada cahayanya, coba Lo kasih pencahayaan. Kala

pikiran Lo deh yan

yel ama

ini masalah selera. Lo suka putih, Gw suka hitam. Jadi to

alasan biar bisa nger

. Capek Gw berdebat terus s

mencari objek f

pain fo

minat buat fo

aku langsung merebah

kam

ugasnya Pak Alex? Ko

hari Minggu Gw ke Kota Tua, sampai malam juga. Gw

Kok enggak ngajak-

buat klub, s

guan sama Reno? Ena

Gw enggak pernah selelah dua hari kemarin. Bayangin aja, semua kerjaan Gw dikritik. Frustasi Gw ga

itia ulang tahun klub kita, jam empat, jang

cil. Dito lalu du

isini Dit," kata Reno yang

sung seny

minta enggak?" tanya Dito y

loh. Ini Rana yan

ung memaka

bikin kue Ra. Gw habisin aja ya, lap

dari Reno, Dito langsun

gota baru, di Anyer. Semua anggota ba

pelantikan di klub Gw ya. Kalau eng

apan?" t

annya lagi,

g bolos kerja

annya dim

uncak

lama dua hari, jadi panitia acara menyewa sebuah vila. Anggota senior mengabse

uk mengambil foto. Anto, senior berkacamata mem

a, lalu langsung menuju pantai. Game dan kegiatan lainnya dimulai. Aku men

berlanjut hin

sudah terbiasa sedikit tidur dan bangun sepa

kan. Aku duduk di tepi pantai. Riak kecil a

dan

k dalam angkot, sedangkan Reno duduk di sampingku. Kami sama sekali tidak

Rasanya aku ingin sekali tidur sehari penuh, tanpa harus memikirkan apa-apa dan melakuk

ong?" ta

ntuk

Gw juga.

n panitianya, kenapa

di kasur. Tidak ingin memikirkan hari esok. Tugas-tugas k

*

rang pria m

idak mengingat wajahnya, namun entah mengapa aku bisa langsung mengetahui siapa dia. Tak ada

bertemu dengannya

, sepatunya bersih mengkilap. Dia

k jauh tetap bisa mencium aromanya. Dia memakai kacamata. Rambutnya s

aimana keadaan Kamu?" ta

mana Anda tau kalau Saya ting

rinya. Perkataanku tentu saja

ja banyak yang harus Kita bicar

maaf dan berharap Saya akan memanggil An

aksud

galkan ibu dan Saya empat belas tahun yang lalu.

n itu yang

ni hanya untuk

ak pergi begitu saja. Ayah datang kesini untuk

tiba-tiba datang untuk mengajak tinggal bersama kalian? A

ng kesini, ke kampus bahkan ke tempat kerja Kamu setiap harinya sampai

ruk untukku. Kulangkahkan kakiku ke kamar, mengunc

uasai hatiku. Tangisan ibu di depan pintu rumah saat melihat

aku tidak kuliah ataupun kerja, dan selama tiga hari ini dia selalu datang ke kosanku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Di Pemberhentian Terakhir
Di Pemberhentian Terakhir
“Rana, gadis yang hidup sebatang kara, mengandalkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya. Hidupnya hanya diisi dengan belajar dan bekerja. Di awal masa kuliahnya, dia berkenalan dengan Reva, orang pertama yang menjadi temannya. Masalah mulai datang saat dia bertemu dengan Reno, dan kehadiran seseorang dari masa lalunya. Ditambah kedekatannya dengan Dito, membuat hubungan mereka berempat menjadi lebih dekat.”